sign up SIGN UP

LIFE

Mengatasi Luka Akibat Cara Menghilangkan Bulu di Badan Dengan Mencukur

Wiwin | Rabu, 25 Nov 2015 10:00 WIB
Mengatasi Luka Akibat Cara Menghilangkan Bulu di Badan Dengan Mencukur
caption
Mencukur bulu badan sudah menjadi hal yang biasa dilakukan tidak hanya para pria namun juga wanita. Cara menghilangkan bulu di badan ini bisa berisiko menyebabkan luka pada kulit akibat penggunaan pisau yang kurang berhati-hati atau karena kulit terlalu kering sehingga lebih mudah terluka. Bila tidak diatasi dengan benar, luka yang terbuka bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri, kuman, atau virus untuk menyerang sistem pertahanan tubuh. Hal-hal apa saja yang harus dilakukaan saat terluka karena mencukur?
Foto: Istimewa
Minasan mungkin sering sebal dengan bulu badan yang selalu tumbuh lebih lebat dibandingkan dengan yang lain. Memang ada orang yang terlahir dengan keadaan bulu badan yang tumbuh sedikit dan lamabt, bahkan tidak jarang yang tidak tumbuh sama sekali. Namun bagi wanita yang memiliki tipe hormon menumbuhkan bulu lebih lebat harus rajin-rajin menghilangkan bulu badannya agar tetap tampil mulus. Salah satu cara menghilangkan bulu di badan adalah dengan mencukurnya menggunakan pisau khusus. Sayangnya, masih banyak yang terluka saat mencukur bulu di badan karena mungkin kulitnya yang terlalu kering, atau kurang berhati-hati karena pisau yang sangat tajam. Jika tidak diatasi dengan benar, luka bekas mencukur bisa menjadi infeksi di tubuh. Atasi luka setelah mencukur dengan cara berikut.
Kompres Dengan Es Batu
Agar tidak terjadi infeksi akibat luka yang terbuka setelah menggunakan cara menghilangkan bulu di badan dengan mencukur, luka harus segera ditutup. Tubuh yang normal memang bisa dengan sendirinya menutup luka karena kerja sel yang cepat, namun untuk mempercepat proses penutupan luka bisa dibantu dengan mengompreskan es batu pada luka. Meskipun luka cukuran pada umumnya hanya kecil saja, namun kulit yang terbuka ini sudah menjadi jalan yang cukup bagi sumber penyakit untuk masuk ke dalam tubuh. Es batu bisa membantu menutup luka lebih cepat dan membuat kulit menjadi lebih lembab sehingga tidak gatal.
Kantong Teh Bekas
Cara lain untuk mengatasi luka saat mempraktekan cara menghilangkan bulu di badan dengan mencukur adalah mengompresnya dengan kantung teh bekas. Teh mengandung asam tannic yang bisa membantu menghentikan pendarahan dan menutup luka sehabis mencukur bulu. Jika sudah tiba jadwalnya Minasan untuk mencukur bulu, bisa disiapkan sekantong teh bekas yang dimasukkan ke dalam kulkas untuk sensasi yang lebih menyegarkan.
Tidak Perlu Menggunakan Alkohol
Luka yang terbuka memang harus segera dibersihkan dari bakteri dan kuman sebelum ditutup menggunakan plester atau perban. Tetapi untuk membersihkan luka cukup hanya dengan air mengalir dan sabun biasa saja, tidak perlu menggunakan alkohol. Alkohol memang bisa membunuh bakteri dengan cepat namun ia juga bisa memperlambat proses penutupan luka dan merusak jaringan.
Lepaskan Plester Secara Perlahan
Cara menghilangkan bulu di badan dengan dicukur bisa menyebabkan goresan luka yang dalam atau luas karena pisau cukur yang tajam atau karena tidak menggunakan krim cukur. Jika lukanya cukup dalam, setelah dibersihkan atau dikompres tempelkan plester luka untuk menutup luka agar tidak terkena udara bebas dan menyebabkan resiko infeksi. Setelah Minasan yakin lukanya sudah kering, buka plester dengan cara perlahan agar kulit luka yang mungkin masih basah tidak tertempel pada plester dan membuka lukanya kembali. Cara menghilangkan bulu di badan yang aman agar tidak terluka adalah dengan melembabkan bagian yang akan dicukur terlebih dahulu.
Foto: Istimewa
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id