Ferragamo Eksplorasi Struktur dan Siluet Era 1940-an Lewat Koleksi Spring/Summer 2027

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 30 Sep 2026 10:00 WIB
Ferragamo Spring/Summer 2027/Foto: Dok. Ferragamo

Maximilian Davis selaku Creative Director Ferragamo, brand mewah asal Italia, kembali mengeksplorasi kisah-kisah tentang kebebasan menjadi diri sendiri. Kali ini, ia menyoroti sosok perempuan di era 1940-an, yang ia terjemahkan melalui ciri khasnya yang telah ia bangun di Ferragamo sejak bergabung pada Maret 2022.

Di era 1940-an, terjadi pergeseran sosial besar di mana perempuan mulai keluar dari ranah domestik (rumah tangga) dan masuk ke dunia kerja. Pakaian seragam dan pakaian kerja menjadi simbol independensi, keberanian, dan kemandirian ekonomi mereka.

Ferragamo Spring/Summer 2027/ Foto: Dok. Ferragamo

Di koleksi Spring/Summer 2027, Davis mendapatkan inspirasi dari para perempuan di era 1940-an yang memegang kendali atas citra diri mereka sendiri. Mengangkat dinamika masa ketika perempuan mulai masif memasuki dunia kerja, elemen seragam dan pakaian kerja masa itu dihadirkan kembali secara lebih ringkas, halus, dan disempurnakan melalui kacamata modern.

"Itu adalah masa di mana pakaian dan strukturnya membentuk gestur serta kesopanan tertentu: posisi sebuah saku bahkan bisa menentukan cara seseorang berdiri dan berperilaku," jelas Davis melalui siaran pers Ferragamo.

"Saya ingin mengambil elemen siluet tersebut dan memodernisasikannya untuk saat ini," tuturnya.

Ferragamo Spring/Summer 2027/ Foto: Dok. Ferragamo

Koleksi Spring/Summer 2027 Ferragamo terdiri dari 63 set busana yang memancarkan nuansa glamor. Terlihat jelas busana ini dirancang untuk para perempuan yang paham bagaimana cara mereka ingin tampil dan kebebasan menjadi diri sendiri.

Melalui sudut pandang baru ini, busana tailoring berpinggang tinggi dengan potongan pas badan (cut close to the body) tampil semakin tegas dengan aksen pinggang ramping serta aksen belt yang mencolok.

Ferragamo Spring/Summer 2027/ Foto: Dok. Ferragamo

Di koleksi kali ini, Davis mengubah belt menjadi aksesoris yang mempertegas bentuk pinggang. Hadir dalam berbagai pilihan, mulai dari warna hitam sederhana hingga material kulit berwarna coklat pekat, sabuk ini menjadi bagian tak terpisahkan dari busana itu sendiri.

Saku bergaya militer disematkan pada pencil skirt dan outerwear; rompi fungsional (utility vest) diselipkan di balik setelan jas; serta bagian bawah trench coat dibuat mengembang (flared) secara anggun.

Ferragamo Spring/Summer 2027/ Foto: Dok. Ferragamo

Di sisi lain, teknik drapery yang menjadi ciri khas Davis dalam mengolah kain syal menjadi penyeimbang yang mengalir lembut di tengah ketegasan siluet era 40-an. Ini dituangkan melalui kain sutra tipis, ekor gaun berbahan kulit, serta gaun sequin yang terurai indah.

Sentuhan surealisme yang sejak lama memikat Davis kembali hadir sebagai motif: tekstur bernuansa dari teknik fotografi ala rayographic dan solarised portraiture yang puitis menjadi inspirasi bagi permainan bahan transparan dan kontras.

"Saya terinspirasi oleh para perempuan era itu yang mengambil kendali atas narasi hidup mereka sendiri, mereka menjelajahi dunia untuk menciptakan karya mereka sendiri," ungkap Davis.

Ferragamo Spring/Summer 2027/ Foto: Dok. Ferragamo

Pada koleksi sepatu, siluet skulptural dari F wedge, yang pertama kali diciptakan oleh Salvatore Ferragamo pada tahun 1947, menjadi inspirasi bagi bentuk hak melengkung pada stiletto yang dihiasi interpretasi baru dari pita ikonik Vara. Hadir pula satin mule berhiaskan detail perhiasan bernuansa Art Deco.

Evolusi lain dari F wedge turut mempercantik sandal bergaris tegas dan model slingback. Untuk koleksi pria, keanggunan dari sepatu double monk strap tampil berdampingan dengan slipper berbahan kulit nappa yang lentur, serta varian mengilap dengan hiasan bordir di bagian ujung jari.

Ferragamo Spring/Summer 2027/ Foto: Dok. Ferragamo

Di lini aksesori, tas Cara hadir dalam pilihan bahan kulit dan suede musiman untuk koleksi pria maupun perempuan. Cara bag pertama kali diperkenalkan di peragaan busana musim gugur 2026.

Dalam koleksi musim semi, tas ini mempertahankan gaya accordion yang khas serta penutup Gancini yang ikonik, dengan material kulit dan suede yang disesuaikan dengan musim tersebut.
Sementara itu, tas ikonik Hug hadir dalam desain clutch, mendapat proporsi baru berbentuk siluet East-West mendatar dan menggunakan bahan sutra ganda bertekstur kerut (crinkled double silk).

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
Get The Look Soft Elegan Look ala Kezia