sign up SIGN UP

LIFE

Mengenal dan Mengatasi Alergi Kucing dari Pengalaman Zaskia Adya Mecca

S Saraswathi | Senin, 23 Sep 2019 05:00 WIB
Mengenal dan Mengatasi Alergi Kucing dari Pengalaman Zaskia Adya Mecca
caption
Belum lama ini, kejadian tidak menyenangkan terjadi pada putri sulung Zaskia Adya Mecca, Kana Sybilla Bramantyo, atau lebih dikenal dengan Sybill. Pada video yang diunggah Zaskia di akun Instagramnya, terlihat bibir bagian atas Sybill bengkak. Ternyata, Sybill memiliki alergi kucing tingkat lima. Hal ini diungkapkan Zaskia pada caption di video Instagramnya tersebut. Untuk lebih mengenali tentang gejala dan cara mengatasinya, simak di bawah ini ya.

Deteksi Awal Alergi Kucing


Foto: https://www.instagram.com/zaskiadyamecca/

Gejala umum biasanya adalah sakit mata, bisa juga terlihat dari alergi kucing pada kulit yang gatal. Beberapa pemilik kucing tidak pernah menyadari jika mereka alergi terhadap kucing, mereka akan berpikir penyebabnya adalah debu, atau terkena virus. Jika gejala yang kamu dapatkan bertambah parah ketika berada di dekat si kucing, atau ketika mereka tidur di tempat tidurmu, lebih besar kemungkinan kamu memiliki alergi. Jika sudah parah, gelajanya akan semakin terlihat seperti yang dialami oleh Sybill, bibirnya jadi membengkak.
 


Penyebab Alergi Kucing


Foto: Istimewa

Bukan cuma karena bulunya, kontak dari sel kulit mati, air liur dan urine yang sudah terkontaminasi bakteri serta virus adalah penyebab alergi kucing sesungguhnya. Saat tubuh kucing melepaskan sel kulit mati, atau ketika kucing menjilati tubuhnya dengan air liur, bakteri dan virus yang ada pada kulit mati dan air liur tersebut akan berpindah ke bulu kucing.

Pada saat tangan menyentuh bulu kucing, atau bulu kucing terlepas dan tanpa disadari terhirup oleh hidung, bakteri atau virus pada bulu kucing masuk ke dalam tubuh. Sampai di dalam tubuh, sistem imun mendeteksi bahaya tersebut dan segera memproduksi zat antibodi untuk melakukan perlawanan. Akibatnya, terjadilah reaksi alergi bulu kucing ini. Reaksi alergi kucing bisa terjadi sesaat setelah atau beberapa jam setelah penderita melakukan kontak langsung dengan kucing.


Gejala dan Ciri-Ciri Alergi Bulu Kucing


Foto: Istimewa

Alergi bulu kucing umumnya ditandai oleh sejumlah gejala yang mirip dengan alergi lainnya. Ada yang sifatnya ringan dan berlangsung sebentar, namun tak menutup kemungkinan reaksi alergi yang muncul cukup serius sehingga perlu penanganan medis sesegera mungkin.

        
  • Bersin

Ciri-ciri alergi bulu kucing yang mudah dikenali adalah hidung bersin. Gejala ini acap kali luput dari perhatian banyak orang. Alih-alih alergi kucing, mayoritas dari kita menganggap jika bersin yang terjadi akibat reaksi alergi debu. Jika kamu memiliki kucing peliharaan dan sering bersin-bersin, bisa jadi kamu mengidap alergi kucing.

        
  • Gatal

Alergi terhadap kucing juga lazim ditandai oleh gejala gatal-gatal pada sejumlah bagian tubuh, seperti mata dan kulit. Reaksi alergi kucing ini munculnya berbeda-beda. Ada yang sesaat setelah menyentuh bulu kucing, ada juga yang baru merasakan beberapa jam atau hari setelahnya, tergantung kemampuan respons sistem imun masing-masing.

        
  • Bengkak

Gejala alergi bulu kucing juga bisa berupa pembengkakan pada mata. Selain bengkak, mata bisa saja berair. Sama seperti ciri-ciri alergi kucing berupa gatal, pembengkakan pada mata dapat langsung muncul beberapa menit setelah terpapar bulu kucing, atau dalam kurun waktu beberapa jam hingga hari kemudian.

        
  • Peradangan

Sinus yang meradang sehabis anak menyentuh kucing menjadi pertanda lainnya bahwa sebenarnya anak mengidap alergi kucing. Gejala ini tergolong cukup serius, dan bergantung pada seberapa besar sensitivitas sistem imun. Penderita perlu memeriksakan diri ke dokter. Manakala mengalami ciri alergi kucing yang satu ini.

        
  • Sesak napas

Sayangnya, alergi kucing juga tidak lepas dari gejala syok anafilaksis, yakni suatu kondisi reaksi alergi yang tergolong parah dan bahkan bisa mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Syok anafilaksis akibat reaksi alergi kucing umumnya berupa penyumbatan pada tenggorokan yang kemudian mengakibatkan sesak napas.

Jika tidak segera ditangani, sesak napas bisa membahayakan kamu. Oleh sebab itu, segera periksakan diri ke dokter dan jauhkan diri dari kucing.


Pencegahan Alergi


Foto: Istimewa

Alergi bulu kucing dapat dicegah dengan menjauhkan diri dari kucing. Jika kamu memiliki hewan peliharaan kucing, sebaiknya jangan ditempatkan di dalam rumah. Bersihkan rumah secara teratur. Khusus alat rumah tangga seperti karpet dan kasur, bersihkan menggunakan vacuum cleaner. Usahakan rumah tetap bersih dan higienis, karena memang jika memiliki masalah alergi yang berkaitan dengan kulit, kita harus ekstra berhati-hati dan bersih.
 


Pengobatan Alergi Kucing


Foto: Istimewa

Jika  mengalami gejala alergi kucing, maka penggunaan obat jenis antihistamin adalah langkah efektif guna meredakan reaksi alergi tersebut. Antihistamin berfungsi untuk menghambat pelepasan histamin yang menjadi pemicu reaksi alergi.

Antihistamin terdiri dari dua golongan, yakni generasi pertama (clemastine, chlorphenamine, ketotifen, alimemazine, hydroxyzine), dan generasi kedua ((loratadine, cetirizine, fexofenadine). Namun, untuk reaksi alergi berupa pembengkakan, dokter akan menyarankan kamu untuk mengonsumsi obat-obatan dari kelompok kortikosteroid. Sedangkan syok anafilaksis dapat diredakan dengan suntikan adrenalin.


(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id