6 Kesalahan dalam Melakukan Eksfoliasi Kulit Wajah

Ema Parwanti | Beautynesia
Rabu, 21 Oct 2026 09:30 WIB
3. Memilih Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit
Ilustrasi produk yang tidak sesuai jenis kulit/foto: magnific.com

Eksfoliasi  memang punya peran penting dalam rutinitas skincare. Prosesnya membantu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan wajah. Kalau dibiarkan, penumpukan ini bisa bikin kulit tampak kusam, tekstur kasar, hingga pori-pori mudah tersumbat dan memicu komedo, Beauties.

Sayangnya, tidak semua orang melakukannya dengan benar. Karena ingin hasil instan, banyak yang justru melakukan eksfoliasi berlebihan atau asal pakai produk tanpa tahu kebutuhan kulitnya. Bukannya glowing, kulit malah jadi merah, perih, dan makin rentan iritasi.

Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui beberapa kesalahan dalam melakukan eksfoliasi wajah berikut ini.

1. Terlalu Sering Eksfoliasi

Ilustrasi wajah yang terlalu sering eksfoliasi/foto: magnific.com

Banyak orang tergoda melakukan eksfoliasi hampir setiap hari karena ingin kulit cepat halus. Rasanya memang menyenangkan saat kulit terasa licin setelah pemakaian.

Karena itu, muncul anggapan bahwa semakin sering dilakukan, hasilnya akan semakin bagus. Padahal, kulit punya siklus regenerasi alami yang butuh waktu. 

Eksfoliasi yang terlalu sering mengikis lapisan pelindung kulit sebelum sempat pulih. Akibatnya, kulit jadi tipis, mudah kering, dan lebih sensitif. Untuk kebanyakan jenis kulit, eksfoliasi cukup dilakukan satu sampai tiga kali seminggu.

Kulit sensitif bahkan mungkin hanya perlu satu kali, atau malah lebih jarang. Frekuensinya sebaiknya disesuaikan dengan produk yang dipakai dan respons kulitmu.

Kenali tanda-tanda kamu sudah terlalu sering melakukannya. Kulit terasa perih saat kena produk biasa, tampak mengilap tapi kering, atau muncul kemerahan yang nggak kunjung reda.

Kalau tanda ini muncul, itu sinyal untuk berhenti sejenak. Mulailah dari frekuensi paling rendah, lalu naikkan perlahan kalau kulit memang nyaman. 

2. Menggosok Wajah Terlalu Keras

Ilustrasi wajah yang digosok terlalu keras saat eksfoliasi/foto: magnific.com

Saat memakai scrub fisik, banyak orang menggosok sekuat tenaga supaya terasa bersih. Sensasi kulit yang tergosok sering dikira tanda produk bekerja.

Faktanya, itu justru bisa jadi tanda kulit sedang teriritasi. Tekanan berlebihan bisa menimbulkan luka mikro yang nggak terlihat jelas oleh mata. Luka kecil ini membuat kulit lebih mudah meradang dan kehilangan kelembapan, Beauties.

Gunakan gerakan memutar yang lembut dengan ujung jari, bukan telapak tangan yang ditekan kuat. Cukup lakukan selama satu sampai dua menit saja. Biarkan butiran scrub yang bekerja, bukan tenaga tanganmu. Perhatikan juga tekstur produk yang kamu pilih. Scrub dengan butiran kasar dan bentuk tajam lebih berisiko melukai kulit dibanding butiran halus dan bulat. 

Kalau ragu, pertimbangkan eksfoliasi kimia dengan konsentrasi rendah yang lebih lembut. Setelah selesai, bilas dengan air biasa dan keringkan dengan menepuk lembut, bukan menggosoknya. Kebiasaan kecil ini membantu kulit tetap tenang setelah eksfoliasi, Beauties!

3. Memilih Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit

Ilustrasi produk yang tidak sesuai jenis kulit/foto: magnific.com

Produk eksfoliasi yang sedang viral belum tentu cocok untuk semua orang. Banyak yang membeli karena melihat ulasan bagus tanpa mempertimbangkan kondisi kulitnya sendiri.

Padahal, setiap jenis kulit punya kebutuhan yang berbeda. Kulit berminyak dan berjerawat biasanya lebih cocok dengan BHA karena mampu membersihkan sampai ke dalam pori. 

Kulit kering atau kusam sering lebih nyaman dengan AHA yang lembut. Sementara kulit sensitif bisa mencoba PHA yang cenderung lebih ramah.

Memaksakan produk yang kurang pas bisa bikin kulit makin kering, bruntusan, atau memerah. Konsentrasi yang terlalu tinggi juga meningkatkan risiko iritasi, terutama bagi pemula. Jadi, jangan langsung memakai produk dengan persentase tinggi hanya karena ingin hasil cepat, Beauties.

Kenali dulu jenis dan kondisi kulitmu sebelum memilih produk. Cek kandungan dan konsentrasinya, lalu pilih yang paling lembut untuk memulai. Sebelum memakainya ke seluruh wajah, lakukan uji coba di area kecil, misalnya di belakang telinga atau rahang.

Tunggu satu sampai dua hari untuk melihat reaksinya. Langkah sederhana ini bisa menghindarkanmu dari masalah yang lebih besar, lho.

4. Menggunakan Beberapa Jenis Eksfoliator Sekaligus

Ilustrasi menggunakan beberapa produk eksfoliasi/foto: magnific.com

Beauties, pernah tergoda memakai scrub, toner AHA, dan serum BHA dalam satu waktu supaya hasilnya maksimal? Kombinasi beberapa eksfoliator sering kali terlalu keras untuk kulit. Lapisan pelindung kulit atau skin barrier bisa terkikis berlebihan hanya dalam satu kali pemakaian.

Gejalanya bisa berupa perih, kemerahan, hingga kulit terasa panas. Pilih satu metode eksfoliasi dalam satu waktu, lalu beri jeda sebelum mencoba yang lain. Misalnya, pakai BHA di hari tertentu dan biarkan kulit beristirahat di hari berikutnya. Dengan begitu, kamu bisa mengamati reaksi kulit terhadap setiap produk.

Hati-hati juga dengan produk lain yang mengandung bahan aktif kuat, seperti retinol. Memadukannya dengan eksfoliator di waktu yang sama bisa meningkatkan risiko iritasi.

Kalau ingin memakai keduanya, atur jadwal secara bergantian. Fokus pada satu bahan aktif sampai kulit benar-benar nyaman. 

5. Lupa Memakai Pelembap Setelahnya

Ilustrasi tidak memakai pelembab sebagai kesalahan eksfoliasi/foto: magnific.com

Setelah eksfoliasi, kulit terasa bersih dan halus sehingga banyak yang merasa nggak perlu pakai apa-apa lagi. Ada juga yang takut pelembap bikin kulit berminyak.

Padahal, melewatkan langkah ini bisa berdampak cukup besar, lapisan kulit yang baru terangkat jadi lebih mudah kehilangan kelembapan. Tanpa pelembap, kulit bisa terasa kencang, kering, dan bersisik. 

Kondisi ini juga bisa memicu produksi minyak berlebih sebagai respons kulit. Biasakan mengoleskan pelembap sesaat setelah eksfoliasi untuk mengunci hidrasi.

Pilih tekstur ringan yang nggak membuat kulit terasa berat, seperti gel atau lotion. Kulit berminyak pun tetap membutuhkan pelembap, hanya saja teksturnya berbeda.

Cari kandungan yang membantu menenangkan dan memperkuat skin barrier, misalnya ceramide, hyaluronic acid, atau centella asiatica. Hindari produk dengan pewangi kuat yang berpotensi mengiritasi. 

6. Mengabaikan Tabir Surya

Ilustrasi eksfoliasi tapi mengabaikan sunscreen/foto: magnific.com

Beauties mungkin sudah rajin eksfoliasi dan memakai pelembap, tapi lupa dengan tabir surya. Banyak yang menganggap tabir surya hanya perlu dipakai saat ke pantai atau cuaca terik.

Padahal, ini langkah yang sangat krusial setelah eksfoliasi. Kulit yang baru dieksfoliasi lebih sensitif terhadap paparan sinar UV karena lapisan pelindungnya lebih tipis. 

Tanpa perlindungan, kulit berisiko mengalami hiperpigmentasi atau flek. Akibatnya, wajah justru tampak nggak merata dan kusam. Pakai tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap pagi, termasuk saat cuaca mendung atau kamu lebih banyak di dalam ruangan.

Sinar UV tetap bisa menembus awan dan kaca, oleskan dalam jumlah yang cukup supaya perlindungannya maksimal. Aplikasikan ulang setiap dua sampai tiga jam kalau beraktivitas di luar ruangan. Kebiasaan ini membantu menjaga perlindungan tetap efektif sepanjang hari. 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE