Balenciaga Beri Penjelasan tentang Iklan BDSM yang Ramai Menuai Kecaman! Desainer Batal Terima Penghargaan

Rayoga Firdaus | Beautynesia
Rabu, 30 Nov 2022 11:00 WIB
Foto: Instagram

Kontroversi terkait iklan Balenciaga terus berlanjut. Inside bermula ketika label mewah tersebut menampilkan anak kecil memegang boneka bertemakan BDSM, serta hadirnya lembaran undang-undang pornografi anak sebagai properti di foto lain.

Selain banjir kritikan, sederet pihak mulai angkat bicara dan menyatakan sikap. Kim Kardashian yang merupakan selebriti yang sering memakai kreasi busana Balenciaga dalam keterangannya mengatakan akan mengevaluasi ulang hubungan kerja samanya dengan brand mewah tersebut.

Lalu media Business of Fashion (BoF) yang semula hendak mengundang Demna, creative director Balenciaga, ke acaranya yakni BOF Voices 2022 juga akhirnya membatalkan penghargaan yang akan diberikan kepada sang desainer.

"Kami selalu mementingkan keselamatan anak-anak. Sama seperti yang lain, kami mencari kebenaran akan tampilnya anak-anak di foto produk BDSM di kampanye Balenciaga yang mana sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang kami junjung. Kami akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan penghargaan Global VOICES Award tahun ini kepada Demna." terang BoF dalam laman Instagramnya.

NEW YORK, NY - OCTOBER 12: Balenciaga Creative Director Demna Gvasalia speaks onstage during Vogue's Forces of Fashion Conference at Milk Studios on October 12, 2017 in New York City. (Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images)/ Foto: Getty Images

BoF juga menjelaskan bahwa pihaknya juga mengundang petinggi Balenciaga untuk datang ke acaranya dan memberikan penjelasan terkait kontroversi yang ada namun mereka menolak undangan tersebut.

Balenciaga sendiri sudah merilis permintaan maaf dan kini menuntut rumah produksi dan set designer yang terlibat pemotretan tersebut senilai 25 juta USD karena telah memajang properti tertentu tanpa persetujuan pihaknya.

Iklan Kontroversial Balenciaga/ Foto: Dok. Balenciaga

Namun publik enggan berkompromi sekaligus kritis. Bagaimana mungkin para petinggi Balenciaga bisa kecolongan akan konsep dan properti tersebut?

Apalagi sebagai salah satu perusahaan fashion internasional tentu birokrasi yang harus dilewati untuk keperluan iklan yang berkaitan dengan bisnis, mestinya panjang dan melibatkan banyak pihak.

Mengutip dari Diet Prada, Susan Scafidi dari Fashion Law Institute mengatakan bahwa Balenciaga salah menerapkan strategi dalam mengatasi permasalahan ini.

"Jika Balenciaga terutama tertarik pada kompensasi uang atas permasalahan ini, mungkin akan memakan waktu yang lama hingga terjadi kesepakatan.Sebaliknya, Balenciaga mengajukan gugatan, yang menarik atensi media demi memperlihatkan ketidaksetujuan mereka akan kampanye tersebut di mata publik dan menjadikan pihak lain sebagai biang kerok dalam hal ini rumah produksi dan set designer," ujarnya.

Balenciaga Kembali Rilis Keterangan

Menyadari publik masih butuh penjelasan, Balenciaga melalui media sosialnya merilis keterangan lain yang lebih terperinci terkait dua konsep foto iklannya.

Pada foto iklan yang menampilkan anak kecil menenteng boneka teddy bear yang sarat akan konsep BDSM, Balenciaga mengakui kesalahan sepenuhnya ada pada pihaknya.

Iklan kontroversial Balenciaga/ Foto: Balenciaga

"Foto koleksi tersebut harusnya tidak menampilkan anak-anak. Itu adalah keputusan salah yang telah diambil oleh Balenciaga. Ditambah dengan gagalnya kami untuk menilai dan mengvalidasi secara keseluruhan. Hal ini jadi tanggung jawab sepenuhnya Balenciaga" tulisnya.

Namun untuk konsep foto kedua yang menampilkan lembaran undang-undang pornografi anak Amerika Serikat, pihaknya memberikan penjelasan terkait mengapa kesalahan ada pada rumah produksi dan set designer.

Klik halaman selanjutnya untuk baca penjelasan Balenciaga, Beauties.

(raf/raf)