10 Tradisi Perayaan Hari Kemerdekaan di Berbagai Negara, Ada yang Memakan Es Krim!

Natasha Riyandani | Beautynesia
Senin, 17 Aug 2026 20:00 WIB
8. Mengenakan Vyshyvanka – Ukraina
Vyshyvanka/ Foto: Reddit

Hari Kemerdekaan selalu menjadi peristiwa penting dalam sejarah sebuah bangsa. Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk merayakannya, mulai dari menggelar perlombaan, mengibarkan bendera nasional, menyajikan hidangan khas, hingga tradisi unik yang diwariskan turun-temurun.

Tradisi-tradisi tersebut dilakukan bukan hanya sekedar sebagai hiburan, melainkan lahir dari perjalanan panjang para pejuang dan kini menjadi bagian dari identitas nasional yang terus dilestarikan.

Berikut ini daftar 10 tradisi unik perayaan hari kemerdekaan di berbagai negara, seperti dilansir dari detikNews.

1. Lomba Tradisional – Indonesia

Lomba makan kerupuk/ Foto: detikcom

Masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus dengan berbagai lomba tradisional yang seru, meriah, dan sarat akan makna.

Misalnya, panjat pinang, di mana para peserta saling berlomba memanjat pohon pinang berlumur pelumas untuk mengambil hadiah di puncaknya. Lomba ini memiliki simbol kegigihan dan perjuangan yang penuh rintangan, sama halnya seperti para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan.

Ada pula lomba seperti makan kerupuk, balap karung, dan tarik tambang, yang memerlukan kekompakkan dan kerja sama tim.

Di banyak daerah, perayaan Hari Kemerdekaan dilengkapi dengan tradisi turun-temurun hingga pawai budaya yang menampilkan keragaman di daerah tersebut. Lomba-lomba ini bukan sekedar hiburan, tetapi juga melambangkan simbol semangat gotong-royong, kebersamaan, dan menyalakan semangat perjuangan.

2. Festival Layang-Layang – India

Festival layang-layang/ Foto: Unsplash.com/Kamakshi Subramani

Berbeda dua hari dengan Indonesia, Hari Kemerdekaan India dirayakan setiap 15 Agustus dengan menggelar upacara resmi pengibaran bendera dan menerbangkan layang-layang.

Pada hari tersebut, langit di berbagai kota akan dipenuhi oleh jutaan layang-layang berwarna-warni, terutama di wilayah utara seperti New Delhi, Uttar Pradesh, dan Rajasthan.

Festival ini bermula pada tahun 1927 sebagai bentuk protes damai melawan penjajahan Inggris. Layang-layang yang melambung tinggi di langit melambangkan jiwa masyarakat yang bebas, kebanggaan, dan rasa syukur atas kemerdekaan.

3. El Grito de Dolores – Meksiko

Ilustrasi El Grito de Dolores/ Foto: dok. CNN Español/Getty Images/Hector Vivas

Hari Kemerdekaan Meksiko diperingati setiap 16 September, tapi puncak perayaannya dimulai pada malam 15 September. Tradisi ini bernama El Grito de Dolores (Pekikan Dolores), teriakan bersejarah yang dilakukan oleh Miguel Hidalgo y Costilla untuk memberontak melawan penjajahan Spanyol pada tahun 1810.

Pada pukul 11 malam, Presiden Meksiko akan berdiri di balkon Istana Nasional di Mexico City. Kemudian, disusul dengan membunyikan lonceng, meneriakkan nama-nama pahlawan nasional, dan diakhiri dengan seruan “¡Viva México!” sebanyak tiga kali, yang disambut sorakan jutaan warga yang berkumpul.

Keesokan harinya, tanggal 16 September, perayaan hari kemerdekaan dilanjutkan dengan parade militer di pusat kota hingga pesta kuliner tradisional seperti Chiles en Nogada.

4. Menyalakan Dua Lilin – Finlandia

Ilustrasi menyalakan dua lilin/ Foto: Unsplash.com/Alex Kulikov

Di Finlandia, Hari Kemerdekaan dirayakan setiap tanggal 6 Desember dengan menyalakan dua buah lilin, biasanya berwarna biru dan putih, yang diletakkan di jendela rumah antara pukul 18.00 hingga 20.00 malam.

Tradisi ini berawal sebagai bentuk protes masyarakat Finlandia terhadap penindasan Kekaisaran Rusia. Pada masa Perang Dunia I, dua lilin di jendela menjadi sinyal rahasia bagi para pejuang. Lilin tersebut menandakan bahwa rumah itu aman untuk dijadikan tempat berlindung dari kejaran tentara Rusia.

Dua buah lilin tersebut memiliki makna yang mendalam. Satu lilin melambangkan rumah (koti), sedangkan lilin kedua melambangkan tanah air (isänmaa). Api yang menyala menjadi simbol hormat kepada para pahlawan yang gugur demi kebebasan Finlandia.

5. Bals des Pompiers – Prancis

Ilustrasi kemeriahan saat Bastille Day/ Foto: Unsplash.com/Yiwen

Setiap tanggal 14 Juli, masyarakat Prancis merayakan Hari Nasional yang dikenal dengan La Fête Nationale atau Bastille Day dengan tradisi unik bernama Bals des Pompiers. Tradisi ini berupa pesta dansa rakyat yang diadakan oleh petugas pemadam kebakaran, biasanya pada malam tanggal 13 dan 14 Juli.

Menariknya, tradisi ini dimulai sekitar tahun 1937 di Montmartre, Paris, ketika warga secara tidak sengaja masuk ke kantor pemadam kebakaran untuk ikut minum dan berdansa.

Acara dadakan itu pun sukses ditiru oleh markas lain di seluruh Prancis pada tahun-tahun berikutnya dan kini menjadi tradisi yang tetap dilakukan. Bahkan, hiburannya pun bervariasi seperti penampilan live band dan DJ, hingga pertunjukan akrobatik.

Tak hanya itu, Hari Nasional Prancis juga kerap menggelar parade militer dan pertunjukan kembang api spektakuler yang menghiasi langit Paris.

6. Pengibaran Taegukgi – Korea Selatan

Ilustrasi pengibaran bendera Taegukgi/ Foto: Unsplash.com/Lauren Seo

Hari Kemerdekaan Korea Selatan, atau dikenal sebagai Hari Pembebasan Nasional (Gwangbokjeol) dirayakan pada 15 Agustus dengan mengibarkan bendera nasional (Taegeukgi) di seluruh penjuru negeri.

Bukan sekedar dekorasi, pengibaran Taegukgi memiliki makna mendalam yang melambangkan kedamaian, keharmonisan, dan persatuan.

Adapun kegiatan lainnya di Hari Gwangbokjeol seperti membunyikan lonceng sebanyak 33 kali, hingga pemberian amnesti atau pengampunan massal bagi narapidana sebagai bentuk kebaikan pada hari besar nasional.

Menariknya lagi, setiap perayaan Hari Kemerdekaan, situs-situs bersejarah yang ada di Korea Selatan akan dibuka secara gratis untuk umum.

7. Menyantap Sup Joumou – Haiti

Ilustrasi soup joumou/ Foto: Unsplash.com/Markus Winkler

Masyarakat Haiti merayakan Hari Kemerdekaan dengan tradisi menyantap Soup Joumou atau sup labu tradisional pada tanggal 1 Januari. Menariknya, di balik kehangatan semangkuk hidangan ini, terdapat nilai sejarah yang mendalam bagi masyarakatnya.

Itu karena dulunya, sup labu dianggap sebagai hidangan mewah dan hanya boleh dikonsumsi oleh para kulit putih dari Prancis. Sebaliknya, warga lokal Haiti justru dilarang keras untuk memakannya.

Namun, setelah berhasil mengalahkan pasukan Napoleon Bonaparte dan mendeklarasikan kemerdekaannya, Ibu Negara Marie-Claire Heureuse Félicité menyatakan sejak hari itu, seluruh warga Haiti berhak dan wajib memakan Soup Joumou dan masih terus dilakukan sampai saat ini.

8. Mengenakan Vyshyvanka – Ukraina

Vyshyvanka/ Foto: Reddit

Diperingati setiap tanggal 24 Agustus, Hari Kemerdekaan Ukraina (Den Nezalezhnosti) dirayakan dengan tradisi mengenakan vyshyvanka, yaitu kemerja atau gaun putih berhiaskan sulaman motif tradisional warna-warni.

Bukan sekadar pakaian adat, vyshyvanka melambangkan simbol perlawanan, jati diri bangsa, dan persatuan. Sulaman di bagian leher, pergelangan tangan, dan keliman, disebut untuk melindungi pemakainya dari roh jahat dan nasib buruk.

Ada pula parade vyshyvanka, di mana ribuan warga turun ke jalan membentuk barisan parade dengan mengenakan vyshyvanka terbaik mereka. Warna-warni pakaian menceritakan banyak makna, misalnya, warna merah melambangkan cinta dan hasrat, hitam melambangkan tanah yang subur, sedangkan putih melambangkan kesucian dan energi positif.

9. Memakan Es Krim – Norwegia

Ilustrasi memakan es krim/ Foto: Unsplash.com/Priscilla Du Preez

Kalau biasanya orang tua di Norwegia sangat ketat membatasi konsumsi makanan manis, tetapi pada tanggal 17 Mei yang dikenal sebagai Hari Konstitusi (Syttende Mai), mereka bebas memakan es krim dan sosis (pølse) sebanyak-banyaknya.

Hari ini pun dirayakan sebagai pesta rakyat terbesar di Norwegia. Bahkan, bukan hanya anak-anak saja yang bebas memakan es krim, tetapi juga orang dewasa.

Selain itu, ada juga tradisi lainnya yang nggak kalah meriah seperti parade anak (Barnetoget), mengenakan pakaian adat (Bunad), perayaan lulus sekolah (Russefeiring), dan tradisi sarapan bersama yang dikenal sebagai 17. mai-frokost. Menu yang disajikan biasanya berupa telur dadar, salmon asap, keju, buah beri, dan segelas sampanye untuk orang dewasa.

10. Parade Budaya – Peru

Ilustrasi parade budaya di Peru/ Foto: dok. KimKim

Hari Kemerdekaan Peru, atau dikenal sebagai Fiestas Patrias dirayakan setiap tanggal 28 dan 29 Juli. Kedua hari tersebut pun menjadi hari libur nasional di Peru, yang diisi dengan pagelaran parade budaya dan militer yang meriah.

Parade di hari pertama, tanggal 28 Juli, berfokus pada kekayaan warisan budaya dan tari tradisional. Beragam tarian ikonis seperti Marinera, Huayno, dan Danza de las Tijeras terlihat memukau sambil diiringi musik tradisional yang menggema.

Sementara, pada hari kedua merupakan acara utama yang paling dinanti. Parade ini menampilkan defile besar-besaran dari kemiliteran dan melintasi sepanjang jalan ibu kota Lima.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE