sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan Kepada Teman yang Baru Putus

Agesti | Selasa, 05 Jan 2021 12:15 WIB
Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan Kepada Teman yang Baru Putus
caption

Sebagai sahabat, ketika mendengar teman sedang patah hati tentu kamu tidak akan tinggal diam. Langkah pertama yang biasanya akan diambil orang ketika melihat temannya patah hati adalah mendengar kisahnya dan memberi dukungan moral. 

Akan tetapi, bentuk dukungan yang diberikan seharusnya tak boleh asal karena beberapa bentuk dukungan justru membuatnya semakin terpuruk. Lho kok bisa?

Jangan Bicarakan Keburukan 

Ilustrasi pertemanan
Membicarakan keburukan mantan kekasih teman sama sekali tidak membantu dia bangkit. Sumber: Unsplash/Ilya Mondryk

Seperti dilansir dari Insider, menurut pakar hubungan sekaligus penulis buku “Breakup Bootcamp: The Science of Rewiring Your Heart”, menjelaskan beberapa hal yang ternyata bisa menyebabkan seseorang justru makin terpuruk ketika patah hati. Satu hal yang ia highlight adalah membicarakan keburukan mantan kekasih.

“Itu sangat tidak membantu dalam jangka panjang. Mungkin temanmu akan merasa baik untuk saat ini, tetapi akan merugikan di kemudian hari,” terang Amy Chan.

Oleh karena itu, Amy sama sekali tidak menganjurkan kita untuk mendukung teman yang baru putus dengan berbicara hal buruk mengenai mantan kekasihnya.

Menggali Sesuatu Tentang Mantan Kekasihnya

Ilustrasi teman
Menggali sesuatu tentang mantan kekasih teman malah akan menambah luka di hatinya. Sumber: Unsplash/The Creative Exchange

Ketika temanmu sedang bercerita mengenai kegalauannya akibat berakhirnya hubungan mereka, janganlah kamu menggali lebih dalam lukanya dengan mencari tahu sesuatu tentang mantan kekasih temanmu tersebut. Sebagai gantinya, Amy menyarankan untuk mengalihkan pikiran temanmu ketimbang menggali informasi mengenai mantan kekasihnya.

“Ketika seseorang mengalami putus cinta, mereka biasanya akan melakukan hal-hal yang sebenarnya sangat merugikan. Misalnya, mereka ingin mengisolasi diri hingga berhenti makan,” ungkap Amy.

Di sinilah peranmu sebagai teman sangat dibutuhkan. Jika temanmu terlihat kesulitan mengurus dirinya karena terpuruk maka alihkan fokusnya untuk mengerjakan hal lain yang lebih positif misalnya ajak jalan jalan dan terus aktif berkomunikasi.

Menyampaikan Kalimat Dukungan yang Salah

Ilustrasi teman
Ajak teman melakukan kegiatan positif untuk melupakan lukanya. Sumber: Unsplash/Ian Schneider

Banyak alasan yang bisa saja mendasari perpisahan temanmu dengan kekasihnya. Meski terkadang sulit memahami kegalauannya, jangan pernah sekali pun kamu mengatakan kalimat, “semuanya terjadi karena suatu alasan”.

Amy berpendapat bahwa kalimat itu malah bisa membuat seseorang yang merasa kehilangan menjadi semakin sedih. Alih-alih mengatakan hal itu, lebih baik kamu bilang kepada temanmu bahwa kamu siap untuk mendengar apapun yang ia ceritakan.

“Saya pikir yang dibutuhkannya saat ini adalah mengetahui bahwa dia tidak sendiri. Dia butuh untuk merasa aman, diperhatikan dan tidak dihakimi. Beri tahu temanmu untuk memilah dan tidak mendengarkan semua pendapat atau saran orang lain. Karena itu tidak membantunya untuk jangka panjang,” pungkasnya.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id