sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Butuh Teman Cerita? Kenali Dulu Tipe Teman yang Bisa Kamu Ajak Curhat

Nisrina Salsabila | Kamis, 28 Jan 2021 20:00 WIB
Butuh Teman Cerita? Kenali Dulu Tipe Teman yang Bisa Kamu Ajak Curhat
caption
Jakarta -

Teman adalah salah satu bagian dari support group yang mendukung dan membantu kita dalam kondisi apapun. Nggak heran, kadangkala kita lebih merasa nyaman untuk mencurahkan masalah kepada teman daripada orang tua atau saudara.

Namun, jika membahas hal-hal privasi, tentunya kamu tidak bisa asal curhat ke sembarang teman. Ingat, akrab saja belum cukup, loh. Jangan sampai hal-hal privasimu justru malah tersebar karena salah memilih teman curhat. Jadi, pastikan kamu memilih teman cuhat yang punya kriteria berikut ini.

1. Punya Tingkat Keakraban yang Baik

teman curhat
Semakin tua circle pertemanan semakin kecil/Foto: Pinterest.com/lisahomsy

Indikator teman yang baik adalah seseorang yang akan hadir d isaat masa-masa sulit hidupmu. Tak melulu secara fisik, kehadiran virtual melalui sambungan telepon, video call ataupun chat juga dapat membantu.

Jadi, tidak semua teman yang akrab denganmu dan seru diajak bergaul bisa menjadi tempat kamu mencurahkan isi hati. Untuk mengetahuinya, lihatlah respon yang diberikan. Mulai dari jawabannya, ekspresi, gestur, dan intonasi suaranya. Realitanya, seseorang biasanya memiliki dua jenis hubungan pertemanan yang akrab: circle pertemanan yang seru untuk diajak bersenang-senang dan sisi lain juga punya circle pertemanan di mana kamu bisa nyaman menunjukkan kesedihan dan kerapuhanmu. Well, itu adalah hal yang wajar.

2. Tulus Peduli Padamu

teman curhat
Pilih yang tidak ada maksud terselubung/Foto: Pinterest.com/freundentraenen

Hidup dengan dikelilingi oleh orang-orang yang peduli kepada kita merupakan keinginan semua orang. Sebelum bercerita, pastikan temanmu benar-benar peduli kepada kamu. Untuk apa curhat panjang lebar jika lawan bicara tidak peduli dan hanya penasaran dengan kisahmu? Jadi, berhati-hatilah dalam memilih teman curhat, ya.

3. Terbukti Dapat Dipercaya

teman curhat
Pastikan curhatanmu tak akan tersebar/Foto: Pinterest.com/FeeSchoenwald

Kamu tentu tidak bisa serta-merta membahas hal sensitif kepada orang yang baru dikenal meskipun kalian memiliki banyak kesamaan. Semakin lama kamu berteman, kamu bisa memastikan apakah dia bisa dijadikan teman curhat melalui karakter dan sifat aslinya. Kemudian, pastikan juga seumpama temanmu termasuk orang yang bisa dipercaya atau malah tipe bermulut ‘ember’. Kamu tentu tidak mau isi curhatanmu tersebar ke orang lain, bukan?

4. Seorang Good Listener

teman curhat
Pilih teman yang mengerti dan mendengarkan/Foto: Pinterest.com/angelasunn_

Adakalanya, ketika mencurahkan isi hati kepada teman, kamu hanya perlu didengarkan, bukan untuk diberi pendapat. Respon yang baik pun akan membuatmu merasa dihargai. Oleh karena itu, beruntung jika temanmu termasuk orang yang bisa melihat situasi dan kondisi, kapan dia perlu berbicara dan kapan ia hanya perlu mendengarkan curhatanmu. Jangan sampai, niatanmu yang mau curhat ke dia malah terbalik jadi dia yang memotong ‘curcol’ (curhat colongan) ke kamu.

5. Solutif dan Tidak Menyesatkan

teman curhat
Solusi harus membangun, bukan menjatuhkan/Foto: Pinterest.com/thecoolhour

Menceritakan permasalahan pribadi terkadang perlu pandangan dari orang terdekat yang bisa memahami permasalahan kamu. Ini juga berkaitan dengan seberapa lama kamu dekat dengannya, sehingga ia bisa memahami perjalanan hidupmu. Penting sekali memilih teman curhat yang bisa memberi solusi baik untuk membantu memecahkan masalah. Bukan yang asal bicara, hingga akhirnya malah makin menyesatkan.

6. Say No to Toxic People

teman curhat
Jauhi toxic people/Foto: Pinterest.com/trendland

Pada dasarnya, curhat bertujuan untuk membuat perasaan lebih lega, bukan malah membuat makin down apalagi emosi. Oleh sebab itu, kamu harus berhati-hati dengan tipe orang toxic atau yang memperburuk pribadimu saat memilih teman curhat. Seperti pada poin sebelumnya, teman yang hanya asal berpendapat atau memberi respon kurang baik malah akan membuat pikiran juga emosimu semakin runyam. Lebih jauh, teman seperti ini bahkan bisa memprovokasi kamu untuk melakukan hal tidak baik.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id