sign up SIGN UP

Biar Nggak Berujung Ribut, 10 Logical Fallacy atau Cacat Berpikir yang Wajib Kamu Hindari Saat Diskusi

Siti Mukaromah | Kamis, 14 Oct 2021 10:00 WIB
Biar Nggak Berujung Ribut, 10 Logical Fallacy atau Cacat Berpikir yang Wajib Kamu Hindari Saat Diskusi
Jakarta -

Penyampaian pendapat secara terbuka dalam sebuah diskusi memanglah suatu hal yang wajar. Namun, pernah nggak sih kamu mendapati diskusi yang berjalan alot sebab satu orang yang bikin kesal karena kesalahan dia dalam berlogika? Nah, fenomena ini sering disebut juga logical fallacy atau kesalahan dalam berlogika.

Dilansir dari The Best School, kesalahan berlogika adalah penyampaian retorika atau argumen yang cacat, menipu atau salah yang dapat dibuktikan dengan suatu penalaran.  Hal ini merupakan kekeliruan paling umum terjadi ketika adanya diskusi atau forum debat yang mengharuskan kita mempertahankan argumen.

Nah, tidak hanya sampai di situ. Untuk kesalahan berlogika ini ternyata ada jenisnya juga, Beauties. Dikutip dari laman yang sama setidaknya Beautynesia bisa menjabarkan 10 dari 15 jenis kesalahan berlogika yang umumnya sering kita temui.

Ad Hominem atau Mencela

Kekeliruan berlogika yang satu ini terjadi ketika pembicara mulai menyalahkan argumen lawan dengan menyerang pribadi penyampainya dan menganggap bahwa argumen yang lawan sampaikan tidak valid karena lawan dianggap sebagai sosok yang tidak kredibel.

Contohnya “Pak, sepertinya kita harus menghemat pendanaan karena berdasarkan berita terbaru pemerintah menaikkan harga material”, kemudian lawan bicaramu menjawab “Sudah! Kamu anak kecil tahu apa?.”

Logical fallacy
Diskusi/pexels.com/RF._.Studio

Slippery Slope alias “Ya Nggak Gitu Juga”

Slippery slope terjadi ketika seseorang beranggapan jika kesalahan kecil dapat berdampak pada suatu hal yang besar. Meskipun tanpa adanya pembuktian yang valid di baliknya. Contohnya “Hari ini warga miskin di desa A meminta hak mereka, besok mereka akan meminta lebih dari hak mereka, lusa mereka bisa jadi menindas kita. Oleh karena itu, jangan berikan hak itu pada desa A."

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id