4 Negara yang Punya Aturan Aneh Tapi Benar-Benar Berlaku

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Jumat, 06 Nov 2026 09:00 WIB
1. Singapura: Larangan Menjual Permen Karet
Ilustrasi makan permen karet/Freepik: benzoix

Setiap negara punya aturan yang dibuat untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap tertib. Namun, ketika melihat lebih dekat, ternyata ada sejumlah peraturan yang mungkin membuat orang dari negara lain mengernyitkan dahi karena terdengar begitu tidak biasa.

Menariknya, beberapa aturan tersebut bukan sekadar cerita yang beredar di media sosial atau mitos yang diwariskan dari satu orang ke orang lain. Ada aturan yang benar-benar memiliki dasar hukum dan tetap diterapkan hingga kini.

Penasaran negara mana saja yang punya aturan aneh di berbagai negara tetapi benar-benar berlaku? Simak, yuk!

1. Singapura: Larangan Menjual Permen Karet

Ilustrasi makan permen karet/Freepik: benzoix

Salah satu aturan aneh di berbagai negara yang paling terkenal berasal dari Singapura, yaitu aturan ketat mengenai permen karet. Namun, anggapan bahwa masyarakat sama sekali dilarang mengunyah permen karet di negara tersebut sebenarnya kurang tepat.

Berdasarkan Sale of Food (Prohibition of Chewing Gum) Regulations, penjualan atau iklan untuk menjual permen karet di Singapura pada dasarnya dilarang. Pengecualian diberikan untuk permen karet yang terdaftar atau dianggap sebagai produk kesehatan berdasarkan Health Products Act. Pelanggaran terhadap aturan penjualan ini dapat dikenai denda hingga 2.000 dolar Singapura.

Aturan mengenai permen karet juga berkaitan dengan impor. Singapore Customs memasukkan permen karet sebagai barang yang dilarang diimpor, kecuali jenis tertentu seperti permen karet oral, dental, atau obat yang telah mendapatkan persetujuan otoritas terkait.

Jadi, kalau kamu sedang berlibur ke Singapura, bukan berarti mengunyah permen karet otomatis membuatmu berurusan dengan polisi. Yang benar-benar dibatasi adalah penjualan dan impornya, dengan sejumlah pengecualian. Aturan ini dibuat antara lain untuk menjaga kebersihan fasilitas umum dan mencegah permen karet menempel di berbagai tempat.

2. Denmark: Tidak Bisa Sembarangan Memberi Nama Bayi

Ilustrasi orang tua dan bayi/Freepik: bristekjegor

Kisah tentang hukum unik di dunia juga datang dari Denmark. Di negara ini, orang tua memang memiliki hak untuk menentukan nama anak, tetapi mereka tidak sepenuhnya bebas memilih nama depan tanpa mengikuti aturan yang berlaku.

Menurut situs resmi pencatatan penduduk Denmark, anak harus memiliki nama depan dan nama belakang paling lambat enam bulan setelah lahir. Untuk nama depan, orang tua dapat memilih dari daftar nama yang telah disetujui oleh Agency of Family Law atau Familieretshuset.

Kalau orang tua menginginkan nama yang belum masuk dalam daftar, mereka tetap bisa mengajukan permohonan agar nama tersebut disetujui. Familieretshuset akan menilai nama yang diajukan berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk apakah nama tersebut layak digunakan sebagai nama depan.

Aturan ini mungkin terasa aneh bagi masyarakat yang terbiasa menganggap pemberian nama sebagai keputusan pribadi keluarga. Namun, pemerintah Denmark menerapkan sistem tersebut untuk memastikan nama yang diberikan kepada anak memenuhi ketentuan dan tidak berpotensi merugikan pemiliknya.

3. Jerman: Kehabisan Bensin di Jalan Tol Bisa Didenda

Ilustrasi kehabisan bensin di jalan/freepik: jcomp

Kehabisan bensin di tengah perjalanan mungkin terdengar seperti kesialan biasa, kan, Beauties? Namun, di Jerman, kondisi tersebut bisa menjadi masalah hukum apabila kendaraan sampai berhenti karena kehabisan bahan bakar di Autobahn.

ADAC, organisasi otomotif terbesar di Jerman, menjelaskan bahwa pengemudi berkewajiban memastikan bahan bakar yang tersedia cukup untuk perjalanan. Kehabisan bahan bakar di Autobahn dianggap sebagai hambatan lalu lintas yang sebenarnya dapat dicegah.

Karena itu, kendaraan yang berhenti akibat kehabisan bensin di Autobahn dapat dikenai denda sebesar 70 euro dan satu poin di Flensburg, loh. Aturan ini berkaitan dengan keselamatan karena Autobahn merupakan jalan dengan kendaraan yang dapat melaju dalam kecepatan tinggi.

4. Australia: Tidak Boleh Membawa Buah dan Sayur Sembarangan

Ilustrasi membawa buah dan sayur/Freepik: diana.grytsku

Australia punya aturan biosekuriti yang cukup ketat, termasuk soal membawa buah dan sayuran dari satu wilayah ke wilayah lain. Bagi wisatawan, membawa bekal buah mungkin terdengar seperti hal sepele, tetapi dalam kondisi tertentu hal tersebut justru bisa dilarang.

Aturan ini dibuat untuk melindungi pertanian dan lingkungan Australia dari hama serta penyakit tanaman. Salah satu contoh yang cukup terkenal adalah perjalanan menuju Australia Selatan.

Buah seperti apel, pisang, mangga, dan sejumlah jenis buah lainnya dapat dilarang dibawa dari wilayah tertentu karena berisiko membawa hama yang dapat merusak sektor pertanian. Barang yang tidak memenuhi persyaratan dapat diminta untuk dibuang atau diserahkan kepada petugas di titik pemeriksaan.

Aturan serupa juga berlaku ketika memasuki beberapa wilayah lain di Australia. Pemerintah bahkan menyediakan pemeriksaan dan tempat pembuangan khusus di sejumlah perbatasan agar wisatawan dapat membuang barang yang tidak boleh dibawa sebelum memasuki wilayah tersebut.

Jadi, jangan heran jika melihat papan peringatan tentang buah dan sayuran ketika melakukan perjalanan darat di Australia. Aturan unik negara ini bukan dibuat untuk mempersulit wisatawan, melainkan menjadi bagian dari sistem biosekuriti untuk menjaga pertanian dan ekosistem dari ancaman hama maupun penyakit.

__

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE