sign up SIGN UP

Sering Gagal Paham, Ini Perbedaan antara Ibadah Zakat, Infak dan Sedekah

Dian Aprilia | Jumat, 30 Apr 2021 17:00 WIB
Sering Gagal Paham, Ini Perbedaan antara Ibadah Zakat, Infak dan Sedekah
caption

Tak terasa, umat Islam sudah memasuki hari-hari pertengahan bulan Ramadan. Selain diperintahkan oleh Allah SWT untuk berpuasa, umat Islam juga wajib menunaikan zakat fitrah di akhir Ramadan. Selain zakat, umat islam juga mengenal ibadah lainnya yang hampir mirip dan sering disalahpahami, yakni infak dan sedekah.

Oleh sebab itu, agar semakin mantap dalam menjalankan ibadah tersebut, Umat Islam perlu mengetahui perbedaannya sehingga bisa mengamalkannya dengan benar. Berikut beautynesia.id telah merangkum perbedaan antara zakat, infak dan sedekah.

Segi Hukum

Masjid
Masjid/pexels.com

Perintah zakat, infak dan sedekah memiliki perbedaan nilai hukum. Zakat adalah ibadah yang berhukum wajib, jadi setiap umat Islam harus menunaikannya. Apabila tidak ditunaikan, maka akan mendapatkan dosa. Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam surat Al Baqarah ayat 43, yakni “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’.”

Sementara infak dan sedekah adalah ibadah yang bernilai sunnah. Jadi Umat Islam hanya dianjurkan untuk melakukannya saja. Jika dilakukan mendapat pahala, tapi jika tidak dilakukan tidak mendapat dosa. Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah SAW, "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas adalah yang memberi dan tangan di bawah adalah yang meminta." (HR. Muslim).

Objek yang Diberikan

Zakat adalah bagian dari harta yang wajib dikeluarkan setiap muslim jika memenuhi syarat yang ditetapkan. Ada dua bentuk zakat, yakni zakat mal dan zakat fitrah. Bentuk harta yang diberikan untuk menunaikan zakat ialah beras, uang, emas, perak, surat berharga, dan hewan ternak.

Sementara itu, infak ditunaikan dalam bentuk uang atau harta. Dan terakhir, sedekah bisa ditunaikan dengan uang atau harta, serta hal-hal yang bukan harta. Seperti halnya senyum, salam, ilmu, pikiran, tenaga dan berbagai macam lainnya.

Penerima

Fakir miskin
Fakir miskin/pexels.com

Penerima zakat terdiri dari 8 golongan yang disebut dalam Surat At Taubah ayat 60. "Sungguh zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana."

Sementara itu, penerima infak adalah keluarga terdekat sebagaimana yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 215, yang berbunyi “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.”. Sedangkan sedekah bisa diberikan untuk siapa saja.

Waktu Pelaksanaan

Zakat dilakukan selama satu kali dalam setahun. Untuk zakat fitrah dilaksanakan pada waktu menjelang hari Raya Idul Fitri. Sedangkan zakat mal dikeluarkan jika sudah mencapai nisab (batas terendah nilai harta wajib zakat) dan mencapai haul (waktu kepemilikan harta wajib zakat).

Sementara itu, untuk infak dan juga sedekah bisa ditunaikan kapan saja, tidak terbatas aturan waktu tertentu. Jadi kamu bisa menunaikannya seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan setahun sekali.

Nishab atau Takaran

Emas
Emas/pexels.com

Perhitungan zakat fitrah yang diberikan adalah 2,5 kg beras atau bahan makanan pokok. Sedangkan zakat mal adalah minimal 2,5% dari harta yang dimiliki selama satu tahun dan mencapai nishab.

Sementara itu, infak dan sedekah tidak memiliki batasan jumlah nominal. Jadi kamu bisa memberikan harta atau non harta (khusus sedekah) sesuai kemampuan dan keikhlasanmu.

Itulah 5 perbedaan dari zakat, infak dan sedekah yang perlu diketahui oleh Umat Islam. Semoga bermanfaat.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id