4 Pemicu Konslet Listrik dan Tindakan Pertama yang Perlu Dilakukan
Pernah mencium bau seperti plastik terbakar dari stopkontak atau mendengar suara berdesis dari kabel listrik di rumah? Jangan langsung diabaikan, Beauties!
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem kelistrikan yang perlu segera diperiksa. Apalagi, penggunaan banyak perangkat elektronik dalam waktu bersamaan terkadang membuat kita lupa bahwa setiap instalasi listrik punya batas kemampuan.
Korsleting listrik juga bukan sekadar bikin lampu mati atau listrik rumah tiba-tiba padam. Dalam kondisi tertentu, gangguan pada sistem listrik dapat memicu panas, percikan api, kebakaran, hingga sengatan listrik.
Lantas, apa saja pemicu konslet listrik dan bahaya yang perlu kamu waspadai di rumah? Yuk, simak selengkapnya!
1. Kabel Rusak atau Terkelupas
Ilustrasi kabel terkelupas: pvproductions
Coba cek kembali kabel yang ada di rumah, mulai dari kabel charger, kabel ekstensi, sampai kabel peralatan elektronik. Jangan abaikan kalau kamu menemukan bagian kabel yang retak, terkelupas, mengeras, atau memperlihatkan bagian kawat di dalamnya. Kerusakan seperti ini bisa terjadi karena usia kabel, penggunaan berulang, terjepit, atau bahkan gigitan hewan pengerat seperti tikus.
Dilansir dari U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC), kabel yang retak, kaku, terkelupas, atau mengalami kerusakan sebaiknya tidak digunakan karena dapat membuat kawat bertegangan menjadi terbuka dan meningkatkan risiko sengatan maupun kebakaran.
Jadi, jangan hanya menutup bagian kabel yang rusak dengan selotip lalu terus menggunakannya tanpa pemeriksaan, ya, Beauties! Kalau kondisi kabel sudah tidak layak, lebih aman menggantinya dengan kabel yang sesuai atau meminta bantuan teknisi untuk memperbaikinya.
2. Beban Berlebih (Overload)
Ilustrasi beban berlebih/freepik: rawpixel.com
Stopkontak yang memiliki banyak lubang memang terlihat praktis untuk menghubungkan berbagai perangkat sekaligus. Namun, penggunaan terminal atau power strip bukan berarti semua perangkat bisa dinyalakan bersamaan tanpa memperhatikan kapasitasnya, Beauties.
Ketika terlalu banyak perangkat menggunakan satu sumber listrik, arus yang mengalir dapat membuat kabel, steker, atau sambungan menjadi panas. Dilansir dari CPSC, kabel ekstensi dan power strip yang kelebihan beban dapat menjadi bahaya kebakaran. CPSC juga menyarankan agar kabel ekstensi digunakan hanya sementara dan tidak dijadikan pengganti instalasi listrik permanen.
Karena itu, hindari kebiasaan menumpuk banyak colokan pada satu terminal, terutama jika perangkat yang digunakan membutuhkan daya cukup besar. Kalau kabel, steker, atau stopkontak terasa panas saat digunakan, hentikan pemakaian dan periksa penyebabnya, ya!
3. Stopkontak atau Sambungan Listrik Bermasalah
Ilustrasi servis listrik/Freepik: ededchechine
Stopkontak mungkin terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi beberapa tanda bisa menunjukkan adanya masalah di dalamnya. Misalnya, stopkontak terasa panas, penutupnya berubah warna atau menghitam, terdengar suara berdengung, atau muncul percikan ketika steker digunakan.
Menurut CPSC, stopkontak atau sakelar yang tidak bekerja dengan baik dapat menunjukkan adanya kondisi kabel yang tidak aman. Sambungan yang longgar juga dapat menyebabkan percikan listrik atau panas berlebih yang berisiko memicu kebakaran.
Kalau kamu menemukan tanda tersebut, jangan terus menggunakan stopkontak hanya karena listrik masih menyala. Sebaiknya hentikan pemakaian dan minta teknisi listrik yang kompeten untuk memeriksa kondisi instalasinya.
4. Air dan Listrik yang Berdekatan
Ilustrasi mencabut kabel di stop kontak/freepik: rawpixel.com
Area seperti kamar mandi, dapur, tempat mencuci, atau lokasi yang rawan terkena cipratan air membutuhkan perhatian lebih. Jangan meletakkan perangkat listrik atau kabel di dekat sumber air, apalagi menggunakannya ketika tangan masih basah. Dilansir dari CPSC, peralatan listrik dan kabel sebaiknya berada di lokasi yang kering karena pertemuan listrik dan air dapat menimbulkan bahaya sengatan listrik maupun kebakaran.
Kalau ada air yang menggenang di dekat instalasi listrik, jangan langsung berjalan melewatinya untuk mencabut steker atau mematikan listrik. Utamakan keselamatan dan jangan menyentuh perangkat listrik dalam kondisi basah. Jika diperlukan, mintalah bantuan orang yang kompeten untuk menangani sumber listrik tersebut.
Tindakan Pertama Jika Terjadi Korsleting
Ilustrasi tindakan pertama jika korsleting/freepik: bearfotos
Dilansir dari American Red Cross, ketika terlihat percikan, kabel yang rusak, atau tercium bau isolasi yang terbakar, listrik dapat dimatikan dari panel utama atau pemutus arus. Namun, jika area di sekitar panel tergenang air, jangan berdiri atau berjalan di dalam air untuk mencapainya.
Kalau korsleting sudah menimbulkan api, jangan mengambil risiko untuk memadamkannya jika api membesar atau asap memenuhi ruangan. Segera keluar dari rumah, jangan kembali masuk untuk mengambil barang, dan hubungi layanan pemadam kebakaran atau nomor darurat setempat. Jangan menggunakan air pada sumber listrik yang masih bertegangan, karena dapat meningkatkan risiko sengatan.
Pada akhirnya, korsleting listrik bisa dicegah dengan lebih peka terhadap kondisi instalasi dan perangkat di rumah. Kabel yang rusak, stopkontak yang panas, terlalu banyak colokan, serta keberadaan air di dekat listrik sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah sepele.
Kalau kamu menemukan tanda-tanda tersebut, Beauties, jangan menunggu sampai muncul percikan atau kebakaran. Lebih baik hentikan penggunaan dan minta bantuan teknisi listrik yang kompeten untuk memeriksanya.
__
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!