2 Hal Sederhana yang Bisa Membuat Orang Mau Mendengarkanmu Menurut Ahli Komunikasi
Ketika membahas executive presence atau kemampuan menunjukkan wibawa dalam komunikasi, banyak orang menganggap penampilan dan bahasa tubuh sebagai kunci utama. Berpakaian rapi, berdiri tegak, melakukan kontak mata, berbicara dengan suara tegas, hingga menunjukkan rasa percaya diri sering dianggap dapat membuat seseorang terlihat seperti seorang pemimpin.
Namun, setelah bertahun-tahun melatih para eksekutif untuk berkomunikasi secara efektif, John Bowe, seorang ahli komunikasi, menilai bahwa semua hal tersebut memang membantu, tetapi tidak otomatis membuat seseorang mampu memimpin orang lain atau sebuah perusahaan.
Menurut Bowe, yang dilansir dari CNBC, kepemimpinan justru banyak terlihat dari kemampuan menunjukkan penilaian yang baik secara konsisten, terutama melalui apa yang dikatakan dan bagaimana cara menyampaikannya. Orang yang dianggap berwibawa biasanya mampu menyampaikan inti pembicaraan sebelum orang lain melakukannya, menjelaskan ide rumit dengan cara sederhana, dan tahu kapan harus berhenti berbicara.
Kabar baiknya, kemampuan tersebut bukan semata-mata soal kepribadian, Beauties. Kebiasaan ini bisa dipelajari dan dilatih. Lantas, apa saja dua cara sederhana yang bisa membuat orang lebih mau mendengarkanmu?
1. Kurangi Kata-Kata yang Tidak Perlu
Menurut ahli komunikasi, berbicara terlalu panjang dan bertele-tele justru dapat melemahkan kesan berwibawa. Menghilangkan filler words, kalimat yang terlalu ragu, jargon, dan penjelasan berlebihan dapat membuat pesan lebih jelas dan mudah dipahami./ Foto: magnific.com
Bayangkan seseorang bertanya di depan rekan kerja, “Apakah laporan akan selesai hari Selasa?”
Ada dua cara menjawabnya. Jawaban pertama bisa sangat panjang dan dipenuhi kata seperti “hmm”, “sepertinya”, “mungkin”, serta berbagai penjelasan tentang apa yang masih harus dilakukan. Jawaban kedua cukup sederhana: “Ya, akan selesai hari Selasa.”
Menurut pengalaman ahli komunikasi, semakin senior posisi seseorang, biasanya semakin singkat jawaban yang diberikan. Bukan karena mereka tidak memiliki banyak hal untuk dikatakan, tetapi karena mereka memahami bahwa audiens tidak membutuhkan mereka untuk berpikir keras dengan suara keras.
Terlalu banyak menjelaskan justru dapat membuat otoritas seseorang melemah. Karena itu, mulai kurangi beberapa jenis verbal clutter atau kata-kata yang membuat komunikasi terasa penuh.
Pertama, filler words seperti “um”, “eh”, atau “you know” yang sebenarnya tidak menambah informasi. Kedua, hedges, seperti “menurut saya”, “mungkin”, “sepertinya”, atau “saya hanya ingin mengatakan”, yang dapat membuat pernyataan terdengar kurang tegas.
Selanjutnya, hindari frasa yang terlalu berbelit. Daripada mengatakan “sekitar enam atau tujuh”, cukup katakan “tujuh”. Jargon juga sebaiknya dikurangi karena dapat membuat audiens lebih sulit memahami maksudmu.
Terakhir, hindari memberikan konteks atau penjelasan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sampaikan informasi yang relevan dengan pertanyaan, bukan semua informasi yang kamu ketahui.
|
Baca Juga : 3 Tanda Pertemanan Kamu Semakin Renggang
|
2. Sampaikan Jawabannya Terlebih Dahulu
Salah satu cara membuat komunikasi terdengar lebih terstruktur adalah memberikan jawaban utama sejak awal. Menurut ahli komunikasi, setelah menyampaikan inti jawaban, kamu bisa melanjutkannya dengan alasan atau beberapa poin pendukung yang relevan./ Foto: magnific.com/pressfoto
Kunci kedua adalah sederhana, yaitu mulai setiap jawaban dengan jawabannya terlebih dahulu.
Jika seseorang bertanya kapan proyek akan diluncurkan, langsung sebutkan waktu. Misalnya kamu menjawab “Hari Selasa.” Jika ditanya apakah kamu mendukung sebuah ide, katakan, “Ya.” Jika ditanya mengenai hasil sebuah akuisisi, langsung sampaikan, “Kami memutuskan untuk tidak melanjutkannya.”
Setelah itu, barulah berikan penjelasan. Misalnya, “Kami memutuskan untuk tidak melanjutkannya karena tiga alasan. Pertama, kondisi ekonominya berubah. Kedua, kami menemukan masalah regulasi saat proses pemeriksaan. Ketiga, kami melihat ada penggunaan modal yang lebih baik.”
Cara ini dapat kamu lakukan karena seseorang dapat membentuk penilaian terhadap pembicara dengan sangat cepat. Jika dalam beberapa detik pertama audiens tidak memahami ke mana arah pembicaraan, mereka bisa kehilangan fokus atau mulai meragukan kejelasan pembicara.
Namun, memberikan jawaban terlebih dahulu bukan berarti harus selalu terdengar terlalu yakin. Tidak semua pertanyaan memiliki jawaban yang sederhana, sehingga kamu tetap perlu menghindari penyederhanaan berlebihan atau kepastian palsu. Intinya adalah membedakan informasi yang memang dibutuhkan audiens dari informasi yang sebenarnya hanya kamu ketahui.
Semakin sering kamu berlatih berbicara secara singkat, jelas, dan langsung pada inti, semakin mudah pula menghilangkan kebiasaan bertele-tele. Lama-kelamaan, kamu tidak perlu lagi berusaha “terlihat” berwibawa karena cara komunikasimu sendiri sudah menunjukkan kepercayaan diri.
Menurutmu, dari dua cara ini, mana yang paling sulit dilakukan: mengurangi kata-kata atau langsung memberikan jawaban di awal, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!