3 Kebiasaan Orang Tua yang Mendidik Anaknya Menjadi Tangguh
Anak yang tangguh adalah hasil dari pola pendidikan yang diterapkan secara konsisten oleh orang tuanya. Sebagai orang tua, mereka memahami bahwa seiring dengan pertumbuhannya, anak harus dapat mengatasi kesulitan yang ada. Melatih mental tangguh anak bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil, Beauties.
Suzan J. Song, seorang psikiater lulusan pelatihan di Harvard dan Stanford, menyebutkan dalam CNBC Make It, beberapa contoh kebiasaan yang diterapkan oleh orang tua pada anaknya agar dapat tumbuh dengan mental yang kuat. Simak beberapa di antaranya!
1. Membiarkan Anak Merasakan Kegagalan dan Keberhasilan
Membiarkan anak merasakan keberhasilan dan kegagalan/ Foto: Pexels.com/Kampus Production
Pengalaman yang baik dan buruk sama pentingnya, Beauties. Ketika anak berhasil mencapai sesuatu, maka mereka akan merasa bangga atas kemampuannya. Namun di sisi lain, melatih mereka akan pentingnya rendah hati. Ketika gagal, anak akan belajar untuk menerima dan memperbaiki kesalahannya.
Menurut Song, orang tua perlu memberikan anak kesempatan untuk sedikit bersusah payah, berlatih, melakukan kesalahan, dan pada akhirnya menjadi lebih baik. Degan begitu, mereka bisa belajar tentang proses, disiplin, dan konsistensi dalam menuju keberhasilan.
2. Mengajarkan Anak Hubungan yang Sehat
Mengajarkan anak hubungan yang sehat/ Foto: Pexels.com/Alex Green
Bukan hanya dari segi kemampuan saja, kebiasaan yang diterapkan perlu mengajarkan anak tentang pentingnya hubungan yang sehat. Sebab, ketika anak tumbuh dewasa, anak bisa saja menghadapi masalah yang melibatkan orang lain. Oleh karena itu, anak yang tangguh perlu mengetahui cara membangun kepercayaan, memperbaiki konflik, meminta bantuan, menetapkan batasan, dan menjaga hubungan yang erat.
3. Memberikan Anak Kesempatan untuk Berguna bagi Orang Lain
Memberikan anak kesempatan untuk berguna bagi orang lain/ Foto: Pexels.com/PAOLO de GUZMAN
Kemampuan teknis dan kemampuan sosial ini bisa dilatih dengan memberikan anak kesempatan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, mengajarkan anak untuk memberi makan hewan peliharaan, membantu saudaranya ketika membutuhkan pertolongan, terlibat dalam program sukarelawan, dan sebagainya.
Kesempatan untuk menjadi orang yang bermanfaat akan mengingatkan mereka bahwa meskipun sedang menghadapi masa-masa sulit, mereka tetap memiliki kemampuan untuk berkontribusi, menjalin hubungan, dan berarti bagi orang lain.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!