sign up SIGN UP

LIFE

Sayuran Berikut Mampu Cegah Rebound Effect Setelah Diet

Mellisa | Kamis, 24 Nov 2016 03:00 WIB
Sayuran Berikut Mampu Cegah Rebound Effect Setelah Diet
caption
Setelah sukses menjalani diet sekalipun, ada kemungkinan berat badan akan naik kembali jika pola makan tidak diperhatikan. Salah satu solusi untuk mencegah rebound effect ini bisa kamu temukan dari sayuran berikut.

Berat Badan Naik Setelah Diet!


Apakah kamu pernah mengalami kenaikan berat badan setelah menjalani diet?
 


Foto: https://weheartit.com/entry/172222483/

Meskipun kamu telah sukses menjalani diet sekalipun, ada kemungkinan berat badan akan naik kembali. Saat lemak dalam tubuh mulai berkurang dan menyusut, terdapat kemungkinan tubuh ingin menimbun lemak baru.

Di saat seperti ini biasanya nafsu makan akan meningkat, ingin mengonsumsi makanan manis, kemudian tidak dapat mengontrol porsi makan sehingga akhirnya berat badan naik. Hal ini disebabkan karena menurunnya kadar hormon leptin di dalam tubuh.


Hormon Leptin Menurun Saat Menjalani Diet


Penurunan kadar lemak biasanya dibarengi dengan penurunan hormon leptin. Hormon ini bertugas untuk mengirimkan pesan ke otak saat kita sudah kenyang. Meskipun tidak memiliki efek secara langsung terhadap lemak di tubuh, hormon leptin dapat mempengaruhi pola makan seseorang.


Foto: https://247dieter.com/carbohydrate-restriction-manual/

Sebuah penelitan menunjukkan bahwa penurunan berat badan dapat menyebabkan perubahan kadar hormon pencernaan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa lapar yang lebih tinggi daripada sebelumnya sehingga kemungkinan makan banyak lebih tinggi.


Tingkatkan Hormon Leptin dengan Konsumsi Bayam


Selain kaya akan kandunga nutrisi yang dibutuhkan tubuh, terdapat membran tilakoid di dalam bayam yang mampu merangsang pelepasan hormon leptin. Tilakoid dapat memperlambat proses pencernaan secara bertahap dan membuat hormon leptin melepaskan sinyal ke otak bahwa perut sudah kenyang. Sebuah studi membuktikan bahwa tilakoid mampu memperkuat produksi hormon leptin dan mengendalikan nafsu makan sehingga memperkecil kemungkinan makan berlebihan.


Foto: https://www.thestar.com/life/2015/08/31/pre-washed-spinach-could-still-be-harbouring-bacteria-study-reveals.html
Menurunya hormon leptin saat menjalani diet memang suatu hal yang tidak bisa dicegah. Tapi, hal ini bisa diatasi dan salah satunya adalah dengan mengonsumsi bayam. Jadi kamu bisa memperkecil kemungkinan terjadinya rebound atau kenaikan berat badan saat diet. Selain mudah didapat, sayur bayam juga tergolong memiliki harga yang terjangkau. Yuk, coba masukkan bayam ke dalam menu dietmu!
 

 

- Spinach Recipe Ideas -


Foto: https://www.simplyrecipes.com/recipes/spinach/

Easy Sauteed Spinach
Bahan:

        
  • 2 ikat bayam
  •     
  • Olive oil, extra virgin
  •     
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  •     
  • Garam secukupnya
Cara Membuat
        
  1. Potong bagian batang bayam dan buang. Cuci daun bayam hingga benar-benar bersih, bebas dari pasir atau kotoran lainnya. 
  2.     
  3. Panaskan 2 sdm olive oil dalam wajan dengan api sedang. Masukkan bawang putih dan tumis kira-kira sekitar 1 menit, hingga warnya berubah menjadi sedikit kecokelatan.
  4.     
  5. Masukkan bayam ke dalam wajah, aduk hingga tumisan bawang putih dan olive oil merata ke seluruh daun bayam. Tutup wajan, diamkan beberapa saat, lalu aduk kembali. Lakukan step ini beberapa kali.
  6.     
  7. Setelah kurang lebih dimasak selama 2 menit, bayam mulai layu, matikan api.
  8.     
  9. Tiriskan bayam, buang kelebihan air dari bayam. Tambahkan sedikit olive oil, taburkan garam secukupnya, sajikan selagi hangat.
Sumber: Simply Recipe
 
Foto: https://blog.myfitnesspal.com/spinach-and-cheese-omelet/

Spinach Omelette
Bahan:

        
  • 2 butir telur
  •     
  • 1/2 sdt unsalted butter
  •     
  • 1 sdm tomat yang sudah dipotong kecil-kecil
  •     
  • 10 gram bayam (atau kira-kira 2 sdm)
  •     
  • 1 sdm parutan keju rendah lemak
  •     
  • Garam dan lada secukupnya
Cara Membuat
        
  1. Kocok telur, garam, lada dalam mangkuk hingga teksturnya lembut dan sedikit berbusa. Semakin lama telur dikocok, maka semakin lembut tekstur omelette. 
  2.     
  3. Panaskan butter dalam wajan anti lengket dengan api sedang. Masukkan tomat dan bayam, masak selama kurang lebih 1 menit. Angkat & tiriskan.
  4.     
  5. Panaskan wajan kembali dengan api sedang, masukkan telur yang telah dikocok, biarkan hingga kurang lebih 20 detik. Gunakan spatula untuk mendorong telur yang masih mentah (cair) ke bagian tengah wajan, kemudian miringkan wajan untuk meratakannya kembali.
  6.     
  7. Masukan parutan keju beserta tomat dan bayam yang telah ditumis sebelumnya. Ganti ke api kecil, masak hingga 1 atau 2 menit, sampai telur sedikit padat.
  8.     
  9. Lipat telur menjadi setengah bagian, masak selama 10 atau 30 detik sampai mendapatkan tekstur omelette yang kamu suka (lembut atau hingga benar-benar padat). Angkat & sajikan.
Sumber: Hello Healthy
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id