3 Kata dalam Bahasa Jepang saat Kamu Merasa Kehilangan Waktu

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 06 Oct 2026 18:00 WIB
Natsukashii (懐かしい)
Natsukashii/Foto: Magnific

Ada fase dalam hidup ketika kamu tiba-tiba melihat foto lama dan berpikir, “Loh, kok sudah selama ini?” Teman yang dulu hampir setiap hari ditemui sekarang cuma muncul di Instagram. Tempat yang dulu sering didatangi sudah berubah. Bahkan versi dirimu yang dulu terasa seperti orang lain.

Kalau kamu pernah merasa kehilangan waktu seperti ini, ternyata ada beberapa kata bahasa Jepang yang bisa menggambarkan perasaan tersebut dengan begitu pas.

Menariknya, perasaan itu nggak selalu berbentuk sedih. Kadang ada rasa hangat, kadang justru tenang. Ada juga momen ketika kamu cuma ingin menikmati sesuatu karena tahu sebentar lagi akan berlalu. Dalam belajar bahasa Jepang, tiga istilah ini menarik karena masing-masing menangkap sisi berbeda dari hubungan kita dengan waktu.

Yuk, simak apa saja kata dalam bahasa Jepang yang bisa kamu gunakan untuk menggambarkan perasaan kehilangan waktu dilansir dari Japanese Rituals!

Mono no Aware (物の哀れ)

Mono no Aware/Foto: Magnific

Coba bayangkan hari terakhir liburan. Kamu masih senang, tetapi ada sedikit rasa sesak karena besok harus pulang. Atau saat melihat bunga sakura yang sedang cantik-cantiknya, kamu justru teringat bahwa sebentar lagi bunganya akan jatuh. Nah, rasa campur aduk seperti ini bisa disebut dengan istilah mono no aware.

Istilah ini dikaitkan dengan sarjana Jepang zaman Edo, Motoori Norinaga, sebagai konsep penting dalam sastra Jepang. Menariknya, yang dirasakan bukan sekadar kesedihan. Ada kelembutan dalam menerima bahwa sesuatu memang indah justru karena tidak selamanya tinggal.

Natsukashii (懐かしい)

Natsukashii/Foto: Magnific

Pernah nggak, Beauties, baru dengar satu lagu lalu mendadak ingat masa sekolah? Padahal lagunya biasa saja. Tapi tiba-tiba kamu ingat teman sebangku, perjalanan pulang, sampai jajanan yang dulu sering dibeli. Perasaan “ih, kangen masa itu” punya tempat khusus dalam bahasa Jepang, yaitu natsukashii.

Kata ini memang sering diterjemahkan sebagai “nostalgia”, tetapi rasanya lebih hangat. Ada semacam rasa syukur karena pernah mengalami masa tersebut. Seolah kenangan lama datang mengetuk pintu, lalu kamu membukanya sambil tersenyum.

Komorebi (木漏れ日)

Komorebi/Foto: Magnific

Bayangkan kamu sedang jalan santai, lalu cahaya matahari tiba-tiba jatuh di wajah lewat celah pepohonan. Daunnya bergerak pelan. Bayangannya ikut bergeser. Nggak ada kejadian besar, tetapi kamu tiba-tiba ingin berhenti sebentar. Itulah komorebi.

Secara harfiah, kata ini memang merujuk pada cahaya yang menyelinap di antara dedaunan. Namun, pengalaman melihatnya sering terasa lebih dalam. Mungkin karena momennya cepat berlalu. Beberapa detik kemudian, cahaya itu sudah berpindah dan pemandangannya nggak akan persis sama lagi.

Lucunya, waktu memang nggak pernah benar-benar berhenti untuk kita. Hari yang menurutmu biasa saja bisa berubah menjadi kenangan yang suatu hari bikin kamu tersenyum sendiri.

Mungkin itu juga yang membuat ketiga kata bahasa Jepang ini terasa menarik. Mono no aware mengajarkan kita menikmati sesuatu sebelum berakhir. Natsukashii membuat masa lalu terasa hangat. Sementara komorebi mengingatkan bahwa momen kecil pun layak diperhatikan, meski cuma sebentar.

Jadi, kalau hari ini terasa berjalan terlalu cepat, coba lihat sekeliling sebentar, Beauties. Siapa tahu, tanpa kamu sadari, kamu sedang menjalani sesuatu yang kelak akan kamu rindukan!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE