5 Penyebab Warna Genuine Leather Berubah

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Selasa, 29 Sep 2026 11:00 WIB
Terlalu Sering Terkena Panas
Genuine leather juga bisa rusak kalau terlalu sering terkena panas yang tinggi/Foto: pexels.com/Milan

Genuine leather adalah kulit asli yang diolah menjadi material yang kuat, awet, dan punya karakter yang sulit ditiru bahan sintetis. Selain memberikan kesan mewah, material ini juga semakin menarik seiring pemakaian. Nggak heran kalau banyak orang memilih produk berbahan genuine leather, mulai dari sepatu, tas, jaket, hingga dompet.

Namun, karena berasal dari bahan alami, warna dan permukaannya bisa berubah seiring waktu. Supaya tampilannya tetap terjaga dan nggak cepat berubah, kamu perlu tahu apa saja yang bisa memengaruhi warna genuine leather.

Apa saja penyebabnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Paparan Sinar Matahari

Penyebab genuine leather rusak.
Penyebab genuine leather rusak/Foto: pexels.com/Emil Kalibradov

Sinar matahari menjadi salah satu hal yang bisa mengubah warna genuine leather. Jika terlalu sering terkena sinar matahari langsung, warna kulit bisa memudar atau berubah menjadi lebih kusam. Dalam jangka panjang, paparan sinar UV juga dapat membuat permukaan leather terlihat kering, tua, dan lebih cepat mengalami kerusakan.

Kondisi ini bisa terjadi pada berbagai barang berbahan genuine leather, terutama yang sering berada di dekat jendela atau digunakan di dalam mobil. Oleh karena itu, sebaiknya hindari menyimpan produk leather di tempat yang terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Untuk barang yang dibawa bepergian, kamu juga bisa menyimpannya di tempat teduh saat nggak digunakan.

Perubahan Suhu yang Ekstrem

Perubahan suhu yang terlalu drastis juga bisa memengaruhi kondisi genuine leather/Foto: pexels.com/Rann Vijay

Perubahan suhu yang terlalu drastis juga bisa memengaruhi kondisi genuine leather. Misalnya, barang leather yang biasanya disimpan di dalam ruangan dengan suhu stabil kemudian ditempatkan di area yang jauh lebih panas atau dingin. Kondisi seperti ini dapat membuat material leather lebih cepat kering, rusak, atau mengalami perubahan pada tampilannya.

Hal serupa juga bisa terjadi pada jok atau interior mobil yang terus terpapar perubahan suhu. Untuk menjaga kondisi genuine leather, sebaiknya simpan barang di tempat dengan suhu yang relatif stabil. Jika menggunakan mobil dengan jok berbahan leather, parkir di area yang terlindung seperti garasi juga bisa membantu mengurangi paparan perubahan suhu yang ekstrem.

Tidak Segera Membersihkan Noda

Noda pada genuine leather bisa muncul kapan saja karena terkena tumpahan minuman, makanan, atau cairan lainnya/Foto: pexels.com/Jan van der Wolf

Noda pada genuine leather bisa muncul kapan saja, misalnya karena terkena tumpahan minuman, makanan, atau cairan lainnya. Kalau dibiarkan terlalu lama, noda bisa semakin sulit dibersihkan dan meninggalkan bekas pada permukaan kulit. Akibatnya, warna genuine leather juga bisa terlihat berbeda di bagian yang terkena noda.

Maka dari itu, sebaiknya segera bersihkan genuine leather setelah terkena tumpahan. Gunakan kain lembut dan produk pembersih yang memang aman untuk kulit. Hindari memakai cairan dengan bahan kimia yang terlalu keras karena bisa membuat permukaan dan warna leather menjadi rusak.

Menggunakan Sabun atau Bahan Pembersih yang Terlalu Keras

Produk yang mengandung bahan kimia terlalu keras justru bisa merusak permukaan kulit/Foto: pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz

Membersihkan genuine leather memang penting, tapi jangan sembarang menggunakan sabun atau cairan pembersih. Produk yang mengandung bahan kimia terlalu keras justru bisa merusak permukaan kulit. Jika sering digunakan, leather bisa menjadi kering, kusam, bahkan retak.

Supaya lebih aman, gunakan cairan pembersih yang memang dibuat khusus untuk genuine leather. Selain membantu membersihkan kotoran, produk tersebut juga dapat menjaga kondisi dan warna leather tetap baik.

Terlalu Sering Terkena Panas

Genuine leather juga bisa rusak kalau terlalu sering terkena panas yang tinggi/Foto: pexels.com/Milan

Genuine leather juga bisa rusak kalau terlalu sering terkena panas yang tinggi. Misalnya, meletakkan barang berbahan leather terlalu dekat dengan sumber panas, seperti kompor, pemanas ruangan, atau terkena panas matahari secara langsung dalam waktu lama.

Panas yang berlebihan bisa membuat leather menjadi kering, kusam, dan lebih mudah retak. Oleh karena itu, simpan produk genuine leather di tempat dengan suhu ruangan dan jauhkan dari sumber panas. Untuk barang yang disimpan di dalam mobil, pilih tempat parkir yang teduh agar nggak terlalu lama terkena panas.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.