sign up SIGN UP

SKINCARE

7 Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari

Sheren Alicia | Rabu, 05 Aug 2015 01:30 WIB
7 Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari
caption
Musim panas dan liburan terkadang sering dijadikan waktu untuk pergi berlibur ke pantai, bermain air, dan berjemur di tepi pantai. Memang menenyenangkan, tetapi jika tidak hati-hati, maka kulit bisa terbakar akibat paparan sinar matahari yang terik. Kulit yang terbakar tersebut pastinya akan terasa sakit dan perih. Lalu, bagaimana cara mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari?

1. Segera Dinginkan Kulit


Hal pertama yang harus dilakukan saat kulit Minasan terbakar sinar matahari adalah segera dinginkan dengan cara dikompres. Minasan bisa menggunakan air dingin yang ditambahkan beberapa es batu dan kemudian ditaruh di area kulit yang terbakar. Selain itu, Minasan juga bisa menggunakan kipas angin untuk mendinginkan kulit tubuh yang terasa panas.

2. Hindari Penggunaan Sabun


Jangan menggunakan sabun saat kulit terbakar sinar matahari! Penggunaan sabun hanya akan memperparah kondisi kulit. Kandungan yang terdapat dalam sabun bisa membuat kulit semakin kering dan menimbulkan iritasi. Jika Minasan tetap ingin menggunakan sabun saat mandi, maka gunakanlah sabun yang memiliki kandungan kimia yang lebih sedikit dan lebih ringan. Pastikan juga Minasan membilasnya dengan bersih. Setelah selesai, ambil handuk kering dan tepuk-tepuk kulit secara perlahan sebagai cara untuk mengeringkannya. Jangan menggosok kulit karena akan membuat kulit terasa semakin perih.

5. Gunakan Bahan Alami untuk Menenangkan dan Menyejukkan Kulit


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu cara untuk mengurangi rasa sakit dan kering akibat kulit yang terbakar sinar matahari adalah dengan menggunakan lotion pelembab. Jika Minasan tidak ingin menggunakan lotion pelembab yang mengandung bahan kimia, maka Minasan bisa membuatnya sendiri. Minasan bisa menggunakan susu dingin untuk mengompres kulit. Minasan juga bisa gunakan baking soda yang dicampurkan dengan air (hingga membentuk pasta atau mengental) untuk dioleskan ke area kulit yang terbakar.

6. Hindari Sinar Matahari


Untuk sementara waktu, sebaiknya Minasan menghindari paparan sinar matahari terik secara langsung. Kulit yang terbakar sinar matahari biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan agar kulit pulih kembali ke keadaan normal. Terbakarnya kulit membuat kulit menjadi lebih sensitif sehingga apabila terkena sinar matahari, maka proses terbakarnya kulit akan menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Oleh karena itu, gunakanlah krim tabir surya saat Minasan hendak keluar ruangan dan gunakan baju lengan panjang agar kulit terhindar dari paparan sinar UV secara langsung.

7. Segera Hubungi Dokter


Jika Minasan telah melakukan beberapa cara di atas namun kulit tidak menunjukkan kondisi yang lebih baik, maka sebaiknya Minasan segera hubungi dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut. Terlebih jika timbul blister (sejenis gelembung yang berisi air pada kulit karena kulit terkena panas) dan mengganggu. Perhatikan juga apakah Minasan mengalami tanda-tanda dehidrasi atau tidak. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Mencegah Sunburn


Jika cara di atas adalah untuk menangani kulit terbakar matahari, maka bagaimana cara untuk mencegahnya? Yang pasti adalah menghindari sinar matahari. Sinar matahari paling terik terjadi antara jam 10 pagi hingga 4 sore. Oleh karena itu, saat ingin melakukan aktivitas di luar pada jam-jam tersebut, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya dengan kandungan setidaknya SPF 30 sekitar 30 menit sebelum keluar ruangan. Oleskan tabir surya ke seluruh tubuh termasuk telinga, leher, tangan, dan kaki. Ulangi pemakaian tabir surya setiap dua jam sekali atau sesering yang diperlukan.
Foto: https://www.morenature.com/news/sun-protection-factor-what-spf-sunscreen-should-i-use-when-to-wear
Foto: https://www.blockislandorganics.com/Blog/post/2013/10/09/How-Much-Sunscreen-Should-You-Use.aspx
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id