4 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Sabtu, 26 Sep 2026 21:30 WIB
Sering Meragukan Diri Sendiri
Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Orang tua adalah sosok pertama yang memberikan cinta dan kasih sayang kepada anak. Mereka jadi tempat aman bagi anak untuk berlindung dan bertumbuh. Tapi apa yang terjadi jika orang tua kerap meremehkan anak semasa kecil?

Orang yang bersikap meremehkan akan memperlakukan orang lain seolah-olah mereka lebih rendah. Sedihnya, dinamika semacam ini bisa saja terjadi dalam hubungan orang tua dan anak, Beauties. Menurut psikolog Dr. Shannon Franklin, PsyD, orang tua yang merasa lebih superior sering kali berkomunikasi dengan anaknya seolah-olah anak itu kurang paham dan lambat menangkap.

Beberapa sikap meremehkan yang dilakukan orang tua adalah menertawakan atau menganggap remeh pertanyaan anaknya, bersikap keras saat mengoreksi anak, hingga mengabaikan perasaan anak.

Tak hanya itu, sikap ini juga bisa terlihat dari kalimat yang sering mereka ucapkan, misalnya "Kamu terlalu sensitif," atau "Kamu akan mengerti nanti saat waktunya tiba," atau "Berhentilah berpura-pura seolah kamu sudah tahu soal ini."

Pengalaman menyakitkan ini bisa memicu terbentuknya sifat-sifat tertentu pada anak saat mereka tumbuh dewasa. Dirangkum dari Parade, simak penjelasannya berikut ini.

Sering Meragukan Diri Sendiri

Pengalaman menyakitkan ini bisa memicu terbentuknya sifat-sifat tertentu pada anak saat mereka tumbuh dewasa.

Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Anak yang diremehkan oleh orang tuanya akan sering mempertanyakan dan meragukan dirinya sendiri. Banyak hal yang seharusnya biasa saja, tapi bagi mereka justru bisa menimbulkan stres.

"Saat dewasa, banyak hal yang biasanya tampak sebagai keputusan mudah kini justru menimbulkan stres bagi mereka," ujar Dr. Franklin.

Sifat ini muncul karena semasa kecil mereka terus-menerus dianggap bereaksi berlebihan dan dianggap tidak mampu menyerap informasi.

People Pleaser

Pengalaman menyakitkan ini bisa memicu terbentuknya sifat-sifat tertentu pada anak saat mereka tumbuh dewasa.

Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

People pleaser adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang selalu berusaha menyenangkan dan memenuhi ekspektasi orang lain. Bahkan, mereka sering mengorbankan kebutuhan dan keinginan diri sendiri demi orang lain.

Anak yang sering diremehkan oleh orang tuanya cenderung tumbuh menjadi sosok people pleaser. Mereka selalu ingin membuat orang lain senang, bahkan jika itu artinya mereka harus mengorbankan diri sendiri.

"Sering kali, hal ini berakar pada keyakinan sejak dini bahwa untuk mendapatkan pengakuan, seseorang harus selalu berusaha menyenangkan orang lain," ujar Dr. Franklin.

Dalam prosesnya, mereka mungkin mengesampingkan kebutuhan diri sendiri demi menghindari penilaian atau kritik dari orang lain.

Sensitif terhadap Kritik

Pengalaman menyakitkan ini bisa memicu terbentuknya sifat-sifat tertentu pada anak saat mereka tumbuh dewasa.

Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Bagi mereka, kritik atau saran bisa terasa sangat menyakitkan, terutama jika kritik tersebut memang bersifat menyerang diri mereka.

Dr. Franklin menjelaskan bahwa orang tua yang gemar meremehkan anaknya mungkin pernah melontarkan kritik dan membuat anak meyakini bahwa apa pun yang mereka lakukan selalu salah. Itulah sebabnya ketika mereka beranjak dewasa, mereka menjadi sangat sensitif terhadap kritik karena mereka sudah mendengar itu sejak kecil.

Suka Menjelaskan Secara Berlebihan

Pengalaman menyakitkan ini bisa memicu terbentuknya sifat-sifat tertentu pada anak saat mereka tumbuh dewasa.

Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Mereka sering menjelaskan segala sesuatunya dengan berlebihan. Baik itu tindakan, keputusan, perkataan, hingga perasaan mereka.

"Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa, saat dewasa, Anda sering kali merasa orang lain tidak memahami perasaan Anda," ujar Dr. Franklin. Perasaan tersebut mungkin terasa sangat nyata jika situasi serupa pernah dialami semasa kecil.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE