3 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Liburan daripada Beli Aset Mahal

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Sabtu, 24 Oct 2026 11:00 WIB
3. Tidak Peduli Simbol Status yang Dilabelkan Masyarakat
Perempuan yang menikmati liburan dari hati, bukan demi pamer/Foto: Magnific.com/Sehii_bobyk

Punya teman yang suka liburan, atau malah kamu sendiri pelakunya? Sering deh, dengar orang nyeletuk, “Dia tuh liburan mulu. Daripada liburan, mending beli aset mahal apa kek.”

Itu tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar. Setiap orang punya alasan di balik keputusan yang diambil, termasuk memilih berlibur sana-sini ketimbang beli aset mewah.

Ternyata, ada beberapa kepribadian atau nilai yang dipegang oleh para traveler. Bukan karena tidak memikirkan masa depan, mereka hanya ingin hidupnya lebih berwarna dan bermakna, alih-alih hanya mengejar dunia untuk diakui sebagai orang kaya.

Berikut tiga ciri kepribadian orang yang suka liburan daripada beli aset mahal!

1. Menilai Kebahagiaan dari Pengalaman, Bukan Harta Benda

Perempuan yang tengah liburan/Foto: Magnific.com/Magnific

Tidak semua orang punya prinsip ini. Namun, studi dari Journal of Experimental Social Psychology (2020) sepakat dengan prinsip tersebut.

Studi menemukan bahwa orang lebih bahagia ketika menghabiskan uangnya untuk membeli pengalaman daripada barang mewah, terlepas dari kapan kebahagiaan tersebut diukur: sebelum, selama, atau setelah terjadi.

Kenapa pengalaman begitu penting dibandingkan kestabilan aset? Alasan yang paling sederhana adalah memory core yang tercipta. Bagi mereka, nilai yang dirasakan pada suatu barang akan menyusut seiring waktu, sementara pengalaman justru sebaliknya.  

2. Punya Rasa Ingin Tahu yang Tinggi tentang Bagaimana Dunia Bekerja

Perempuan yang punya rasa ingin tahu tinggi terhadap dunia/Foto: Magnific.com/Marymarkevich

Orang yang suka liburan biasanya punya rasa ingin tahu yang tinggi. “Gimana sih dunia ini bekerja? Apa yang membedakan kota satu dengan lainnya?”

Saking “kepo”-nya dengan dunia, mereka rela mengeluarkan uang untuk liburan. Ending-nya? Mereka bisa belajar banyak hal soal hidup, lebih open minded, dan adaptif. Pada akhirnya, mendorong kehidupan yang lebih bermakna.  

3. Tidak Peduli Simbol Status yang Dilabelkan Masyarakat

Perempuan yang menikmati liburan dari hati, bukan demi pamer/Foto: Magnific.com/Sehii_bobyk

Orang yang hobi traveling cenderung punya self-love dan kesadaran mental yang tinggi. Mereka tidak begitu peduli bagaimana penilaian orang terhadap stabilitas keuangannya.

Bagi mereka, stabilitas keuangan tidak selalu dari seberapa banyak aset yang terlihat. Orang yang sering liburan justru identik punya keuangan yang stabil. Hanya saja, kestabilan tersebut tidak dapat dilihat oleh semua orang.

Wilson Merrell selaku peneliti pascadoktoral di Aarhus University juga memaparkan, ada banyak cara untuk menunjukkan status, bukan hanya lewat aset mahal.

“Membeli pengalaman yang ‘mahal’ dapat mencerminkan status yang tinggi sekaligus tingkat kehangatan yang relatif tinggi. Mereka melakukannya karena hasrat pribadi, bukan demi pamer sana-sini,” ujar Merrell, pada PsyPost.

Itulah tiga ciri kepribadian orang yang suka liburan ketimbang beli aset mahal. Kalau menurut, Beauties, gimana?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE