Dari 10.569 warga sipil yang meninggal sejak serangan Israel di Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan Kementerian Kesehatan Gaza per 9 November 2023, ada 32 jurnalis Palestina yang termasuk di dalamnya. Sementara sejauh ini sebanyak total 37 awak media juga dinyatakan tewas, termasuk satu orang dari Lebanon dan 4 lainnya merupakan jurnalis Israel.
Namun di balik teror yang berlangsung, nyatanya sejumlah jurnalis tangguh perempuan Palestina masih tetap berdiri tegar. Mereka tidak gentar menerobos bahaya demi menguak fakta.
Di tengah ancaman bom dan terbatasnya akses, mereka berusaha melakukan apapun untuk menyampaikan kabar terkini. Siapa saja mereka? Berikut beberapa di antaranya:
1. Plestia Alaqad
Plestia Alaqad/Foto: Instagram.com/@byplestia |
Diketahui masih berusia 22 tahun, Plestia Alaqad menjadi salah satu rujukan update terkini seputar kondisi di Gaza. Melansir akun LinkedIn, dia sebenarnya berprofesi sebagai human resources manager di StepUp Agency, namun pernah bergabung di Press House Palestina sebagai editor berita.
Melansir Reuters, Plestia melarikan diri dari rumahnya di Gaza lantaran kawasan itu jadi sasaran pengeboman. Selama perang ini dia berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan menghadapi beragam krisis di Palestina.
Namun di tengah kondisi sulit tersebut, dia berusaha mengunggah sebisa mungkin update terkini yang terjadi di Gaza. Sebagai jurnalis independen, Plestia juga mempersilahkan semua kantor berita dan channel menggunakan materi video dan foto yang diunggahnya, selama mencantumkan namanya.