sign up SIGN UP

LIFE

Tradisi-tradisi Unik Menyambut Bulan Puasa di Indonesia

DianaSkai | Jumat, 19 Jun 2015 05:00 WIB
Tradisi-tradisi Unik Menyambut Bulan Puasa di Indonesia
caption
Tak terasa bulan puasa telah datang. Setiap tahunnya, umat Islam memiliki banyak cara unik menyambut bulan suci penuh berkah ini termasuk di Indonesia. Di banyak daerah di Tanah Air, penduduknya memiliki aneka tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadhan. Berikut ini beberapa tradisi unik dalam rangka menyambut bulan Ramadhan di Indonesia.

Balimau


Balimau atau dalam bahasa Indonesia berarti berlimau, merupakan tradisi unik yang biasa digelar orang Minang menjelang Ramadhan. Masyarakat Minang biasanya menggunakan limau untuk mencuci rambut yang bermakna menyucikan diri menyambut Ramadhan.
Foto: https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/06/10/18975/

Meugang


Di Aceh atau yang akrab disebut dengan Serambi Mekah, warganya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan menyembelih kambing atau kerbau. Tradisi ini disebut Meugang. Konon kabarnya tradisi Meugang sudah ada sejak tahun 1400 Masehi, atau sejak jaman raja-raja Aceh.
Foto: https://bisnis.liputan6.com/read/2113541/hari-meugang-harga-daging-sapi-masih-stabil-di-aceh

Munggahan


Orang Sunda sudah pasti tahu tradisi Munggahan. Dalam tradisi Munggahan akan berkumpul seluruh anggota keluarga, sahabat bahkan teman-teman untuk saling bermaafan. Munggahan ini akan dilanjutkan dengan menikmati berbagai sajian makanan khas Sunda.
Foto: https://www.isigood.com/wawasan/tradisi-menyambut-bulan-ramadhan-inilah-yang-akan-menghadirkan-kenangan-indah-kampung-halamanmu/

Padusan


Masyarakat di wilayah Yogyakarta dan Jawa tengah melakukan Padusan sebagai tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tradisi ini dilakukan dengan berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air. Tradisi Padusan memiliki makna membersihkan jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa, sehingga bersih secara lahir dan batin.
Foto: https://www.isigood.com/wawasan/tradisi-menyambut-bulan-ramadhan-inilah-yang-akan-menghadirkan-kenangan-indah-kampung-halamanmu/

Dugderan


Nama Dugderan sendiri berasal dari kata Dug dan Der. Kata Dug diambil dari suara dari bedug masjid yang ditabuh berkali-kali sebagai tanda datangnya awal bulan Ramadhan. Sedangkan kata Der sendiri berasal dari suara dentuman meriam yang disulutkan bersamaan dengan tabuhan bedug. Karena sudah berlangsung lama, tradisi Dugderan ini pun sudah menjadi semacam pesta rakyat di Semarang. Meski sudah jadi semacam pesta rakyat berupa tari japin, arak-arakan hingga tabuh bedug oleh Walikota Semarang, tetapi pengumuman awal puasa tetap menjadi puncak dugderan.
Foto: https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00053675.html

Festival Jalur Pacu


Festival Jalur Pacu adalah sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter. Festival Pacu Jalur ini merupakan acara adat yang sudah turun temurun di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Festival tersebut diadakan untuk memperingati sekaligus memeriahkan hari-hari besar umat Islam. Seperti Maulud Nabi, Idul Fitri atau Tahun Baru Muharam (1 Sura).
Foto: https://zipoer7.wordpress.com/2011/07/25/tradisi-pacu-jalur-di-bulan-syaban/
Itulah beberapa tradisi dalam menyambut bulan Ramadhan di Nusantara. Tradisi-tradisi ini jadi membuat rindu kampung halaman ya, Minasan?
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id