sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Cara Mengatasi Luka Bakar Pada Anak-Anak

Rumaysha Milhania | Selasa, 07 Jul 2020 21:00 WIB
Cara Mengatasi Luka Bakar Pada Anak-Anak
caption
Jakarta -

Saat si kecil terkena luka bakar, seperti ketika bermain kembang api atau tersiram air mendidih, pastikan kamu tahu betul bagaimana penanganan yang tepat untuk mencegah luka menjadi semakin parah.

Penanganan pertama pada luka bakar dilakukan dengan mengalirkan air dingin pada bagian luka untuk meredakan panas.
Luka Bakar/ Sumber: Freepik.com

Pada dasarnya, ada tiga tingkat luka bakar yang perlu diketahui untuk dapat mengidentifikasi cara memperlakukan luka dengan cepat dan efisien.

  • Luka bakar tingkat pertama. Kulit tampak berubah merah, tetapi tidak ada tanda lecet. Agak menyakitkan dengan rasa seperti terbakar matahari.
  • Luka bakar tingkat kedua. Lapisan luar kulit terbakar dengan sebagian jaringan dermis rusak. Luka bakar akan sangat menyakitkan dan kemungkinan akan menampilkan kondisi lepuh.
  • Luka bakar tingkat ketiga. Kulit akan hangus dan tampak berwarna putih. Epidermis dan dermis (dua lapisan kulit teratas) mengalami kerusakan.

Setiap luka sebaiknya harus segera mendapatkan perhatian medis. Setiap luka bakar yang melepuh dan membengkak, yang menutupi area yang lebih besar dari ukuran tangan anak, serta luka bakar yang berada di tangan, kaki, wajah, alat kelamin, atau di atas sendi adalah cedera serius dan harus segera mendapatkan penanganan dari dokter anak di ruang gawat darurat. 


Jangan memecahkan luka lepuh pada kulit yang mengalami luka bakar untuk menghindari infeksi.
Luka Bakar pada Anak/ Sumber: Freepik.com

Namun, jika si kecil hanya mengalami luka bakar ringan, kamu dapat menanganinya di rumah dengan perawatan yang tepat. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menangani luka bakar yang ringan pada anak-anak.

  1. Segera dinginkan luka bakar. Saat anak tersiram air panas atau menyentuh panci yang masih mendidih, segera siram bagian tubuh yang terluka dengan air dingin mengalir di selama sekitar lima menit. Cara ini dapat membantu menghentikan proses pembakaran dan mengurangi rasa sakit dan bengkak pada bagian tubuh yang terluka. Jangan menaruh es pada luka bakar dan jangan menggosok luka bakar karena cara tersebut dapat memperburuk kondisi luka. Pada kulit yang melepuh, jangan memecahkan lepuh karena ini dapat beresiko menyebabkan infeksi di lokasi luka bakar.
  2. Tutup luka bakar. Tutupi area yang terbakar dengan perban bersih yang tidak akan menempel pada kulit dengan terbakar. Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi serta mengurangi rasa sakit dan perih pada luka.
  3. Jaga area luka bakar tetap steril. Jaga kebersihan lokasi luka dengan mencuci secara lembut dan perlahan menggunakan sabun dan air. Jangan mengoleskan salep apapun ke bagian luka kecuali mendapatkan resep khusus dari dokter anak. Jangan pernah mengoleskan mentega, minyak, odol atau obat rumahan lainnya ke luka bakar sebelum karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

Apakah Luka Bakar Akan Meninggalkan Bekas?

Semakin dalam luka bakar, semakin besar kemungkinan luka tersebut akan berbekas. Luka bakar ringan yang tidak melepuh biasanya dapat sembuh tanpa menimbulkan jaringan parut. Sedangkan luka bakar yang membentuk biasanya membentuk bekas luka atau setidaknya sembuh dengan tampilan warna kulit yang berbeda dari warna kulit di sekitarnya.

Untuk meminimalkan risiko munculnya jaringan parut, tutupi luka bakar sampai sembuh dengan kulit baru.
Bekas Luka Bakar/ Sumber: Freepik.com

Untuk meminimalkan risiko munculnya jaringan parut, tutupi luka bakar sampai sembuh dengan kulit baru. Jika luka sudah kembali pulih, tidak masalah untuk membiarkan luka bakar tetap terbuka, tetapi pastikan untuk melindunginya dari sinar matahari selama untuk menghindari kulit menjadi gelap. Perlindungan pada paparan sinar matahari dapat dilakukan dengan menggunakan pakaian panjang dan tabir surya.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id