Sering kali seseorang tanpa sadar mengucapkan “Aku baik-baik saja” saat ditanya kabar, padahal di dalam, rasanya seperti sedang tenggelam dalam tekanan yang tak terlihat. Banyak perempuan yang tampak tenang juga sebenarnya sedang mengirim sinyal tanda ketidakbahagiaan melalui percakapan sehari-hari, tetapi hal itu sangat samar sehingga sering tidak disadari.
Ungkapan-ungkapan biasa tapi bermakna dalam yang kerap diucapkan perempuan ini akan terselip ke percakapan sehari-hari dengan begitu alaminya hingga teman dan keluarga yang diajak berkomunikasi jarang bisa menangkap pesan di baliknya.
Jika ingin memahami apakah perempuan di sekitarmu sedang berjuang di balik sikapnya yang biasa saja, perhatikan tiga kalimat perempuan tak bahagia dalam artikel yang dilansir dari Veg Out berikut ini. Mungkin saja ada salah satu yang sering mereka katakan!
“Aku Selalu Sibuk”
|
Kalimat perempuan tak bahagia dapat dikenali melalui penegasan berulang bahwa dirinya selalu sibuk/Foto: Freepik |
Ungkapan ini sering terdengar seperti tanda kesuksesan dalam masyarakat kita yang begitu mengagung-agungkan kesibukan. Namun, saat seorang perempuan mengatakan “Aku sangat sibuk” terkadang hal itu justru menandakan ketakutannya untuk menghadapi isi pikiran sendiri. Ia akan menjadwalkan setiap menit dari waktunya agar tidak harus menghadapi perasaan yang sulit.
Ketika seorang perempuan terus menegaskan bahwa dirinya sangat sibuk, terutama saat dia mengatakannya dengan ekspresi lelah atau nada letih, kesibukan itu tidak selalu merupakan sekadar fakta objektif tentang banyaknya pekerjaannya.
Dalam konteks psikologis, kesibukan bisa berfungsi sebagai mekanisme pengalihan. Namun, perlu disadari bahwa aktivitas yang padat memang berguna untuk menahan emosi sulit agar tidak muncul, tetapi hal ini juga bisa menghalangi proses penyembuhan yang sebenarnya.