sign up SIGN UP

MUSLIM

5 Sikap yang Perlu Diteladani dari Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Ingin Miskin

Dian Aprilia | Selasa, 27 Apr 2021 03:30 WIB
5 Sikap yang Perlu Diteladani dari Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Ingin Miskin
caption

Apakah kamu pernah mendengar atau mengenal sosok Abdurrahman bin Auf? Nama Abdurrahman bin Auf mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Umat Islam. Sebab beliau dikenal sebagai sahabat Nabi yang kaya raya dan rela mengorbankan seluruh hartanya untuk perjuangan dakwah.

Meski kaya raya, beliau tidak pernah tergila-gila pada harta. Bahkan salah satu cita-citanya yang hingga akhir hayat tak tercapai adalah menjadi miskin. Ia ingin hidup miskin seperti halnya Rasulullah SAW dan kebanyakan sahabat lainnya. Lantas apa saja akhlak baik dari Abdurrahman bin Auf?

Tidak Dibutakan Harta

Harta
Harta/pexels.com

Orang kaya biasanya semakin terpacu untuk mendapatkan harta yang lebih dan lebih. Sebab pada dasarnya setiap manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Namun tidak begitu halnya dengan sahabat kaya raya, Abdurrahman bin Auf.

Pada suatu ketika, Rasulullah SAW berkata, “Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya, sehingga dihisabnya paling lama. Mendengar hal tersebut Abdurrahman bin Auf pun berpikir keras, bagaimana caranya agar ia kembali menjadi miskin supaya dapat memasuki surga lebih awal.”

Menanggapi perkataan Rasulullah SAW tersebut, Abdurrahman merasa ketakutan dan mendambakan kemiskinan. Bahkan ia mengerahkan berbagai upaya demi membuat dirinya miskin.

Namun rezeki ada di tangan Allah SWT, sekeras apapun usaha Abdurrahman bin Auf untuk jadi miskin, apabila Allah tidak menghendaki, pasti akan tetap gagal. Dan terbukti, hingga akhir hayatnya, ia tetap memiliki banyak harta sebab keberkahan dari Allah SWT.

Sangat Dermawan

Muslim
Muslim/pexels.com

Demi jatuh miskin dan bangkrut, agar dihisab lebih cepat, Abdurrahman bin Auf menyedekahkan banyak hartanya untuk perjuangan Islam. Ia pernah membeli tanah, membangun pasar dan memberikannya secara cuma-cuma kepada pedagang muslim.

Tidak hanya itu, beliau juga pernah memborong kurma busuk untuk menyelamatkan ekonomi para sahabat.  Tapi kemudian atas izin Allah, kurma busuk yang telah dibeli tersebut malah ditawar dengan harga tinggi oleh penduduk di Yaman. Bukannya tambah miskin karena membeli kurma busuk, harta kekayaan Abdurrahman bin Auf malah berlipat ganda.

Rela Berkorban Demi Islam

Muslim
Muslim/pexels.com

Selain terkenal dengan kedermawanannya, Abdurrahman bin Auf juga dikenal sebagai sosok sahabat yang rela berkorban demi Islam. Beliau turut terlibat dalam perang Badar dan perang Uhud.

Dalam peperangan tersebut, beliau sampai harus kehilangan gigi, mendapat luka parah di tubuh dan bahkan kaki. Hingga ia berjalan dengan pincang dan berbicara cadel. Meski begitu, tidak ada sedikitpun keresahan dan rasa menyesal, sebab beliau yakin bahwa perjuangan tersebut adalah hal yang memang seharusnya ia lakukan.

Taat Terhadap Perintah Allah SWT

Muslim
Muslim/pexels.com

Tatkala Rasulullah SAW membutuhkan dana yang cukup banyak untuk perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf tampil di depan dan memberikan sumbangannya. Ia tak pernah merasa berat untuk memberikan hartanya demi perjuangan Islam. Saat itu, ia memutuskan untuk memberikan dua ratus uqiyah emas.

Saking besarnya nilai pemberian tersebut Rasulullah SAW sampai khawatir jika Abdurrahman bin Auf berlebihan dan tidak menyisakan harta untuk anak dan istrinya di rumah. Menanggapi kekhawatiran Rasulullah, Abdurrahman menjawab, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan.” Rasulullah SAW bertanya, “Berapa?”. Abdurrrahman menjawab mantap, “Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.”

Masyaallah, semoga umat Islam bisa meneladani akhlak baik dari Abdurrahman bin Auf. Apalagi mengingat saat ini memasuki momen Ramadan, yang inshaallah segala amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id