Batik Depok: Dari Local Pride Anti-Mainstream Sampai Potensi High-Fashion buat Gen Z

Amelia Ayu Kinanti | Beautynesia
Senin, 19 Oct 2026 16:15 WIB
Kondisi Kritis: Dukungan Nyata Dibutuhkan agar Tidak Punah
Kondisi Kritis: Dukungan Nyata Dibutuhkan agar Tidak Punah/Foto: Beautynesia/Amelia Ayu Kinanti

Bosan sama motif batik yang itu-itu aja? Saatnya lirik Batik Depok, gabungan estetika urban dan seni kriya modern yang siap diupgrade jadi next big thing di dunia fashion!

Bicara soal batik, bayangan kita pasti langsung melayang ke Jogja, Solo, atau Pekalongan. Tapi tunggu dulu, Beauties! Kota pinggiran Jabodetabek yang penuh kejutan, Depok ternyata punya kain batik dengan identitas yang beda banget.

Batik Depok bukan warisan leluhur ratusan tahun lalu, melainkan sebuah identitas urban modern. Visualnya tidak terpaku pada pakem keraton yang kaku, melainkan merefleksikan ikon-ikon lokal yang relatable: mulai dari belimbing wuluh, gong si bolong, sampai pesona alam Margonda. It's fresh, urban, and definitely nontraditional!

Dibuat oleh Diaspora: Sebuah "Invented Tradition" yang Unik

Batik Depok: Dari Local Pride Anti-Mainstream Sampai Potensi High-Fashion buat Gen ZBatik Depok: Dari Local Pride Anti-Mainstream Sampai Potensi High-Fashion buat Gen Z/ Foto: Beautynesia/Amelia Ayu Kinanti

Ada cerita menarik di balik lembaran kain Batik Depok. Kebanyakan pengrajinnya ternyata adalah para diaspora alias pendatang dari berbagai daerah penghasil batik.

Salah satunya adalah Bu Ambar, pengrajin berbakat yang aslinya berasal dari Pacitan. Meski memproduksi batik khas Depok, teknik, cita rasa, dan intuisi seni dari kampung halamannya tetap terbawa secara alami.

Fenomena ini dalam dunia sosiologi dinamakan invented tradition tradisi yang sengaja diciptakan dan diramu secara baru, memadukan akar budaya asal dengan simbol-simbol identitas kota tempat mereka bermukim sekarang. Hasilnya? Sebuah karya seni yang sarat akulturasi unik.

Kondisi Kritis: Dukungan Nyata Dibutuhkan agar Tidak Punah

Batik Depok: Dari Local Pride Anti-Mainstream Sampai Potensi High-Fashion buat Gen Z

Kondisi Kritis: Dukungan Nyata Dibutuhkan agar Tidak Punah/Foto: Beautynesia/Amelia Ayu Kinanti

Di balik keunikannya, Batik Depok menyimpan sebuah ironi. Tahukah kamu, Beauties, sejak diluncurkan pada tahun 2007 hingga saat ini, ternyata hanya ada empat pembatik aktif di Depok. Mirisnya, keempatnya bukanlah warga Depok asli, melainkan diaspora yang sudah menetap selama puluhan tahun.

Ketiadaan regenerasi ini menjadi alarm bahaya. Jika tidak segera mendapat dukungan penuh, Batik Depok terancam punah seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa Batik Depok tidak hanya membutuhkan apresiasi pelestarian, tetapi juga ekosistem bisnis dan pemasaran kreatif agar industri ini bisa bertahan, memicu regenerasi, dan relevan di mata generasi muda.

Langkah Nyata UI: Batik Goes to Campus

Batik Depok: Dari Local Pride Anti-Mainstream Sampai Potensi High-Fashion buat Gen Z

Langkah Nyata UI: Batik Goes to Campus/Foto: Beautynesia/Amelia Ayu Kinanti

Kabar baiknya, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) tak tinggal diam. Sebagai bentuk nyata dukungan agar ekosistem Batik Depok tidak hilang, FIB UI bersama Pemerintah Kota Depok menggelar langkah intervensi konkret lewat acara yang wajib banget masuk kalender kamu.

Melalui pagelaran "Batik Goes to Campus: Identitas Kita, Gaya Kita", UI bertindak aktif menjembatani narasi pelestarian dengan gaya hidup urban. Acara ini bukan sekadar pameran, tetapi wadah strategis untuk mendekatkan karya para perajin ke generasi muda, memberikan makna baru bahwa batik lokal bisa banget masuk ke dalam daily outfit Gen Z.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.