Saat ini banyak orang yang memilih menggunakan dry shampoo sebagai penyelamat rambut mereka bahkan penggunaannya hampir setiap hari. Karena dry shampoo memang dikenal salah satu alat kecantikan yang mudah digunakan untuk setiap harinya.
Meskipun tidak ada yang lebih seru daripada menyemprotkan dry shampoo favorit kamu dan melihat rambut berminyak kembali hidup. Sayangnya ada sisi negatif dari penggunaan dry shampoo secara teratur.
Faktanya penggunaan dry shampoo yang sering dapat menyebabkan sejumlah masalah dari yang sedang hingga parah, tergantung pada sensitivitas kamu. Berikut ini adalah masalah yang disebabkan oleh penggunaan dry shampoo.
Membuat Rambut Kering dan Rapuh
Membuat Rambut Kering dan Rapuh/freepik.com |
Salah satu masalah paling umum yang dihadapi oleh pecinta dry shampoo adalah rambut menjadi kering. Sementara dry shampoo membuat blowout kamu tetap segar dengan menyerap semua minyak yang tidak diinginkan. Sampo juga menyerap minyak esensial yang dibutuhkan rambut kamu gara tetap sehat dan kuat.
Rambut kering adalah tanda awal kerusakan dan dapat menyebabkan kerusakan dan kerontokan rambut. Jadi jika kamu menyadari rambut kamu mulai condong lebih kering, coba gunakan masker rambut atau perawatan kondisioner seminggu sekali.
Dermatitis Seboroik
Dermatitis Seboroik/freepik.com |
Penggunaan dry shampoo yang berlebihan dapat menyebabkan kondisi kulit kepala yang disebut dermatitis seboroik, yang bermanifestasi sebagai bercak merah, bersisik, iritasi dan ketombe. Hal ini dapat terjadi pada pengguna dry shampoo yang sering menggunakannya beberapa hari berturut-turut.
Karena pada dasarnya kulit kepala tidak memiliki ruang untuk bernapas dan akibatnya penumpukan dry shampoo, minyak, polutan dan produk rambut lainnya. Semua itu menciptakan tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan dermatitis seboroik.
Karena ini bukan kondisi yang mudah untuk diatasi setelah kamu mengalaminya, kalau kamu khawatir akan kondisi ini sebaiknya hentikan penggunaan dry shampoo sesering mungkin. Kemudian mulailah menggunakan produk yang diformulasikan untuk menenangkan dan memperbaiki kulit kepala yang teriritasi.
Muncul Jerawat di Kulit Kepala
Muncul Jerawat di Kulit Kepala/freepik.com |
Gejala lain dari penumpukan dry shampoo adalah jerawat atau kista di kulit kepala, kondisi ini bisa menjadi masalah yang mengganggu dan menyakitkan bagi mereka yang menyukai dry shampoo. Jerawat di kulit kepala terjadi saat bakteri terperangkap.
Meskipun jerawat kecil di kulit kepala mungkin tidak seperti masalah yang besar, tapi semakin sering berjerawat di kulit kepala maka semakin besar kemungkinan kamu mengalami bekas luka. Bekas luka ini dapat merusak folikel rambut secara permanen sehingga mencegah tumbuhnya rambut baru yang sehat.
Nah, untuk mencegah timbulnya jerawat di kulit kepala coba untuk gunakan sampo pembersih ketombe atau sampo dengan kandungan asam salisilat.
Rambut Rontok dan Botak
Rambut Rontok dan Botak/freepik.com |
Mungkin masalah terburuk dari semuanya adalah mereka yang menggunakan dry shampoo terlalu sering mengalami kerontokan rambut.
Ini bisa terjadi karena beberapa alasan tetapi terutama ini terjadi ketika folikel rambut rusak dan akibatnya rambut rontok atau folikel rambut berhenti menghasilkan rambut baru.
Meskipun kedengarannya menakutkan, tetapi pada akhirnya ini bisa sembuh dan rambut akan tumbuh kembali. Tetapi dengan satu cara, yaitu harus berhenti menggunakan berbagai produk perawatan rambut untuk sementara waktu termasuk dry shampoo.
Karena agar kulit kepala bebas dari penumpukan bakteri dan jerawat, atau kamu bisa memilih menggunakan thickening shampoo atau suplemen penumbuh rambut.