L'Oreal Indonesia Berdayakan Perempuan Lewat Pendidikan Kecantikan

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Rabu, 28 Oct 2026 15:30 WIB
L’Oréal Indonesia Memberdayakan Perempuan melalui Beauty for a Better Life (BFBL)
Sesi Makeup Class bersama dengan Beauty Educators/ Foto: Dok. L’Oréal Indonesia/Fausta Bayu

Inilah cerita Ibu Made Sumiati, seorang guru tata kecantikan SMKN 3 Bogor. Merantau dari Bali ke Jakarta pada tahun 1986, Ibu Made menempuh tiga tahun perkuliahan dengan beasiswa untuk menjadi calon guru di jurusan kecantikan. Setelah lulus, perempuan paruh baya itu langsung menjadi guru dan pegawai negeri.

"Bangga saya menjadi guru kecantikan karena banyak alumni-alumni yang sudah sukses," ucapnya sambil tersenyum saat bercerita kepada media, di L'Oréal Indonesia Head Office, dalam acara Media Gathering "Beauty That Moves: World Teacher's Day" (27/10/2026). Rasa bangga tak bisa dibendung Ibu Made ketika mendengar cerita para lulusan yang telah berhasil menghidupi diri lewat keterampilan yang pernah diajarkannya.

Tata rambut dan makeup jadi keahlian yang diwariskannya kepada anak didik, dimulai dari perawatan kulit, tata rias, lalu tata rambut. Selain menjadi seorang guru, Ibu Made juga menawarkan jasa tata rambut dan rias di salonnya di rumah, serta mengelola SMK Plus Pelita Nusantara. Ia juga ingin mengembangkan program khusus untuk kecantikan, Beauties.

"Pokoknya punya keterampilan itu sangat membantu," lanjut Ibu Made, memberikan pesan bagi para perempuan masa kini. "Kalau ada kursus-kursus, ikutin saja."

Ia percaya, suatu keterampilan itu pasti berguna. Bukan cuma agar bisa menata rambut dan merias sendiri, tapi akan lebih baik lagi jika bisa menerima order untuk membantu orang lain. "Perempuan itu jangan bergantung sama suami," lanjut Ibu Made yang kemudian menjelaskan bahwa suaminya telah meninggal dunia sebelas tahun yang lalu. Namun dengan memiliki keterampilan di bidang kecantikan, dia bisa menyambung hidup secara mandiri.

Pendidik Kecantikan yang Mengikuti Perkembangan Zaman

Kiri ke Kanan] Melanie Masriel (Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability of L'Oreal Indonesia), Made Sumiati, M.Pd, (Guru SMKN 3 Bogor dan mitra program L’Oreal dari Hairducation), Indra Tanudarma (Head of Education

Kiri ke Kanan] Melanie Masriel (Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability of L'Oreal Indonesia), Made Sumiati, M.Pd, (Guru SMKN 3 Bogor dan mitra program L’Oreal dari Hairducation), Indra Tanudarma (Head of Education/ Foto: Dok. L'Oreal Indonesia

Menurut Ibu Made, perempuan-perempuan muda saat ini sudah sangat melek dengan kecantikan. Tren itu diamati pula pada cucunya yang suka menata rambut dan memakai makeup sendiri. Meningkatnya minat tesebut ditampung dan dikembangkan melalui kolaborasi bersama L'Oréal Indonesia.

Ibu Made berkesempatan untuk memperdalam ilmunya melalui training bersama L'Oréal dalam program Hairducation, Beauties. “Sebelum mengikuti pelatihan bersama L’Oréal, saya sudah dapat mempraktikkan teknik pewarnaan rambut, tetapi belum memahami teorinya secara mendalam. Saya kemudian mempelajari anatomi rambut dan hair science, termasuk bagaimana warna meresap ke batang rambut serta perubahan yang terjadi selama proses pewarnaan.”

Pengetahuan tersebut mengubah cara ia mengajar. Murid tidak hanya diminta mengikuti tahapan kerja, tetapi juga memahami mengapa suatu teknik digunakan dan bagaimana menyesuaikannya dengan kondisi rambut yang mereka hadapi.

Manfaat itu tidak hanya dirasakannya sebagai tenaga pengajar, tapi juga para anak didinya. Ibu Made membawa murid belajar langsung di L’Oréal Professionnel Academy dan menghadirkan guru tamu melalui kelas Hairducation agar pembelajaran di sekolah semakin dekat dengan praktik industri.

Hingga saat ini, Hairducation telah melatih 88 guru dari 46 SMKN di berbagai daerah di Indonesia, yang pada gilirannya berhasil mempersiapkan lebih dari 4.200 lulusan yang siap untuk diserap industri tata rambut profesional.

“Industri tata rambut bergerak sangat cepat dengan standar teknis yang kian tinggi. Program Hairducation memberikan ruang bagi para guru kejuruan untuk secara berkelanjutan memperbarui kompetensi mereka,” terang Indra Tanudarma, Head of Education Performance Professional Products Division L’Oréal Indonesia.

“Ketika seorang guru memperoleh pemahaman teknis dan standar industri terkini, manfaat tersebut akan tereskalasi kepada ratusan murid yang mereka didik setiap tahunnya, menciptakan talenta masa depan yang siap bersaing.”

L’Oréal Indonesia Memberdayakan Perempuan melalui Beauty for a Better Life (BFBL)

Sesi Makeup Class bersama dengan Beauty Educators

Sesi Makeup Class bersama dengan Beauty Educators/ Foto: Dok. L’Oréal Indonesia/Fausta Bayu

Program pemberdayaan tidak hanya dikerahkan melalui Hairducation saja, Beauties. Namun juga Beauty for a Better Life (BFBL), program sosial yang merangkul dan membekali para perempuan dari kelompok rentan sosial-ekonomi. Dengan mengikuti BFBL, diharapkan mereka dapat meraih kemandirian finansial dan berkontribusi bagi perekonomian keluarga.

Dampaknya pun turut disampaikan Ibu Achadiningtyas (Aca), trainer Beauty for a Better Life (BFBL) Training Center Cianjur. Perempuan yang telah malang melintang di industri kecantikan selama kurang lebih 45 tahun itu memulai karier di salon pada usia 20 tahun.

Kemudian, dia menjadi pengajar di berbagai lembaga kursus dan pelatihan, asesor sertifikasi kompetensi nasional di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi, serta Ketua Tiara Kusuma Kabupaten Cianjur. Sejak bergabung sebagai trainer BFBL pada 2015, ia telah membantu melatih dan meluluskan sekitar 4.800 peserta.

“Mengajar tata rambut tidak cukup hanya dengan menunjukkan teknik. Saya juga harus terus belajar karena kebutuhan di industri berubah, sementara setiap peserta datang dengan kondisi yang berbeda. Ada yang cepat menguasai materi, ada pula yang perlu lebih banyak waktu dan dorongan untuk percaya pada dirinya sendiri,” ujarnya. “Bagi saya, hal yang paling berarti adalah ketika mereka mulai berani menggunakan keterampilannya untuk bekerja atau memulai usaha.”

Pendampingannya tidak selalu berhenti saat pelatihan selesai. Pemilik salon, termasuk alumni BFBL yang telah membuka usaha, kerap menghubungi Ibu Aca untuk meminta rekomendasi lulusan yang siap bekerja. Dengan demikian, pengalaman dan jaringan yang ia bangun ikut membantu menghubungkan peserta dengan peluang berikutnya.

Hal ini pun selaras dengan penjelasan Magdalena Rospita selaku Corporate Affairs and Impact Director L’Oréal Indonesia, yang mengungkapkan, “[Instruktur BFBL] hadir sebagai mentor yang mendengar, memotivasi, dan menumbuhkan daya juang para peserta.” Program-program ini pun mengukuhkan komitmen L’Oréal Indonesia mendukung orang- orang yang berada di balik proses belajar.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.