4 Tradisi Paling Unik dari Berbagai Penjuru Dunia

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Rabu, 07 Oct 2026 18:00 WIB
Festival Prasmanan Monyet di Thailand
Tradisi unik di dunia ini dikenal sebagai Festival Prasmanan Monyet di Thailand yang digelar setiap akhir November di Lopburi/Foto: Travelbeginsat40.com

Dunia yang kita tinggali dipenuhi oleh keberagaman budaya yang melahirkan berbagai tradisi dengan karakter dan keistimewaannya masing-masing. Di setiap penjuru bumi, masyarakat merawat kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari cara mereka memaknai kehidupan, relasi sosial, hingga peristiwa penting dalam siklus hidup.

Apa yang sering kita sebut sebagai budaya unik di dunia sejatinya bukanlah sesuatu yang aneh atau ganjil, melainkan cerminan dari nilai, sejarah, dan identitas kolektif suatu komunitas. Memahami hal ini membantu kita melihat perbedaan dengan sudut pandang yang lebih terbuka dan apresiatif. Dilansir dari Eco Hotels, inilah adat-istiadat langka dan unik dari berbagai penjuru dunia yang bisa menunjukkan kekhasan masing-masing komunitas tersebut!

Cheese Rolling di Inggris

Tradisi unik di dunia ini dikenal sebagai Cheese Rolling di Inggris yang digelar setiap musim semi saat British Spring Bank Holiday di Cooper’s Hill, dekat Gloucester/Foto: cheese-rolling.co.uk

Cheese rolling di Inggris merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan setiap musim semi saat British Spring Bank Holiday di Cooper’s Hill, desa Brockworth, dekat Gloucester. Acara ini dikenal dengan Cooper’s Hill Cheese-Rolling and Wake.

Dalam tradisi tersebut, sebuah roda keju dilepaskan dari puncak bukit dan dibiarkan menggelinding menuruni lereng sepanjang 182 meter. Para peserta kemudian berlari mengejar keju tersebut hingga ke garis akhir di kaki bukit. Orang pertama yang berhasil mencapai garis finis dinyatakan sebagai pemenang dan berhak kehormatan serta roda keju tersebut.

Keju yang digunakan adalah Double Gloucester dengan berat antara 3 hingga 4 kilogram. Bobotnya memungkinkan keju itu melaju hingga sekitar 110 kilometer per jam saat menggelinding menuruni bukit. Beberapa lomba digelar dalam satu hari, terdiri dari tiga lomba untuk pria dan satu lomba untuk perempuan.

Para tetua yang ada di komunitas Brockworth akan membungkus keju tersebut sekitar satu minggu sebelum acara berlangsung. Membungkus keju dianggap sebagai sebuah kehormatan.

Asal-usul tradisi ini tidak diketahui secara pasti. Sebagian orang meyakini bahwa tradisi ini berkaitan dengan upaya mempertahankan hak penggembalaan di lahan umu. Ada pula yang percaya bahwa ini merupakan ritual Pagan kuno, yakni menggulirkan keju dari bukit sebagai simbol doa agar panen tahunan membawa keberuntungan.

Meskipun setiap tahun banyak peserta mengalami cedera akibat terjatuh saat menuruni bukit, hal itu tidak menyurutkan minat masyarakat. Banyak orang mengikuti lomba ini setiap tahun, bahkan ada yang datang dari luar negeri untuk turut serta dalam perlombaan tersebut.

Menaburkan Kayu Manis di Denmark

Tradisi unik di dunia ini dikenal sebagai kebiasaan menaburkan kayu manis kepada mereka yang belum menikah saat berusia 25 tahun di Denmark/Foto: telegraph.co.uk

Di Denmark, terdapat sebuah tradisi unik di bagian barat negara tersebut. Jika seseorang belum menikah ketika memasuki usia 25 tahun, ia akan ditahan oleh teman-temannya dan kemudian ditaburi kayu manis.

Ada pula tradisi serupa, meskipun lebih jarang dilakukan, yaitu menaburkan lada kepada mereka yang belum menikah ketika menginjak usia 30 tahun. Meskipun terdengar seperti candaan, tradisi ini bukannya tanpa risiko kesehatan.

Kue Ulang Tahun di Wajah di Meksiko

Tradisi unik di dunia dapat ditemukan dalam perayaan ulang tahun di Meksiko melalui kebiasaan bernama La Mordida/Foto: Freepik/freepic.diller

Selanjutnya dalam daftar tradisi budaya di seluruh dunia, kita menuju Meksiko dengan tradisi ulang tahun unik yang disebut La Mordida. Dalam perayaan ini, tangan anak yang berulang tahun ditahan di belakang punggungnya saat ia hendak mencicipi kue.

Ketika yang berulang tahun melakukan gigitan pertama, para tamu yang hadir bersorak dan tanpa diduga mendorong wajahnya ke kue sambil meneriakkan “Mordida! Mordida! Mordida!” yang dalam bahasa Spanyol berarti ‘gigit’. Tradisi ini menjadi bagian khas dari perayaan ulang tahun di Meksiko.

Festival Prasmanan Monyet di Thailand

Tradisi unik di dunia ini dikenal sebagai Festival Prasmanan Monyet di Thailand yang digelar setiap akhir November di Lopburi/Foto: Travelbeginsat40.com

Festival prasmanan monyet di Thailand merupakan tradisi unik yang digelar di Kuil Phra Prang Sam Yot, Lopburi, setiap hari Minggu terakhir bulan November. Pada momen ini, warga setempat menyiapkan jamuan khusus untuk ribuan monyet makaka (macaques) yang tinggal di kawasan tersebut. Kehadiran monyet-monyet ini diyakini membawa keberuntungan bagi daerah dan masyarakatnya sehingga mereka diperlakukan sebagai tamu kehormatan dalam perayaan tersebut.

Acara berlangsung meriah, diawali dengan upacara pembukaan di mana sejumlah orang mengenakan kostum monyet. Selain itu, disediakan pula menara buah dan sayuran yang dapat dipanjat, dilompati, dan disantap oleh para monyet sepanjang perayaan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE