The BFF Festival 2026 Siap Kembali Digelar, Kini Hadir Selama 4 Hari di JICC Senayan

Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 22 May 2026 17:00 WIB
Press Conference The BFF Festival 2026/Foto: Dok. The BFF Festival

Setelah sukses dengan perdananya, The BFF Festival akan kembali digelar pada 28 - 31 Mei 2026 di Jakarta International Convention Center Hall B.

The BFF Festival akan menghadirkan pengalaman lintas industri yang mempertemukan tiga industri utama, yakni beauty, fashion, dan fragrance. Didirikan oleh Hanifa Ambadar dan Novita Imelda yang telah berkecimpung selama hampir dua dekade di industri kecantikan Indonesia, keduanya ingin acara ini turut menjadi bestie dengan para brand dari ketiga industri tersebut.

"BFF membawa industri beauty, fashion, dan fragrance. Dari namanya juga udah BFF gitu ya, berarti best friend forever atau bestie. Harapannya, kita tuh bisa menjadi bestie dengan teman-teman brand semua yang ada di sini," ujar Hanifa dałam acara press conference BFF Festival di Le Nusa, Kamis (21/5).

"Saat banyak brand sedang menghadapi masa yang challenging, BFF Festival ingin menjadi ruang yang membawa optimisme, tempat di mana brand, komunitas, media dan tentunya konsumen bisa kembali terhubung dan saling menguatkan. Kami percaya industri kreatif lokal akan selalu punya masa depan yang cerah selama kita terus bergerak bersama," sambungnya.

Press Conference The BFF Festival 2026/ Foto: Dok. The BFF Festival

Sementara itu, untuk sisi konsumennya, acara ini ingin menghadirkan excitement untuk berbelanja.

"Untuk excitement, dan berbelanja, dan juga tentunya naik exposure. Karena kebanyakan yang ikut adalah brand-brand baru kan, orang-orang juga banyak yang belum punya offline store-nya sendiri. Jadi kalau bisa mendapat exposure ke konsumen baru, dan konsumen juga langsung bisa mencoba, itu harapannya itu bisa membantu," papar Hanifa.

Apalagi in this economy di mana orang-orang lebih mindful untuk berbelanja, BFF Festival ingin konsumen dapat mencoba secara langsung produknya, sehingga tidak lagi mengalami salah-salah dalam membeli produk incarannya.

"Jadi biasanya kita kalau belanja online, sering salah-salah. Salah shape, salah size, dan lain-lain, kalau offline itu bisa lebih, yaudah benar-benar dicoba, benar-benar tau, cocok. Itu jadi lebih mindful shopping-nya juga," sambungnya.

(ria/ria)