Serial "Reinventing Tenun: Journey to Algorithm" Sorot Kisah Pengrajin dan Pelestarian Wastra

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 28 Aug 2026 15:30 WIB
Dokumenter "Reinventing Tenun: Journey to Algorithm" Sorot Pengrajin dan Pelestarian Wastra/ Foto: Dok. Wilsen Willim

Di balik keindahan sebuah karya, pasti ada tangan-tangan manusia yang tak kalah istimewa. Mereka adalah sosok-sosok yang sering kali tidak terlihat di depan publik, tapi berkontribusi besar di balik layar. Perjalanan proses pembuatan koleksi yang dimulai dari tangan para pengrajin wastra inilah yang ditampilkan serial dokumenter Wilsen Willim bertajuk "Reinventing Tenun: Journey to Algorithm".

"Reinventing Tenun: Journey to Algorithm" disutradarai oleh sineas dan fotografer muda Jibril Erlangga, terdiri dari 6 episode yang merangkum perjalanan pembuatan koleksi adibusana Wilsen Willim "Algorithm: Universal Language" yang telah dipresentasikan pada 8 Juli lalu. Dokumenter ini juga merupakan sebuah refleksi perjalanan 10 tahun kiprahnya di industri fashion tanah air.

Dokumenter ini ditayangkan perdana dengan digabung menjadi satu film berdurasi 56 menit dan 57 detik di XXI Plaza Indonesia yang bertepatan dengan ulang tahun Wilsen Willim ke-33, kemudian dilanjutkan pada pemutaran terbatas untuk siswa pada FLIX ASHTA District 8 pada tanggal 24 Agustus 2026.

Penonton diajak untuk mengikuti petualangan Wilsen ke empat daerah di Indonesia dalam misi mengembangkan tenun tradisional berkelanjutan, Beauties. Tenun tersebut antara lain Tenun Songket dari Jembrana Bali, Tenun Sutra Garut dari Bandung Selatan-Jawa Barat, Tenun Dayak Iban dari Kapuas Hulu-Putussibau-Kalimantan Barat, dan Songket Minang dari Halaban-Sumatera Barat.

Dokumenter ini tidak hanya menyajikan sebuah proses panjang dari sebuah koleksi fashion dan keindahan wastra Indonesia, Beauties, tapi juga sebagai pemantik renungan bahwa terdapat kehidupan dalam sehelai kain.

(dmh/dmh)