Pertandingan Super Bowl jadi salah satu ajang olahraga yang paling ditunggu di Amerika Serikat. Kejuaraan tahunan National Football League (NFL) tersebut selalu mengadakan half-time show bak konser yang nggak kalah dinantikan, Beauties.
Tahun ini, Super Bowl digelar hari Minggu (8/2/2026) di Levi's Stadium, Santa Clara, California, AS. Benito Antonio Martinez Ocasio atau dikenal dengan nama panggung Bad Bunny jadi penampilnya. Pemenang Grammy Awards asal Puerto Riko itu menyanyikan lagu-lagu hit di antara rerumputan. Penampilan 13 menit yang hampir sepenuhnya dalam bahasa Spanyol itu seketika viral lantaran mempunyai makna mendalam, termasuk ungkapan kebanggaan dan kemerdakaan Puerto Riko serta semangat persatuan.
Performa itu menuai pro dan kontra. Presiden AS Donald Trump mengkritik melalui akun Truth Social pada hari Minggu (8/2/2026), "The Super Bowl Halftime Show is absolutely terrible, one of the worst, EVER! It makes no sense, is an affront to the Greatness of America, and doesn't represent our standards of Success, Creativity, or Excellence."
Namun di sisi lain, banyak pula yang mendukung Bad Bunny karena merasa terwakilkan, terlebih di tengah maraknya kekerasan terhadap imigran di AS. Misalnya Ronald Ávila, jurnalis BBC yang menuliskan penampilan Bad Bunny terasa personal karena mereka memiliki latar belakang yang sama. "But many of us see in his lyrics, rhythms, and image a reflection of our reality and of the tensions around growing up in a place with its own identity that nonetheless exists legally within the most powerful country in the world," tulisnya dalam laman BBC.
Bukan cuma performa saja yang jadi sorotan, Beauties. Bad Bunny yang mengenakan outfit serba putih, dirancang custom oleh Zara itu juga jadi bahan perbincangan yang menuai pro dan kontra.