sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Jangan Sepelekan, Ini Dia Pentingnya Zat Besi untuk Bayi dan Anak-Anak

Rumaysha Milhania | Sabtu, 20 Jun 2020 09:00 WIB
Jangan Sepelekan, Ini Dia Pentingnya Zat Besi untuk Bayi dan Anak-Anak
caption
Jakarta -

Semua orangtua tentu sangat menginginkan yang terbaik untuk anak. Itulah sebabnya, beragam asupan gizi dan nutrisi akan menjadi perhatian utama untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya agar tetap optimal. Salah satu yang kerap menjadi perhatian adalah asupan zat besi.

Seorang ibu menyuapi anaknya yang masih balita.
Ibu menyuapi anak/ Sumber: Pexels.com

Sama seperti tubuh orang dewasa pada umumnya, tubuh anak-anak membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yang bekerja untuk membawa oksigen melalui darah ke semua sel di seluruh tubuh. Jika seseorang tidak memiliki cukup zat besi, sel darah merah akan menjadi lebih kecil dengan warna yang lebih pucat. Inilah yang nantinya dikenal dengan kondisi anemia. Tentu ini bukanlah kondisi yang baik, dan jika dibiarkan anemia dapat menghambat aliran oksigen ke seluruh tubuh dan otot.

Tidak hanya orang dewasa, bayi dan anak-anak juga membutuhkan zat besi agar otak mereka berkembang secara normal dan optimal. Nah, simak ulasan tentang pentingnya asupan zat besi untuk anak-anak berikut ini.


Tanda Anak Kurang Zat Besi

Ketika bayi tidak mendapatkan cukup zat besi, mereka mungkin menunjukkan tanda-tanda ini:

  • Pertambahan berat badan yang terhambat.
  • Kulit tampak pucat.
  • Kurangnya nafsu makan.
  • Rewel.

Bayi dengan kondisi kekurangan zat besi cenderung kurang aktif secara fisik dan berkembang lebih lambat. Selain itu, kekurangan zat besi pada anak-anak juga dapat memengaruhi fokus dan konsentrasi mereka saat belajar di sekolah. Tidak hanya itu, kadar zat besi yang rendah juga membuat mereka lebih mudah lelah.

Berapa Asupan Zat Besi yang Dibutuhkan Anak?

Pada dasarnya, bayi lahir dengan cadangan zat besi yang ia peroleh dari darah ibu saat mereka berada di dalam kandungan. Selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi yang disusui juga akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan semuaya dari asupan ASI. Apabila ASI memang tidak bisa diberikan pada anak di bawah 6 bulan, kamu bisa mencari alternatif susu formula yang diperkaya zat besi. Untuk lebih jelasnya, simak ringkasan kebutuhan asupan zat besi anak sesuai dengan usianya berikut ini:

Tabel ini menggambarkan jumlah zat besi yang dibutuhkan anak sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya.
Kebutuhan Zat Besi Anak/ Sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/

Makanan dengan Kandungan Zat Besi Tinggi

Perlu kamu ketahui, pada dasarnya, ada 2 macam makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi:

  1. Zat besi hewani, yaitu zat besi yang ditemukan pada daging dengan kecenderungan lebih mudah diserap oleh tubuh.
  2. Zat besi nabati berasal dari tanaman seperti kacang-kacangan, sayuran, dan sereal.
Sayuran hijau adalah salah satu makanan yang menjadi rekomendasi untuk asupan kaya zat besi.
Sayuran hijau/ Sumber: Pexels.com

Berikut beberapa makanan yang kaya akan zat besi:

  • Daging-dagingan, seperti daging sapi, domba, kambing, sapi muda, hati, ayam, kalkun.
  • Ikan dan beragam jenis makanan laut. Tapi ingat, bayi di bawah 1 tahun tidak disarankan utnuk makan kerang seperti lobster atau kepiting.
  • Telur. Akan tetapi hindari memberikan putih telur untuk bayi di bawah 1 tahun.
  • Biji-bijian dan sereal yang diperkaya zat besi, roti gandum, roti kaya, pasta dan nasi.

Sumber zat besi lainnya:

  • Kacang-kacangan: kacang polong, lentil, kacang polong dan kacang kering.
  • Sayuran: bayam, brokoli, kubis, kacang hijau, kacang.
(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id