sign up SIGN UP

LIFE

Keseruan dYouthizen Virtual Class 2020

Anastasia Martina | Jumat, 20 Nov 2020 10:00 WIB
Keseruan dYouthizen Virtual Class 2020
caption
Jakarta -

Menjadi sesi kelima yang diadakan tahun 2020, d’Youthizen Virtual Class telah diselenggarakan pada tanggal 15-16 November 2020. d’Youthizen Virtual Class adalah sebuah event yang membahas seputar perkembangan industri digital dan content creation bagi seluruh mahasiswa Indonesia.

d'Youthizen mengundang dosen tamu yang menarik dari kalangan praktisi, tokoh inspirasi, influencer, dan selebriti. Kelas ini bersifat interaktif sehingga peserta dapat mengajukan pertanyaan kepada dosen tamu.

shafira umm
d'Youthizen Virtual Class/sumber foto:detik.com/dyouthizen/shafira umm

Acara ini dipandu oleh presenter Shafira Umm yang berperan sebagai dosen pembimbing. Dosen tamu yang mengisi mata kuliah di d'Youthizen Virtual Class antara lain, Elvan Dany Sutrisno, vice editor in chief detikcom, Risa Rismayanti, product manager Vivo Indonesia serta content creator, Gita Savitri dan Jang Hansol.

d’Youthizen Virtual Class juga dimeriahkan oleh penampilan spesial dari penyanyi Kevin Hugo dan Rheno Poetiray.

Elvan Dany Sutrisno
d'Youthizen Virtual Class/sumber foto: detik.com/dyouthizen/Elvan Dany Sutrisno

Sesi pertama diisi oleh Elvan Dany Sutrisno, vice editor in chief Detikcom dengan tema Media Massa vs Media Sosial menjelaskan mengenai perbedaan antara media massa konvensional dan media sosial.

Ia menjelaskan dunia digital sebagai masa depan dari media mengingat semakin banyaknya media konvensional yang multiplatform. Selain itu, ia juga membagikan pengalamannya menjadi jurnalis di detikcom.

Beliau juga memberikan masukan dan saran bagi para youthizen yang ingin berkecimpung di bidang jurnalistik. Ada pula tips dari mas Elvan untuk menghadapi narasumber yang memberikan sedikit jawaban saat diwawancarai.

“Bermainlah dengan data. Riset sebelum wawancara itu penting,” ujarnya.

Gita Savitri
d'Youthizen Virtual Class/sumber foto: detik.com/dyouthizen/Gita Savitri

Sesi kedua hari pertama diisi oleh content creator Gita Savitri dengan tema Pilih Mana? Menjadi Influencer atau Selebgram? Dalam kesempatan ini, Gita memberikan pendapatnya mengenai pengaruh teknologi digital terhadap Gen Z.

Youtuber sekaligus penulis ini juga mengajak para youthizen untuk menggunakan influencing power secara bijak untuk menciptakan perubahan.

Di hari kedua d'Youthizen Virtual Class, dosen tamu yang hadir adalah Risa Rismayanti, product manager Vivo Indonesia dan Jang Hansol, content creator Korea Reomit.

Sesi pertama dibawakan oleh dosen tamu Risa Rismayanti yang membawakan tema Modal Utama Dunia Digital: Kepo. Risa menjelaskan pentingnya bersikap kepo terhadap profesi product manager yang digelutinya.

Bagi Risa, sikap kepo penting untuk mengetahui situasi dan kondisi pasar, langkah yang tepat untuk memasarkan produk, dan perencanaan yang efisien dan efektif dalam hal waktu, biaya, dan energi.

Risa Rismayanti
d'Youthizen Virtual Class/sumber foto: detik.com/dyouthizen/Risa Rismayanti

Selain pentingnya punya rasa kepo, Risa juga menjelaskan dampak dari tidak memiliki sikap kepo, antara lain gagal mengeksekusi plan, message produk menjadi tidak jelas, dan ketidaksiapan menghadapi keluhan konsumen.

Kemudian, cara menjadi kepo menurut Risa adalah dengan melakukan riset dan berpikir secara out of the box.

Sedangkan, sesi kedua hari kedua diisi oleh Jang Hansol dengan tema Memaksimalkan Potensi Diri. Melalui virtual class kali ini, Jang Hansol mengajak untuk mempelajari lebih dalam tentang Indonesia untuk memaksimalkan potensi diri.

Jang Hansol
d'Youthizen Virtual Class/sumber foto: detik.com/dyouthizen/Jang Hansol

Berdasarkan pengalamannya menjelajah beberapa wilayah Indonesia, Hansol menyadari bahwa masih banyak sekali kekayaan Indonesia yang belum dipelajari dan diketahui keistimewaannya. Maka dari itu, Jang Hansol mengajak youthizen untuk menggali potensi Indonesia lebih dalam untuk memaksimalkan potensi diri dan potensi daerah.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id