4 Kalimat yang Sering Diucapkan Pria yang Sulit Terbuka secara Emosional

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 12 Oct 2026 13:15 WIB
“Nggak tahu, belum kepikiran”
Sering Menghindar/Foto: Magnific

Tidak semua orang mengekspresikan emosi dengan cara yang sama. Namun, ketika berbicara soal perasaan, pria memang cenderung lebih jarang membukanya kepada orang lain.

Sebuah survei di Amerika Serikat pada 2021 menunjukkan bahwa 48 persen perempuan mengaku berbagi perasaan pribadi dengan teman dalam seminggu terakhir, sedangkan pada pria angkanya hanya 30 persen. Menariknya lagi, pria yang lebih muda pun tidak lebih sering terbuka dibandingkan yang lebih tua.

Bukan berarti semua pria seperti itu, ya, Beauties. Tapi buat sebagian orang, memendam perasaan lama-lama berubah jadi kebiasaan. Akhirnya, yang keluar bukan cerita tentang apa yang dirasakan, melainkan kalimat-kalimat singkat yang terdengar biasa, padahal sering menjadi cara paling aman untuk menutup pintu percakapan.

Dilansir dari Bolde, ini kalimat yang sering keluar dari pria yang sulit terbuka secara emosional:

“Nggak usah ngeluh”

Menahan Perasaan/Foto: Magnific

Biasanya kalimat ini disambung dengan, “Percuma juga kalau ngeluh,” lalu ditutup tawa kecil. Kedengarannya ringan, tapi kalau diperhatikan lagi, dia bukan sedang bilang hidupnya baik-baik saja. Dia sedang bilang bahwa mengeluh bukan sesuatu yang menurutnya boleh dilakukan.

Lama-kelamaan, jawaban seperti ini jadi otomatis. Saat ditanya kabarnya, dia tidak benar-benar bercerita tentang apa yang sedang dirasakan. Apa yang keluar dari mulutnya justru aturan yang sudah tertanam bertahun-tahun, yaitu simpan sendiri dan jangan merepotkan orang lain.

“Aku cuma capek”

Memilih Kalimat yang Aman/Foto: Magnific

Ini mungkin alasan paling aman sedunia. Tidak ada yang bisa membantah kalau seseorang bilang lagi capek.

Masalahnya, kata “capek” kadang menutupi banyak hal. Dia jadi lebih pendiam saat makan malam, mudah tersinggung, atau pikirannya seperti ke mana-mana. Tapi setiap ditanya, jawabannya tetap sama.

Menurut Mayo Clinic, depresi pada pria tidak selalu muncul sebagai kesedihan. Gejalanya bisa berupa kelelahan yang terus-menerus, mudah marah, sakit kepala, hingga kecenderungan mencari distraksi agar tidak perlu menghadapi emosinya sendiri.

Tentu saja, kebanyakan orang yang bilang capek memang benar-benar lelah. Namun, kalau jawaban itu terus muncul selama berbulan-bulan, mungkin yang sedang habis bukan cuma energinya.

“Ya udahlah, memang begitu”

Ingin Cepat Mengakhiri Pembicaraan/Foto: Magnific

Kalimat ini terdengar seperti bentuk penerimaan. Entah itu setelah kehilangan pekerjaan, hubungan yang berakhir, atau masalah keluarga, semuanya bisa ditutup dengan lima kata sederhana.

Padahal menerima kenyataan biasanya butuh proses. Orang cenderung bercerita dulu tentang rasa kecewa atau sedihnya sebelum akhirnya benar-benar berdamai. Sementara pada pria yang tertutup, kalimat ini sering muncul terlalu cepat, seolah perasaan itu langsung diubah menjadi fakta.

Kalau setelah mengucapkannya dia langsung mengganti topik, bisa jadi yang ditutup bukan masalahnya, melainkan akses menuju emosinya.

“Nggak tahu, belum kepikiran”

Sering Menghindar/Foto: Magnific

Ini mungkin kalimat yang paling membingungkan. Saat ditanya apakah dia bahagia dengan pekerjaannya atau bagaimana perasaannya setelah bertengkar dengan keluarga, jawabannya hanya, “Nggak tahu.”

Menurut psikolog Ronald Levant dari University of Akron, sebagian pria tumbuh dengan kebiasaan menahan emosi sehingga tidak terbiasa memberi nama pada apa yang sedang mereka rasakan. Ia menyebutnya sebagai normative male alexithymia, yaitu kesulitan ringan hingga sedang dalam mengenali atau mengungkapkan emosi, bukan kondisi klinis yang dialami semua pria.

Jadi, “nggak tahu” belum tentu berarti dia sengaja menghindar. Bisa jadi dia memang benar-benar belum menemukan kata yang pas untuk menjelaskan apa yang sedang dirasakan. Hanya saja, ketika ditambah dengan “belum kepikiran”, sering kali itu juga berarti dia belum siap membuka pembicaraan itu.

Pria yang sulit terbuka tidak selalu memilih diam karena tidak punya perasaan. Kadang, mereka memang tidak terbiasa mengungkapkannya atau merasa lebih aman menyimpan semuanya sendiri.

Memberi ruang tanpa menghakimi sering kali menjadi langkah pertama agar percakapan yang awalnya tertutup perlahan bisa berubah menjadi lebih jujur.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.