Panduan Pakai Retinol yang Aman Menurut Dermatolog

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Selasa, 29 Sep 2026 08:30 WIB
Cukup Sebutir Biji Kacang Polong, Jangan Berlebihan
Aturan cukup sebutir biji kacang polong untuk setiap pemakaian retinol ke seluruh wajah/ Foto: Pexels/Yan Krukau

Beauties, saat mencoba produk perawatan kulit baru, kita sering tergoda mengoleskannya tebal-tebal agar kulit cepat glowing. Padahal untuk bahan aktif seperti retinol, prinsip "makin banyak makin bagus" justru bisa memicu masalah bagi skin barrier.

Ditemukan puluhan tahun silam hingga dianugerahi Nobel pada 1937, turunan vitamin A ini memang diakui sebagai standar emas peremajaan kulit. Namun, karena retinol harus berproses alami di kulit menjadi asam retinoat yang butuh waktu 2–3 bulan untuk hasil nyata, penerapannya perlu dilakukan dengan hati-hati.

Dirangkum dari laman Real Simple dan Women’s Health, yuk, simak panduan memakai retinol yang aman menurut dermatolog dr. Dendy Engelman, dr. Ellen Marmur, dr. Joshua Zeichner, dr. David Kim, serta ahli kimia kosmetik Alanna Tran berikut ini!

Cukup Sebutir Biji Kacang Polong, Jangan Berlebihan

Aturan cukup sebutir biji kacang polong untuk setiap pemakaian retinol ke seluruh wajah/ Foto: Pexels/Yan Krukau

Kebanyakan orang mungkin keliru menaruh ukuran produk di setiap sisi wajah. Padahal, dr. Dendy Engelman menegaskan aturan pea-sized rule, yakni cukup sebutir biji kacang polong untuk seluruh wajah. Menambah jumlahnya tidak akan mempercepat regenerasi sel, melainkan memicu inflamasi hingga membuat pori-pori tampak membesar.

Selain itu, dr. Ellen Marmur menambahkan, untuk formula resep dokter cukup gunakan seukuran ujung jarum, atau selapis tipis transparan jika berbentuk losion. Intinya, wajah tidak boleh sampai tampak basah atau tebal oleh retinol.

Bagi pemula, dr. David Kim menyarankan mulai dari konsentrasi rendah yakni 0,2%–0,3%, sebelum naik bertahap ke 0,5% hingga 1%. Dari sisi formula, Alanna Tran menyarankan memilih produk dengan kandungan bahan penstabil seperti antioksidan, serta pelembap guna mengimbangi efek kering pada kulit. Pastikan juga kemasannya kedap udara dan buram agar formula retinol tidak mudah rusak oleh paparan udara maupun cahaya.

Mulai Bertahap dengan Teknik Pemakaian yang Tepat

Frekuensi penggunaan retinol harus dilakukan secara bertahap dengan teknik yang tepat/ Foto: Magnific/Magnific

Mengenalkan retinol ke kulit harus bertahap supaya kulit bisa beradaptasi dan meminimalkan iritasi. dr. Engelman merekomendasikan pemula memakai retinol 2 malam seminggu selama 2 minggu pertama. Setelah itu, dr. Joshua Zeichner menyarankan ritme pemakaian 2 hari sekali, lalu meningkat menjadi 2 malam pakai dan 1 malam libur pada 2 minggu berikutnya. 

Jika setelah sebulan kulit tetap nyaman tanpa kemerahan, barulah bisa dipakai setiap malam. Kendati demikian, dr. Engelman mengingatkan bahwa pemakaian 3–5 malam seminggu sebenarnya sudah sangat cukup untuk mempertahankan hasil optimal sekaligus memberi waktu bagi kulit untuk beristirahat.

Untuk cara pemakaiannya, oleskan retinol pada wajah yang benar-benar kering agar penyerapannya tidak terlalu agresif. Jika kamu pemula atau memiliki kulit yang rentan sensitif, terapkan teknik retinol sandwich, yakni mengoleskan moisturizer terlebih dahulu, retinol, lalu lapisi kembali dengan moisturizer sebagai perlindungan ekstra. 

Perlu diingat, retinol tidak harus terasa cekit-cekit untuk membuktikan bahwa kandungannya bekerja. Selain itu, bahan aktif ini hanya boleh dipakai pada malam hari dan wajib diimbangi pemakaian sunscreen di pagi hari karena retinol membuat lapisan kulit terluar lebih rentan terhadap sinar matahari.

Purging atau Iritasi? Kenali Reaksi Kulitmu

Kenali reaksi kulitmu setelah memakai retinol untuk menentukan langkah selanjutnya/ Foto: Pexels/Katrin Bolovtsova

Hindari mengaplikasikan retinol bersama eksfoliator kuat seperti AHA, BHA, atau benzoil peroksida dalam satu rutinitas karena berpotensi melipatgandakan iritasi. Retinol juga tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui. 

Jika muncul bruntusan kecil sementara, itu bisa jadi reaksi purging alami akibat percepatan regenerasi sel. Namun, bila kulit terasa panas terbakar, kemerahan intens, atau mengelupas perih, itu tandanya sudah menggunakan retinol secara berlebihan.

Menurut dr. Engelman, banyak orang mengira kulitnya tidak cocok memakai retinol, padahal mereka hanya mengenalkannya terlalu agresif. Jika kulit mulai protes, dr. Zeichner menyarankan untuk mengistirahatkan kulit selama 1–2 hari dari bahan aktif ini. Fokuslah menghidrasi kulit dengan pelembap, kurangi frekuensi mingguan, atau turunkan konsentrasi produk sebelum mencobanya kembali secara perlahan.

Beauties, ingatlah bahwa retinol adalah investasi jangka panjang, bukan jalan pintas instan. Kuncinya ada pada konsistensi, kehati-hatian, serta kesabaran mendengarkan kebutuhan kulitmu sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE