sign up SIGN UP

LIFE

Penting! Ini Pertolongan Pertama Mengatasi Keracunan Makanan yang Wajib Diketahui

Agatha Kharisma | Kamis, 01 Jun 2017 03:00 WIB
Penting! Ini Pertolongan Pertama Mengatasi Keracunan Makanan yang Wajib Diketahui
caption
Keracunan makanan dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Restoran atau tempat makan yang bersih tidak menjamin tak akan ada resiko kontaminasi bakteri. Akibatnya, perutmu terasa nggak nyaman, muntah, diare, bahkan demam. Atasi dengan beberapa langkah pertolongan pertama mengatasi keracunan makanan berikut ini.


 


Atur Rasa Mual dan Muntah


Gejala pertama yang dapat terjadi adalah rasa mual dan muntah. Hal ini wajar dalam kasus keracunan makanan. Sebaiknya jangan minum obat pengurang rasa mual, dan jangan makan apapun apabila belum berhenti muntah.

Bila frekuensi muntah berkurang, kamu dapat mencoba makan makanan yang halus dan tawar seperti roti atau biskuit polos. Hindari gorengan, makanan manis dan berlemak.


Foto: https://urgentcaretexas.com/food-poisoning-first-aid/


 



Cegah Dehidrasi


Muntah dan diare adalah cara tubuhmu mengeluarkan racun. Oleh karena itu, jangan sembarangan mengkonsumsi obat anti-diare. Sebaiknya kamu fokus mencegah dehidrasi akibat muntah dan diare dengan menjaga konsumsi cairan seperti air putih dan Oralit. Supaya ngga mual, minumlah dalam jumlah sedikit, namun teratur.


Foto: https://www.foodmanufacture.co.uk/Regulation/EU-latest-water-does-not-prevent-dehydration


 


Tablet Activated Charcoal


Tablet activated charcoal atau zat arang aktif adalah suplemen yang mampu mengikat racun dalam saluran pencernaan ketika keracunan makanan. Dengan demikian, reaksi keracunan dapat lebih terkontrol. Di Indonesia, tablet ini dikenal dengan nama Norit, yang dapat kamu beli di apotek terdekat. Baca dosis dan petunjuk penggunaan sebelum mengonsumsinya.


Foto: https://www.sunshinenaturalhealing.com/using-activated-charcoal-for-food-poisoning/


 


Segera hubungi atau temui dokter apabila ada gejala-gejala berikut ini:

        
  • Muntah terus-menerus dan tubuh tak dapat menerima cairan.
  •     
  • Darah pada muntah atau feses.
  •     
  • Diare lebih dari tiga hari.
  •     
  • Sakit perut atau kram perut yang sangat parah.
  •     
  • Temperatur mulut lebih tinggi dari 38.6 C.
  •     
  • Gejala dehidrasi — rasa haus terus menerus, mulut kering, tidak dapat buang air kecil atau sedikit, tubuh terasa lemas atau pusing.
  •     
  • Gejala neurologis seperti pandangan yang kabur, otot yang melemah, atau rasa kesemutan pada lengan.

Foto: https://www.thebreastcaresite.com/after-surgery/call-doctor/



 


(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id