3 Tipe Orang yang Sering Membuatmu Meragukan Diri Sendiri

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 21 Sep 2026 10:00 WIB
Menyerang Bagian Dirimu yang Paling Rentan
Menyerang Bagian Dirimu Paling Rentan/Foto: Magnific

Pernah nggak, Beauties, setelah ngobrol dengan seseorang kamu malah mempertanyakan dirimu sendiri? Padahal sebelumnya kamu yakin dengan perasaan atau pendapatmu, tetapi setelah mendengar perkataannya, tiba-tiba muncul pikiran, “Jangan-jangan aku memang salah, ya?”

Situasi seperti ini bisa terjadi ketika kamu berhadapan dengan tipe orang yang sering membuatmu meragukan diri sendiri. Mereka belum tentu selalu terlihat kasar atau sengaja menjatuhkanmu secara terang-terangan. Namun, cara mereka merespons perasaan, pendapat, atau kesalahan masa lalu bisa perlahan membuat kepercayaan dirimu ikut goyah.

Meremehkan Perasaan dan Pengalamanmu

Meremehkan Perasaan dan Pengalamanmu/Foto: Magnific

Coba bayangkan kamu sedang bercerita kepada seseorang bahwa kamu merasa sangat buruk setelah mengalami sesuatu. Alih-alih mendengarkan, dia justru menjawab, “Memangnya apa yang perlu disedihkan?” atau “Kamu terlalu lebay.” Pernah mendapat respons seperti ini, Beauties?

Respons tersebut bukan sekadar perbedaan pendapat. Ketika seseorang terus-menerus mengatakan bahwa tidak ada alasan bagimu untuk merasa sedih, kecewa, atau terluka, pengalaman emosionalmu sedang dibuat seolah-olah tidak masuk akal.

Lebih jauh lagi, mereka mungkin mengatakan, “Nggak, kamu sebenarnya nggak merasa begitu,” atau menuduhmu selalu membesar-besarkan masalah. Akibatnya, kamu bisa mulai mempertanyakan diri sendiri, termasuk apakah reaksimu memang berlebihan atau justru wajar.

Padahal, orang lain tidak bisa menentukan apa yang kamu rasakan. Mereka boleh tidak memahami emosimu, tetapi bukan berarti perasaan tersebut menjadi tidak valid. Jadi, kalau kamu mulai sering berpikir, “Apa aku terlalu sensitif?”, coba lihat kembali bagaimana orang tersebut selama ini merespons emosimu.

Menyerang Bagian Dirimu yang Paling Rentan

Menyerang Bagian Dirimu Paling Rentan/Foto: Magnific

Pernah sedang menyampaikan pendapat, tetapi lawan bicaramu malah mengomentari cara kamu berbicara? Misalnya, kamu sedang menjelaskan pandangan mengenai suatu masalah, tetapi dia justru menyuruhmu berhenti terbata-bata atau mengoreksi pengucapanmu.

Sekilas, komentar tersebut mungkin terlihat seperti koreksi biasa. Namun, konteksnya menjadi berbeda ketika hal itu digunakan untuk merendahkan kredibilitasmu. Kesulitan berbicara atau pengucapan tertentu tidak membuat sudut pandangmu otomatis menjadi kurang valid.

Tipe orang yang sering membuatmu meragukan diri sendiri bisa menggunakan bagian dirimu yang paling rentan untuk mengalihkan perhatian dari isi pembicaraan. Daripada benar-benar menjawab argumenmu, mereka menyerang hal kecil yang tidak berkaitan dengan inti persoalan.

Coba pikirkan, apakah kamu pernah tiba-tiba kehilangan kepercayaan diri hanya karena seseorang mengomentari kekuranganmu saat berdiskusi? Kalau iya, jangan buru-buru menganggap pendapatmu memang tidak layak didengar.

Mengungkit Kesalahan Masa Lalu untuk Menjatuhkan Perkataanmu

Mengungkit Kesalahan Masa Lalu/Foto: Magnific

Bayangkan kamu sedang menegur pasangan karena dia berteriak. Kamu mengatakan bahwa berbicara dengan suara tinggi bukan cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Namun, dia membalas, “Kamu nggak berhak ngomong begitu. Lima tahun lalu kamu juga pernah teriak ke aku.”

Kalau berada di posisi tersebut, kira-kira kamu akan langsung merasa bersalah? Atau malah bingung karena pembicaraan tiba-tiba beralih ke kesalahanmu bertahun-tahun lalu?

Menggunakan kesalahan masa lalu sebagai “balasan” sebenarnya bukan argumen yang benar-benar menjawab persoalan saat ini. Pertama, respons tersebut lebih menyerupai alasan untuk menghindari kritik daripada membahas perilaku yang sedang terjadi.

Kedua, cara seperti ini seolah mengatakan bahwa seseorang tidak boleh berubah. Padahal, kamu bisa belajar dari kesalahan dan memiliki pemahaman yang berbeda setelah bertahun-tahun.

Kalau kamu pernah melakukan sesuatu yang salah, tentu kamu tetap bertanggung jawab terhadapnya. Namun, kesalahan tersebut tidak otomatis menghapus hakmu untuk memberikan pendapat hari ini. Meragukan diri karena terus dihadapkan pada kesalahan lama hanya akan membuatmu sulit melihat perkembangan yang sudah kamu lakukan.

Beauties, berinteraksi dengan orang lain memang berarti kita akan menemukan pendapat yang berbeda. Ada kalanya orang lain mengkritikmu dan kritik tersebut memang perlu didengarkan. Namun, kritik yang sehat seharusnya membahas persoalan, bukan membuatmu terus mempertanyakan nilai dirimu.

 ***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.