5 Fakta Menarik di Balik Yukata, Pakaian Tradisional Asal Jepang

Gita Welastiningtias | Beautynesia
Minggu, 01 Nov 2026 20:00 WIB
5. Makna Desain Yukata
Makna desain yukata/foto: matcha-jp

Yukata adalah pakaian tradisional ikonis asal Jepang yang masih popular sampai saat ini. Sebagian orang menganggap bahwa yukata sama dengan kimono, padahal keduanya memiliki sejarah dan makna yang berbeda.

Pakaian ini terbuat dari katun ringan tanpa lapisan yang biasanya digunakan saat musim panas di Jepang untuk menghadiri sebuah festival. Bentuknya yang unik membuat orang lain penasaran dan ingin mempelajari fakta menarik yukata. Kalau Beauties juga penasaran bisa simak penjelasannya di bawah ini!

1. Asal Usul Yukata

Asal usul yukata/foto: japan.travel

Mengutip laman MATCHA, yukata awalnya digunakan sebagai jubah mandi oleh bangsawan pada periode Heian (794 – 1185) dan kemudian dipakai oleh masyarakat umum Era Edo (1603-1868).

Seiring berjalannya waktu, yukata mulai digunakan untuk aktivitas santai seperti pertemuan sosial di musim panas. Yukata memiliki pola warna-warni dengan motif bunga, kembang api, dan simbol tradisional lainnya.

2. Jenis Yukata

Jenis yukata/foto: japan.travel

Yukata terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan dengan ukuran panjang dan warnanya. Yukata pria memanjang sekitar 10 sentimeter dari ketiak dan warnanya gelap.

Adapun yukata perempuan panjangnya sekitar 20 sentimeter dari ketiak serta warnanya lebih cerah dan motifnya beragam. Yukata yang digunakan perempuan dewasa juga berbeda dari warnanya yang kurang mencolok dibandingkan yukata anak-anak muda.

Aksesori pelengkap yukata berupa kipas tangan lipat atau kantong kecil bertali serut yang dikenal dengan kinchaku. Biasanya, kinchaku digunakan untuk menyimpan ponsel saat bepergian. Ada juga aksesori lainnya seperti ikat pinggang obi dan sandal geta yang digunakan tanpa kaus kaki.

3. Sering Dianggap sama dengan Kimono

Sering dianggap sama dengan kimono/foto: matcha-jp

Mengutip dari Japan Endless Discovery, kimono adalah pakaian tradisional formal sedangkan yukata sifatnya lebih kasual. Kimono biasanya digunakan untuk upacara minum teh, pernikahan tradisional, dan acara formal lainnya.

Sedangkan yukata bisa digunakan saat menghadiri festival musim panas bersama teman-teman. Kimono terbuat dari sutra, katun, dan wol sedangkan yukata terbuat dari katun atau campuran rami dan katun.

4. Waktu yang Tepat Menggunakan Yukata

Waktu yang tepat menggunakan yukata/foto: matcha-jp

Fakta unik yukata berikutnya adalah biasanya digunakan saat bulan-bulan musim panas karena bahannya cocok di cuaca terik. Kalau Beauties mengunjungi festival kembang api atau hanabi taikai, pasti melihat warga setempat mengenakan yukata.

Tidak hanya itu, warga setempat juga mengenakannya saat festival bon-odori Buddha sebagai bentuk penghormatan pada leluhur. Beberapa ryokan (penginapan tradisional Jepang), masih ada yang menawarkan yukata untuk tamu mereka. Biasanya tamu menjadikannya jubah mandi di onsen.

5. Makna Desain Yukata

Makna desain yukata/foto: matcha-jp

Yukata Jepang dirancang dengan mempertimbangkan musim seperti motif momoji yang berarti daun musim gugur. Ada juga yukata bermotif capung yang berarti harapan untuk hari-hari sejuk di musim gugur mendatang.

Sebagian lagi membuat yukata dengan motif kembang api di musim panas atau maple untuk menantikan musim gugur. Yukata perempuan biasanya bermotif imut, lembut, dan halus dengan warna cerah yang cocok di kulit. Sedangkan yukata pria memiliki warna yang tidak mencolok yang melambangkan keanggunan dan kekuatan.

Itulah penjelasan singkat mengenai fakta yukata asal Jepang yang punya sejarah panjang. Semoga bermanfaat ya, Beauties!

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE