sign up SIGN UP

MAKE-UP

Yuk, Selamatkan Laut dengan Menerapkan Blue Beauty!

Dimitrie Hardjo | Jumat, 21 May 2021 10:15 WIB
Yuk, Selamatkan Laut dengan Menerapkan Blue Beauty!
caption
Jakarta -

Seiring rusaknya lingkungan akibat limbah, berbagai macam gerakan untuk menjaga bumi pun semakin marak. Semua yang berlabel eco-friendly menjadi nilai plus kala ini, termasuk dalam dunia kecantikan. Setelah muncul istilah seperti clean beauty dan green beauty yang berfokus pada pemakaian bahan-bahan organik atau berbahan dasar tanaman serta aman, baik bagi penggunanya maupun bagi bumi, istilah blue beauty pun muncul.

Namun, apa bedanya blue beauty dengan green beauty? Bagaimana blue beauty bisa berdampak pada lingkungan ya? Nah, mari ketahui selengkapnya di bawah ini, Beautynesian!

Mengapa muncul blue beauty?

Sampah plastik yang mengotori pantai dan laut.
Sampah plastik yang mengotori pantai dan laut. Foto: pexels.com

Gerakan blue beauty terbentuk sebagai salah satu solusi dari banyaknya limbah yang merusak ekosistem laut, terutama sampah plastik. Mengutip unesco.org, 200 juta plastik diproduksi setiap tahun dan berdasarkan iucn.org, 8 juta ton plastik dibuang ke laut setiap tahunnya. 

Ketika plastik ini dibuang, maka ia akan hancur menjadi serpihan-serpihan kecil, disebut micro-plastics yang akan berdampak buruk jika termakan hewan-hewan. Sekitar 1 juta burung laut dan 100.000 mamalia laut mati setiap tahunnya akibat sampah plastik tersebut.

Menjawab permasalahan itu, sebuah gerakan blue beauty yang bertujuan untuk mengurangi limbah plastik dikembangkan oleh Jeannie Jarnot, sang Founder, pada tahun 2018.

Jadi, apa itu blue beauty?

Blue beauty yang lebih dari sekadar ocean-friendly.
Blue beauty yang lebih dari sekadar ocean-friendly. Foto: pexels.com

Walaupun berhubungan dengan semua produk yang ocean-friendly, sebenarnya blue beauty lebih dari itu. Mengutip elle.com, Jeanie Jarnot menjelaskan brand blue beauty memastikan produknya tidak sekadar ramah lingkungan (dibuat secara etis dan dari bahan tidak berbahaya, tidak menghasilkan limbah, dan sebagainya), tapi juga berkontribusi kembali dan memberikan efek positif bagi lingkungan.

Jadi, berbeda dengan green beauty, blue beauty berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik dan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam produk kecantikan yang bisa berdampak buruk bagi laut. Salah satu cara yang dilakukan brand blue beauty yaitu menggunakan plastik dari limbah yang dibuang ke laut untuk membuat packaging.

Bagaimana kita menerapkan blue beauty?

Brand yang menerapkan blue beauty.
Brand yang menerapkan blue beauty. Foto: pinterest.com/thebeautyendeavor.com/
  1. Kita harus menyadari penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, seperti skincare dan makeup.
  2. Setelah kamu menyadari pentingnya tidak menimbulkan sampah plastik, kamu bisa kurangi penggunaan semua berbahan plastik yang sekali pakai, seperti sheet mask, produk sample, dan lain-lain.
  3. Carilah produk kecantikan yang sustainable dan ethically sourced, contohnya packaging hasil recycle dan reusable, diproduksi dengan menerapkan metode zero-waste, dan lain-lain.
  4.  Kamu memanfaatkan kembali kemasan kosong dari skincare atau makeup tersebut sehingga tidak ada sampah yang kamu buang atau dengan mendaur ulang.

Yuk, mulai bantu kurangi sampah plastik dari sekarang untuk selamatkan laut kita!

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id