Selebritas Bawa Buku ke Peragaan Busana Valentino, Obsesi Fashion dengan Buku Berlanjut

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 06 Oct 2026 17:15 WIB
“Antibiblioteca” dalam Valentino Spring/Summer 2027
Valentino Spring/Summer 2027/ Foto: Instagram.com/maisonvalentino

Valentino mempertemukan fashion dengan dunia literatur. Kali ini, Valentino yang mengajak para tamu undangannya menyaksikan peragaan busana Spring/Summer 2027 yang dibenturkan dengan literasi, terangkum dalam tajuk "Antibiblioteca".

Undangan yang banyak diisi oleh kalangan selebritas itu hadir di lokasi acara, yakni di perpustakaan Bibliothèque Sainte-Geneviève, Paris, sambil membawa satu buku sesuai arahan rumah mode. Nantinya, buku tersebut akan didonasikan untuk perpustakaan-perpustakaan lokal pilihan di Paris, Beauties.

[Gambas:Instagram]

Naomi Watts membawa buku klasik Jane Eyre karya Charlotte Brontë. Aktris Thailand Freen Sarocha membawa When You Love A Dog karya M.H. Clark. Zoey Deutch membawa buku favoritnya, yaitu The Sixth Exctinction karya Elizabeth Kolbert. Joe Alwyn menyumbangkan buku karya penulis favoritnya, yaitu Roald Dahl, dengan judul James and the Giant Peach. Cynthia Erivo mendonasikan karya James Baldwin, yaitu Giovanni's Room.

Aktor Alexander Skarsgård membawa kisah dari kampung halamannya, yakni buku berjudul Isländska Sagor dalam bahasa Swedia. Sementara bintang serial Off-Campus, Mika Abdalla, memilih Emma karya Jane Austen. Buku yang dibawa pun tak hanya sebagai alat mempopulerkan literasi, tapi bak aksesori yang melengkapi penampilan stylish para selebritas dalam balutan Valentino.

“Antibiblioteca” dalam Valentino Spring/Summer 2027

Valentino Spring/Summer 2027

Valentino Spring/Summer 2027/ Foto: Instagram.com/maisonvalentino

Lantas, apa sebenarnya tema “Antibiblioteca” yang berusaha diangkat Direktur Kreatif Alessandro Michele? Melalui akun Instagram Maison Valentino, dijelaskan bahwa istilah “antibiblioteca” atau “antilibrary” pertama muncul dalam buku The Black Swan karya Nicholas Taleb yang mendeskripsikan perpustakaan Umberto Eco memiliki tiga puluh ribu koleksi buku. Di antara ribuan buku itu, terdapat koleksi buku yang belum pernah dibaca. Buku-buku yang belum dibaca itu justru dianggapnya penting, karena menyimpan misteri yang belum terungkap, sehingga mengandung banyak kemungkinan.

Konsep tersebut diterjemahkan dalam koleksi Spring/Summer 2027, yakni sebuah “antilibrary” visual yang menyajikan segala hal yang mungkin terjadi. Pakaian-pakaian didominasi evening dress dan party dress serba mewah dengan detail dan warna mencolok. Mungkin pemilik busana tersebut tidak akan mengenakannya, sama seperti buku yang tak pernah dibaca. Namun, busana itu tetap menawarkan berbagai kemungkinan dan kesempatan untuk memperkaya hidup.

[Gambas:Instagram]

Michele menjelaskan bahwa “Banyak busana yang kita lihat dalam peragaan busana sepenuhnya berada dalam ranah kemungkinan. Maknanya tidak terbatas pada definisi nilai guna semata; melainkan meluas hingga mencakup hal-hal yang dimungkinkannya untuk dibayangkan.”

Menurut kamu, bagaimana, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE