10 Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus dari Berbagai Daerah di Indonesia

Natasha Riyandani | Beautynesia
Senin, 17 Aug 2026 11:00 WIB
10. Lomba Tradisional Nasional
Panjat Pinang/ Foto: Unsplash.com/Zoraya Project

Selain upacara bendera yang menjadi simbol nasionalisme, berbagai tradisi unik di setiap daerah juga turut mewarnai perayaan Hari Kemerdekaan RI. Tradisi-tradisi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya lokal, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Berikut ini daftar 10 tradisi unik perayaan 17 Agustus di berbagai daerah di Indonesia, seperti dilansir dari laman detikNews.

1. Lomba Dayung Jukung – Banjarmasin

Lomba Dayung Jukung/ Foto: dok. Media Centre Provinsi Kalimantan Selatan

Sebagai kota yang dijuluki “Kota Seribu Sungai”, nggak heran jika masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memiliki tradisi lomba dayung jukung untuk memeriahkan 17 Agustus. Tradisi ikonik ini digelar setiap bulan Agustus setiap tahunnya, berlokasi di sepanjang aliran Sungai Martapura.

Perlombaan dayung tradisional ini diketahui sudah sejak tahun 1924 dan kini menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara saat berkunjung ke sana.

Peserta lomba, biasanya adalah orang yang memiliki keterampilan mendayung dan berenang yang baik. Selain memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Kalimantan Selatan, pemenang lomba seringkali dilirik untuk direkrut menjadi atlet dayung profesional.

Bukan sekedar ajang perlombaan, tradisi adu kecepatan ini juga mencerminkan kearifan lokal dan memanfaatkan kekayaan alam sungai yang menjadi ciri khas kota Banjarmasin.

2. Peresean – Lombok

Peresean/ Foto: Focusfeel

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tradisi peresean menjadi bagian dari perayaan 17 Agustus yang ikonis. Peresean adalah seni pertarungan kejuaran rakyat khas suku Sasak, di mana mempertemukan dua pria (pepadu) yang bertarung menggunakan rotan dan tameng pelindung (ende) yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau tebal.

Jalannya pertarungan diiringi musik tradisional gendang beleq, di mana setiap ketukan berfungsi membakar semangat para petarung sekaligus mengatur ritme gerakan tari dan serangan mereka.

Tradisi turun-temurun ini menggambarkan keberanian, sportivitas, dan nilai persaudaraan. Meski terlihat ekstrem, peresean sarat akan makna budaya dan menjadi hiburan yang dinantikan warga setempat setiap tahunnya.

3. Sampan Layar – Batam

Ilustrasi lomba sampan layar/ Foto: Unsplash.com/Dirk Erasmus

Lomba sampan layar, atau dikenal juga sebagai perahu kolek, merupakan tradisi unik khas masyarakat Melayu pesisir di Batam, Kepulauan Riau, untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.

Tradisi ini rutin digelar setiap bulan Agustus, yang berpusat di Kecamatan Belakang Padang. Puluhan perahu kayu warna-warni berlomba membelah ombak dengan menggunakan kain layar besar berwarna kontras sehingga menciptakan pemandangan yang indah.

Tradisi ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, dulunya merupakan alat transportasi nelayan. Kini, berubah menjadi perlombaan sekaligus simbol pelestarian budaya Melayu pesisir agar tidak hilang tergerus zaman.

4. Barikan – Malang

Barikan/ Foto: detikCom/Esti Widiyana

Di Malang, Jawa Timur, tradisi barikan menjadi salah satu cara masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan RI. Digelar pada malam 16 Agustus, tradisi ini berupa acara makan bersama dengan membawa hidangan dari rumah masing-masing.

Setiap keluarga membawa makanan seperti tumpeng kecil, kue, atau buah-buahan untuk dikumpulkan dan disusun memanjang di atas daun pisang, lalu dinikmati bersama.

Selain makan bersama, tradisi ini juga diisi dengan serangkaian acara seperti doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, dan renungan kemerdekaan. Tradisi turun-temurun ini berfungsi sebagai momen mensyukuri kemerdekaan dan jasa pahlawan, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

5. Telok Abang – Palembang

Telok Abang/ Foto: detikCom/Prima Syahbana

Masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, memiliki tradisi unik bernama telok abang untuk merayakan HUT RI. Istilah ini berasal dari bahasa Palembang, di mana “telok” berarti telur dan “abang” berarti merah.

Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat setempat, telur rebus dicat berwarna merah, kemudian ditancapkan pada mainan seperti kapal, pesawat, atau mobil yang terbuat dari gabus.

Diketahui, tradisi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dulunya, kegiatan ini digelar untuk memperingati hari ulang tahun Ratu Belanda. Namun, seiring waktu berubah menjadi simbol nasionalisme menyambut 17 Agustus, yang melambangkan semangat perjuangan dan keberanian.

6. Pacu Kude – Aceh

Ilustrasi pacu kude/ Foto: Unsplash.com/Geoff Oliver

Bukan sekadar hiburan, tradisi pacu kude atau pacuan kuda merupakan atraksi budaya sekaligus olahraga yang populer digelar oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, khususnya suku Gayo, untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.

Keunikan tradisi ini adalah para jokinya merupakan anak-anak atau remaja, di mana mereka menunggangi kuda tanpa menggunakan pelana. Kuda-kuda yang digunakan juga tidak sembarangan, melainkan hanya kuda Gayo asli atau hasil persilangan dengan kuda Australia karena memiliki kecepatan dan ketahanan yang kuat.

Tradisi ini telah ada sejak masa kolonial Belanda dan menjadi simbol perjuangan rakyat Aceh sekaligus simbol pemersatu antarwarga.

7. Pawai Jampana – Bandung

Pawai Jampana/ Foto: detikCom/Whisnu Pradana

Masyarakat Bandung dan sekitarnya biasa menggelar pawai jampana, parade budaya tahunan untuk merayakan momen 17 Agustusan. Kata “jampana” dalam bahasa Sunda, berarti tandu atau usungan kayu yang digunakan untuk membawa miniatur hingga hasil bumi secara bergotong-royong.

Di dalam jampana, masyarakat biasanya menyusun miniatur berbentuk rumah, aneka hasil bumi, tumpeng, jajanan pasar, hingga kerajinan tangan. Masyarakat kemudian mengarak tandu besar tersebut melewati jalanan kota, sambil diiringi musik dan tarian Sunda.

Setelah parade selesai, isi dari tandu jampana akan diperebutkan oleh masyarakat dan disantap bersama-sama, yang mencerminkan nilai kebersamaan dan rasa syukur.

8. Lari Obor Estafet – Semarang

Ilustrasi lari obor estafet/ Foto: Unsplash.com/Kenneth Schipper

Di Semarang, Jawa Tengah, terdapat agenda budaya tahunan yang rutin digelar pada malam menjelang atau tepat di Hari Kemerdekaan RI, yang dikenal dengan tradisi lari obor estafet.

Berbeda dengan lomba Agustusan biasa, peserta lari estafet ini biasanya adalah atlet terlatih atau perwakilan masyarakat yang tangguh. Para peserta akan berlari secara beregu dalam format estafet sambil membawa obor bambu yang menyala, melintasi rute perbukitan sepanjang beberapa kilometer.

Obor bambu yang menyala tersebut melambangkan kobaran semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Diselenggarakan sekitar pukul 20.00 atau 21.00 WIB, ajang ini selalu ramai dipadati ribuan warga yang bersorak di tepi jalan.

9. Sepak Bola Durian – Kebumen

Sepak bola durian/ Foto: detikCom/Rinto Heksantoro

Berbeda dari permainan sepak bola biasanya, masyarakat Kebumen, Jawa Tengah, memiliki tradisi unik sepak bola durian yang digelar untuk memeriahkan 17 Agustusan. Tradisi ini terbilang cukup ekstrem karena menggunakan buah durian asli dan berduri tajam sebagai bola.

Namun karena tingkat risikonya sangat tinggi, permainan ini tidak bisa diikuti oleh masyarakat umum melainkan hanya boleh diikuti oleh orang dewasa dengan kesiapan khusus, seperti anggota kelompok spiritual, karena membutuhkan kekuatan dan keberanian.

Kompetisi ekstrem ini dimaknai sebagai rintangan berat yang dihadapi para pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia. Meski terdengar menantang, tradisi ini mampu menarik perhatian masyarakat dan menjadi hiburan unik yang dinantikan.

10. Lomba Tradisional Nasional

Panjat Pinang/ Foto: Unsplash.com/Zoraya Project

Selain tradisi lokal, lomba-lomba tradisional seperti panjat pinang, balap karung, tarik tambang, hingga makan kerupuk menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan 17 Agustus di Indonesia.

Lomba-lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung makna sejarah dan nilai perjuangan. Dengan mengikuti beragam lomba tradisional maka turut melatih kekompakan dan semangat kebersamaan.

Nah, itulah beberapa tradisi unik perayaan 17 Agustus di sejumlah daerah di Indonesia. Kalau di tempat kamu seperti apa, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE