Sepatu sneakers sepertinya menjadi barang yang wajib dimiliki oleh semua orang di zaman ini. Desain yang simpel memang cocok dipadukan dengan outfit apa saja. Bahkan, terkadang sneakers pun bisa kamu pakai kerja lho, tetapi jika kantormu mengizinkan ya, Ladies.
Sepatu sneakers ternyata mempunyai perjalanan sejarah yang sangat panjang. Bagi kamu pecinta sepatu ini, wajib tahu fakta-fakta menarik dibalik sepatu nge-trend sepanjang zaman ini.
1. Arti Dibalik Nama
Kata sneakers asalnya dari kata sneak yang artinya mengendap-ngendap. Karena bahan dasarnya dari sol karet, sepatu ini tidak mengeluarkan suara saat dipakai melangkahkan kaki. Berbeda ketika melangkahkan kaki dengan boots atau high heels, maka akan mengeluarkan suara. Sneakers kemudian diasosiasikan dengan orang yang menyelinap, mengendap-endap, atau mengikuti orang secara diam-diam.
2. Sejak Abad 18
Awal munculnya, pada abad ke 18, sneakers lebih akrab dengan panggilan plimsolls. Bermula di New Liverpool Rubber Company di Britania Raya, membuat plimsoll yang merupakan sepatu sol yang terbuat dari bahan dasar karet (rubber soled shoes).
Awalnya, sepatu jenis ini kurang nyaman lantara tidak ada perbedaan (kaki) kiri dan kanan. Kemudian tahun 1892, sepatu bersol karet dikembangkan oleh perusahaan karet asal Amerika Serika (U.S Rubber Company). Perusahaan ini memodifikasi sepatu sol sebelumnya dengan penutup punggung kaki dengan bahan kanvas. Sepatu ini diklaim lebih nyaman dibanding sebelumnya. Kemudian dikonsolidasikan pada tahun 1916 dengan nama, Keds.
3. Persaingan antara Kakak Beradik
Dua bersaudara asal Jerman, Adolf dan Rudolf Dassler, awalnya memulai usaha sepatu sneakers di ruang cuci rumah keluarganya tahun 1920-an. Setelah perang dunia kedua, mereka memutuskan berpisah dan membuka label sneakers masing-masing. Adolf mengusung label Adidas, sedangkan Rudolf menciptakan label Puma. Hingga sekarang, kamu bisa melihat persaingan kedua label ini di berbagai lini masih berlangsung.
4. Fashion Item
Label Converse, memfokuskan strategi marketing lewat olahraga basket. Mereka mempekerjakan Chuck Taylor, pemain basket terkenal pada masa itu sebagai brand ambassador. Di era tahun 1970-an, sneakers menjadi bagian dari budaya rock n roll dan hiphop.
Perusahaan dengan brand terkenal, seperti Adidas, Nike, dan Puma, menggandeng musisi ternama untuk mempromosikannya. Dan sampai sekarang, brand-brand tersebut masih menggunakan selebriti papan atas untuk memperluas produknya. Mereka menjadikan para selebriti bagian dari strategi pemasaran.
5. Harga Termahal di Dunia
Koleksi Undefeated x Nike Kobe 1 Protro Purple menjadi salah satu sneakers termahal di tahun 2018 silam. Koleksi berjumlah terbatas ini dibanderol dengan harga $ 5,150. Selain itu, ada sepatu Gold Nike Dunk dengan harga 79 juta rupiah.
Ada juga yang bisa menembus angka ratusan juta, misalnya Nike SB Flom Dunk High yang dirilis oleh brand ternama, Nike. Seri ini memiliki beberapa jenis dan rata-rata dijual dalam jumlah sangat sedikit. Tiap pasang punya model begitu unik, sehingga enggak heran harganya bisa mencapai 100 juta rupiah, bahkan lebih.
6. Istilah Sneakerhead
Istilah ini muncul tahun 1980-an, merujuk pada pecinta dan kolektor sneakers. Hal ini dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah pecinta olahraga basket dan komunitas skateboarding, kelompok kedua adalah penggemar music hiphop.
Mayoritas sneakerhead menggunakan sneaker untuk kebutuhan bergaya dan berpakaian. Selain itu, mereka juga sering transaksi jual-beli sneakers edisi khusus dan terbatas kepada sesama komunitasnya untuk mendapatkan nilai tambah (keuntungan).