4 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orang Tua kepada Anak yang Sudah Dewasa

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Jumat, 09 Oct 2026 18:00 WIB
4. “Kapan Menikah?”
Ilustrasi momen kumpul keluarga/Foto: Magnific/magnific

Punya orang tua yang perhatian tentu menjadi sesuatu yang berharga, tetapi cara menyampaikan perhatian kadang bisa terasa berbeda saat anak sudah dewasa. Apalagi ketika anak mulai punya pilihan hidup, prinsip, dan cara berpikir sendiri.

Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua karena bisa membuat anak merasa kurang dipahami. Meski terdengar seperti nasihat atau perhatian, ucapan tertentu justru bisa membuat komunikasi terasa canggung dan hubungan perlahan berjarak.

Penasaran kalimat apa saja yang diam-diam bisa merenggangkan kedekatan emosional antara anak dan orang tua? Yuk, langsung simak ulasannya di bawah ini, Beauties!

1. “Kamu Harus Bersyukur”

Ilustrasi anak perempuan dewasa berbicara dengan ibunya/Foto: Magnific/bearfotos

Mengajarkan anak untuk bersyukur tentu bukan hal yang salah. Namun, kalau kata “bersyukur” selalu muncul saat anak sedang cerita tentang masalah atau rasa kecewanya, mereka bisa merasa kurang didengarkan.

Saat anak sedang bercerita, mungkin mereka tidak sedang mencari solusi. Bisa jadi, mereka hanya ingin didengarkan dan dimengerti oleh orang tuanya.

Kadang, mendengarkan tanpa memberi nasihat justru sudah cukup. Dengan begitu, komunikasi orang tua dan anak dewasa pun bisa tetap terasa nyaman dan hangat.

2. “Dulu Zaman Kami Tidak Seperti Itu”

Ilustrasi ibu dan anak perempuan dewasa berbincang santai/Foto: Magnific/shurkin_son

Perbedaan zaman sering membuat orang tua dan anak dewasa melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Cara mengatur uang, membangun karier, hingga menjalani hubungan pun sudah tidak sama seperti dulu.

Your Tango menjelaskan bahwa membandingkan kehidupan anak dengan masa orang tua bisa membuat anak merasa kurang dipahami. Kalimat seperti “dulu zaman kami tidak seperti itu” mungkin terdengar biasa, tetapi kondisi yang dihadapi setiap generasi belum tentu sama.

Pengalaman orang tua tetap bisa menjadi pelajaran yang berharga. Hanya saja, pengalaman tersebut tidak selalu bisa diterapkan dengan cara yang sama karena setiap generasi punya tantangannya sendiri. Jadi, meski jalannya berbeda, bukan berarti perjuangan anak sekarang lebih mudah.

3. “Sudah, Jangan Dibahas Lagi”

Ilustrasi anak perempuan dewasa berbicara serius dengan orang tua/Foto: Magnific/shurkin_son

Pernah tidak, Beauties, sudah lama menyimpan sesuatu lalu akhirnya memberanikan diri untuk cerita? Rasanya tentu tidak mudah membuka pembicaraan yang selama ini hanya dipendam sendiri.

Karena itu, ketika orang tua merespons dengan kalimat, “sudah, jangan dibahas lagi,” anak bisa merasa obrolannya tidak dianggap penting. Menutup pembicaraan seperti ini bisa terasa sangat mengecewakan bagi anak yang sudah berusaha terbuka.

Orang tua tentu boleh meminta waktu kalau suasana mulai terlalu emosional. Melansir Your Tango, penelitian dalam jurnal Healthcare juga menemukan bahwa penolakan dari orang tua bisa membuat anak merasa malu atau bersalah. Jadi, tidak apa-apa mengambil jeda, asalkan pembicaraannya tetap bisa dilanjutkan.

4. “Kapan Menikah?”

Ilustrasi momen kumpul keluarga/Foto: Magnific/magnific

Di acara keluarga, pertanyaan seperti “kapan menikah?” rasanya hampir selalu muncul. Bagi orang tua mungkin ini hanya pertanyaan biasa, tetapi kalau terus ditanyakan, anak bisa merasa lelah juga.

Soal menikah tentu tidak sesederhana menentukan kapan waktunya. Ada yang ingin fokus pada karier, menikmati hidup sendiri, atau masih ingin memastikan dirinya benar-benar siap untuk menjalani hubungan serius.

Jadi, belum menikah bukan berarti seseorang tidak punya tujuan hidup. Setiap orang punya pertimbangan masing-masing sebelum memutuskan untuk menikah.

Kadang, menjaga hubungan dengan anak dewasa cukup dimulai dari tahu kapan harus bicara dan kapan cukup mendengarkan. Dengan begitu, obrolan pun bisa tetap nyaman tanpa terasa dipaksakan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE