4 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Dewasa Malas Bercerita

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 05 Oct 2026 19:30 WIB
Sering Meremehkan Perasaan Anak
Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Dewasa Malas Bercerita/Foto: Pexels.com

Ketika anak beranjak dewasa, lingkup hubungan yang ia miliki tentu mengalami perubahan. Dari anggota keluarga kini meluas menjadi hubungan di sekolah, tempat les, kampus, hingga tempat kerja.

Sebagian orang tua mungkin menyadari bahwa anaknya kini tak lagi aktif bercerita tentang kesehariannya. Anak mungkin jadi lebih percaya dan nyaman menceritakan kehidupannya kepada sahabat atau pasangan dan cenderung menjauh dari orang tuanya.

Orang tua pun bertanya-tanya, kira-kira apa yang berubah? Apa yang salah?

Jarak yang tercipta antara orang tua dan anak ini bukannya terjadi dalam semalam, Beauties. Kerenggangan hubungan bisa terbentuk perlahan seiring berjalannya waktu melalui momen yang dianggap sepele, reaksi, hingga pola perilaku yang tanpa disadari telah melukai perasaan anak.

Menyakitkan memang ketika melihat anak menjauh dan jadi enggan bercerita. Tapi kesadaran adalah langkah awal yang baik untuk memperbaiki hubungan. Dilansir dari The Artful Age, berikut ini kebiasaan orang tua yang membuat anak dewasa malas bercerita.

Sering Meremehkan Perasaan Anak

Kerenggangan hubungan bisa terbentuk perlahan seiring berjalannya waktu melalui momen yang dianggap sepele. Kebiasaan orang tua yang bikin anak dewasa malas bercerita adalah sering meremehkan perasaan anak, berusaha memperbaiki segalanya, tidak menghargai batasan, hingga membuat anak merasa bersalah saat menjaga jarak.

Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Dewasa Malas Bercerita/Foto: Pexels.com

Orang tua bisa tanpa sadar telah meremehkan perasaan anak melalui kalimat-kalimat yang mereka kira positif. Misalnya, ketika anak bercerita tentang masalah yang ia hadapi, orang tua menanggapinya dengan berkata, “Itu bukan masalah besar,” atau “Kamu harus bisa melihat sisi positifnya.”

Kalimat ini mungkin sekilas terdengar seperti menenangkan. Tapi sebenarnya, ada sikap meremehkan, mengabaikan, dan tidak memvalidasi perasaan anak. Akhirnya, anak jadi enggan bercerita karena ia merasa perasaan dan masalah mereka dianggap sepele. Terkadang, anak tidak langsung membutuhkan solusi. Mereka hanya butuh validasi atau pengakuan bahwa mereka benar-benar sedang kesulitan.

Mendengarkan tanpa menghakimi adalah salah satu bentuk kasih sayang yang dibutuhkan anak. Empati dari orang tua bisa menciptakan rasa aman.

Berusaha Memperbaiki Segalanya

Kerenggangan hubungan bisa terbentuk perlahan seiring berjalannya waktu melalui momen yang dianggap sepele. Kebiasaan orang tua yang bikin anak dewasa malas bercerita adalah sering meremehkan perasaan anak, berusaha memperbaiki segalanya, tidak menghargai batasan, hingga membuat anak merasa bersalah saat menjaga jarak.

Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Dewasa Malas Bercerita/Foto: Pexels.com

Insting pertama orang tua adalah melindungi anaknya. Ketika anak dilanda masalah, orang tua ingin berusaha membantu memperbaiki dan menyelesaikannya.

Namun, ketika anak beranjak dewasa, mereka butuh ruang atas otonomi mereka dalam menyelesaikan masalahnya seorang diri. Oleh karena itu, ketika orang tua langsung memberikan saran setiap kali anak bercerita, bisa jadi ini membuat mereka merasa kecil dan tidak mampu menghadapi masalahnya sendiri. Anak merasa orang tua tidak percaya pada kemampuannya.

Hal yang perlu dipahami orang tua adalah memberikan ruang otonomi bukan berarti melepaskan tanggung jawab sebagai orang tua. Jika dulu orang tua secara aktif berusaha menyelesaikan masalah untuk anak ketika kecil, maka kini peran orang tua berubah menjadi konsultan untuk anak dewasa.

Psikolog sekaligus pelatih orang tua, Dr. Jeffrey Bernstein, mengatakan bahwa memberikan tekanan kepada anak dewasa yang sedang menghadapi kesulitan akan berdampak negatif terhadap kesejahteraan mereka serta hubungan orang tua dengan anak.

Terkadang, hal terbaik yang bisa orang tua ucapkan bukanlah "Ini yang harus kamu lakukan," melainkan "Ayah/Ibu yakin kamu bisa mencari jalan keluarnya."

Tidak Menghargai Batasan

Kerenggangan hubungan bisa terbentuk perlahan seiring berjalannya waktu melalui momen yang dianggap sepele. Kebiasaan orang tua yang bikin anak dewasa malas bercerita adalah sering meremehkan perasaan anak, berusaha memperbaiki segalanya, tidak menghargai batasan, hingga membuat anak merasa bersalah saat menjaga jarak.

Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Dewasa Malas Bercerita/Foto: Pexels.com

Banyak orang tua keliru menyamakan kedekatan dengan akses yang tiada henti. Orang tua mungkin berpikir bahwa menanyakan hal-hal pribadi sebagai bentuk kepedulian.

Namun, bagi anak yang sudah dewasa, hal itu bisa terasa seperti tindakan yang mencampuri privasi.

Menetapkan batasan bukanlah bentuk penolakan atau menciptakan jarak, melainkan permintaan untuk saling menghargai. Saat anak berkata, "Maaf, aku tidak bisa bicara sekarang," atau "Aku lebih suka tidak membahas hal itu," itu bukan artinya mereka menjauh. Itu adalah cara mereka menentukan ruang emosional bagi diri sendiri.

Dr. Bernstein menekankan bahwa menghargai batasan dan otonomi anak yang sudah dewasa sangatlah penting untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan kepercayaan.

Membuat Anak Merasa Bersalah Ketika Menjaga Jarak

Kerenggangan hubungan bisa terbentuk perlahan seiring berjalannya waktu melalui momen yang dianggap sepele. Kebiasaan orang tua yang bikin anak dewasa malas bercerita adalah sering meremehkan perasaan anak, berusaha memperbaiki segalanya, tidak menghargai batasan, hingga membuat anak merasa bersalah saat menjaga jarak.

Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Dewasa Malas Bercerita/Foto: Pexels.com

Kalimat seperti “Kenapa kamu tidak pernah menelepon?” atau “Sepertinya kamu sibuk terus, jadi tidak peduli dengan keluarga” merupakan contoh sikap gaslighting kepada anak. Orang tua berharap anak akan merasa bersalah ketika mereka seolah membuat jarak.

Faktanya, rasa bersalah tidak pernah menumbuhkan kedekatan, hal itu justru memicu rasa kesal. Anak yang sudah dewasa, jika terus-menerus disalahkan atau dibuat merasa malu karena kemandiriannya, justru akan semakin menjauh.

Orang tua bisa mencoba pendekatan yang lebih jujur dengan mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka rasakan, yaitu rindu kehadiran anak. Kalimat “Ayah/Ibu kangen kamu” bisa membuka pintu kedekatan tanpa membuat anak merasa bersalah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE