4 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Tidak Bahagia Dilihat dari Karakternya saat Dewasa

Rini Apriliani | Beautynesia
Sabtu, 03 Oct 2026 22:00 WIB
4. Sulit Meminta Bantuan
Ilustrasi sulit meminta bantuan/Foto: Magnific.com/stoccking

Beauties, menjadi orang tua bukan hal yang mudah. Sebab, menjadi orang tua adalah perjalanan panjang dengan proses belajar dan tanggung jawab seumur hidup.

Perannya pun sangat krusial dalam hidup seorang anak. Apa yang dialami orang tua bisa berdampak secara langsung pada anak. Orang tua yang tidak bahagia atau dipenuhi stres bisa meninggalkan luka emosional yang mendalam dan berkepanjangan untuk anak.

Anak yang dibesarkan orang tua tidak bahagia cenderung membawa pola perilakunya hingga dewasa. Mereka masih bergelut dengan rasa cemas karena kasih sayang yang tidak mereka terima saat kecil.

Melansir YourTango, ada cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tidak bahagia dilihat dari karakternya saat dewasa. Apa saja itu? Simak!

1. Suka Memendam Perasaan Sendiri

cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tidak bahagia dilihat dari karakternya saat dewasa adalah suka memendam perasaannya sendiri.

Ilustrasi memendam perasaan/Foto: Magnific.com

Karakter anak yang tumbuh dengan orang tua tidak bahagia adalah suka memendam perasaannya sendiri.

Sejak kecil, mereka selalu berhati-hati agar tidak membuat orang tuanya semakin marah atau stres. Akibatnya, mereka belajar untuk memendam perasaan itu sendiri.

Mereka memiliki rasa takut menjadi beban bagi keluarga karena sejak kecil tidak pernah diberi ruang untuk mengekspresikan emosinya. Selain itu, mereka suka menyalahkan diri sendiri dan malu dengan perasaannya sendiri.

Saat dewasa, mereka cenderung memendam semuanya sendiri, serta sering merasa waspada dan cemas karena tidak tahu cara mengekspresikan diri yang takut memicu konflik.

2. Sulit Mengatakan ‘Tidak’ dan Cenderung Menjadi People Pleaser

cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tidak bahagia dilihat dari karakternya saat dewasa adalah sulit berkata “tidak” dan cenderung mengutamakan orang lain.

Ilustrasi people pleaser/Foto: Magnific.com

Tumbuh dengan orang tua yang tidak mampu mengatur emosinya membuat sang anak memikul tanggung jawab emosional yang besar di rumah.

Hal ini membentuk mereka menjadi sosok yang kesulitan untuk berkata “tidak” dan cenderung mengutamakan orang lain di atas segala untuk menciptakan ketenangan.

Sayangnya, sampai mereka dewasa pun mereka sulit untuk melepaskannya. Bahkan, mereka sering berusaha memperbaiki emosi orang lain karena mereka takut jika seseorang sudah dalam suasana hati yang buruk dan memicu pertengkaran.

3. Meragukan Dirinya Sendiri

cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tidak bahagia dilihat dari karakternya saat dewasa.

Ilustrasi cemas/Foto: Magnific.com

Cara mengenali anak yang dibesarkan oleh orang tua tidak bahagia selanjutnya adalah mereka sering meragukan dirinya sendiri.

Hal ini karena sejak kecil mereka percaya bahwa ketidakbahagiaan orang tuanya tersebut merupakan kesalahan dan tanggung jawab mereka. Akibatnya, saat mereka dewasa mereka sering bergulat dengan keraguan diri sendiri dan merasa kurang berharga.

Kebiasaan meragukan diri sendiri ini tidak sekadar menghambat perkembangan pribadi dan karier, tapi juga dapat merusak hubungannya. Mereka bisa dipenuhi oleh rasa cemas, lalu baru akan memiliki kepercayaan diri saat sudah mendapatkan pujian atau validasi dari orang lain.

4. Sulit Meminta Bantuan

cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tidak bahagia dilihat dari karakternya saat dewasa adalah  sulit untuk meminta bantuan meski dalam keadaan terdesak sekalipun.

Ilustrasi sulit meminta bantuan/Foto: Magnific.com/stoccking

Terakhir, anak yang dibesarkan oleh orang tua tidak bahagia akan sering menekan kebutuhan dan emosinya sendiri. Mereka akan lebih sering meminta maaf tanpa alasan dan sulit untuk meminta bantuan meski dalam keadaan terdesak sekalipun.

Sejak kecil, mereka belajar mengalah agar orang tuanya memiliki ruang untuk meluapkan emosi. Kecemasan yang berakar sejak kecil ini membuat mereka jadi takut menjadi beban untuk orang lain.

Padahal, mau terbuka dan mencari dukungan adalah kunci utama untuk menyembuhkan trauma masa kecil. Namun, hingga dewasa mereka justru mengalami kesulitan meminta bantuan tersebut.

Beauties, itu dia beberapa cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tidak bahagia dilihat dari karakternya saat dewasa. Bagaimana, kamu pernah menemuinya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE