sign up SIGN UP

Bisakah Pria Narsis Mencintai dengan Tulus?

Arum Narwastu | Senin, 06 Sep 2021 18:00 WIB
Bisakah Pria Narsis Mencintai dengan Tulus?
Pria Narsis/ Foto: Pexels.com
Jakarta -

Saat menjalin sebuah hubungan, kamu tentunya ingin dicintai sepenuh hati oleh pasanganmu. Tapi bagaimana kalau pasanganmu adalah seorang yang narsis? Apakah dia bisa benar-benar mencintai kamu dengan tulus?

Ciri-ciri Pria Narsis

Cowok gantengPria narsis/ Foto: Pexels.com

Istilah narsis bisa didefinisikan sebagai orang yang yakin kalau dirinya adalah sosok yang sempurna. Akibatnya, mereka cenderung membutuhkan ungkapan kekaguman dari orang lain secara terus-menerus. Berbanding terbalik, mereka justru kurang atau tidak bisa berempati pada orang lain.

Orang yang narsis menganggap diri mereka lebih unggul dari orang lain, sehingga mereka sering menunjukkan arogansi dan sikap yang sombong. Mereka tidak suka jika ada orang yang lebih sukses, lebih terkenal, atau lebih dikagumi dari dirinya. Tak heran, orang yang narsis seringkali memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya sendiri.

Saat bicara soal orang yang narsis, ada dua kategori yang bisa dilihat:

  • Narsisme Ringan
  • Narsisme Berat

Narsisme Ringan

Cowok gantengPria Narsis/ Foto: Pexels.com

Orang dengan tingkat narsisme ringan akan menunjukkan sikap percaya diri tinggi, namun bukan dalam konteks yang positif. Mereka akan terlihat menyebalkan, namun masih bisa bergaul dengan orang lain. Mereka merasa dirinya hebat dan mengharapkan orang-orang di sekitarnya untuk menunjukkan kekaguman mereka. Kalau kamu punya pacar seorang pria yang punya kecenderungan narsisme ringan, kamu mungkin akan merasa kalau dia hanya mau menerima cinta dari kamu. Namun, dia terlihat sangat berat untuk memberikan cinta, perhatian dan pujian untukmu.

Orang dengan narsisme ringan akan sulit berempati pada orang lain. Meskipun itu pada orang yang dekat dan menyayangi dirinya sekali pun. Apakah orang dengan narsisme rendah bisa mencintai dengan tulus? Bisa, namun kamu mungkin harus lebih bersabar menghadapinya. Jika kamu merasa sikap narsisnya sudah berlebihan, cobalah berkomunikasi dengannya. Mungkin kamu tidak akan melihat perubahan yang signifikan. Namun, biarkan dia tahu apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu harapkan dalam hubungan kalian.

Narsisme Berat

Cowok gantengPria narsis/ Foto: Pexels.com

Orang dengan tingkat narsisme berat sangat terfokus pada diri mereka sendiri. Kalau orang yang mengalami narsis ringan kesulitan untuk mencintai orang lain, maka orang dengan narsisme berat benar-benar tidak bisa melakukannya. Mereka cenderung menghindari komitmen dan fokus untuk memenuhi kebutuhan dan minat mereka sendiri.

Orang dengan narsisme berat tidak segan memanfaatkan pasangannya untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Mereka bisa saja segera meninggalkan pasangannya saat hubungan tersebut tidak lagi menguntungkannya.

Lalu apakah orang dengan narsisme berat bisa mencintai dengan tulus? Jawabannya adalah tidak bisa, Beauties. Jika ia tidak berusaha untuk benar-benar berubah terlebih dahulu, maka hubungan cintanya tidak akan bisa berjalan lama. Kalau saat ini kamu sedang terlibat hubungan cinta dengan pria yang narsis, percayalah kamu tidak akan mungkin bisa mengubahnya. Ia hanya bisa berubah dengan keinginan dan usahanya sendiri.

Menghadapi kenyataan kalau orang yang kita cintai ternyata sulit atau bahkan tidak bisa mencintai kita dengan tulus memang menyakitkan. Namun, jika kamu tahu pasanganmu tidak akan pernah bisa mencintaimu dengan tulus, sebaiknya segera mundur. Jangan menyakiti dirimu sendiri. Kamu berhak kok mendapatkan cinta sama besarnya dari cinta yang kamu beri ke pasangan kamu.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id