Jerawat memang kondisi umum yang banyak dialami oleh remaja dan bahkan orang dewasa. Walaupun sangat umum, masalah kulit satu ini seringkali mempengaruhi rasa percaya diri dan bahkan sulit dikontrol. Jika kamu mengalami masalah jerawat, yuk ketahui kapan sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter! Simak tips langsung dari blog medis WebMD berikut ini.
Ketika Jerawatmu Sangat Parah
Jika dikelompokkan, kondisi jerawat umumnya dibagi menjadi 2 yaitu mild (ringan), moderate (sedang), dan severe (parah). Kamu sebaiknya memeriksakan kulit ke dokter apabila jerawatnya sudah sangat parah dan sulit dikontrol. Kondisi “parah” sendiri bisa berarti jerawat yang muncul di seluruh wajah hingga leher atau jerawat yang banyak dan sulit dihilangkan.
Ketika Obat Biasa Tidak Ampuh untuk Mengatasi Jerawat
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, tidak sedikit orang mencoba menggunakan skincare atau obat jerawat (benzoyl peroxide, salicylic acid, glycolic acid, atau lactic acid) yang bisa dibeli di toko obat. Nah, jika selama ini kamu belum menemukan satupun obat yang bisa mengatasi jerawatmu, mungkin ini saatnya kamu mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.
Ketika Jerawat Muncul Setelah Kamu Memakai Obat Tertentu
Tidak cocok dengan skincare atau obat tertentu bisa menimbulkan reaksi efek samping seperti jerawat. Jika kamu mengalami reaksi alergi, tidak cocok terhadap skincare/obat, atau berjerawat setelah melakukan facial yang tidak benar, segera periksakan kulitmu ke dokter agar tidak semakin parah ya!
Ketika Jerawat Membentuk Bekas dan Bopeng
Saat tidak ditangani dengan benar, jerawat berpotensi membentuk bekas berupa noda hitam, noda kemerahan, ataupun permukaan kulit yang tidak rata (bopeng). Tidak semua bekas jerawat bisa ditangani dengan obat-obatan saja, ada juga bekas jerawat yang membutuhkan tindakan khusus yang hanya bisa dilakukan oleh dokter (seperti laser misalnya). Jangan ragu untuk mengunjungi dokter kulit apabila kamu ingin menghilangkan bekas jerawat dengan cepat dan aman.
Setelah membawa tips jerawat diatas, sudah tahu kan kapan kamu harus memeriksakan kulit ke dokter?