5 Batasan dengan Orang Tua yang Justru Bikin Hubungan Makin Dekat

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 23 Oct 2026 13:15 WIB
Tidak Selalu Membatalkan Rencana demi Orang Tua
Tidak Selalu Ikut Rencana Orang Tua/Foto: Magnific

Semakin dewasa, hubungan dengan orang tua memang bisa terasa sedikit berbeda. Dulu hampir semua keputusan dibicarakan bersama. Sekarang, kamu punya pekerjaan, pasangan, teman, sampai kehidupan sendiri yang perlu diatur. Di sinilah batasan dengan orang tua mulai terasa penting. 

Bukan karena kamu tidak sayang, apalagi ingin menjauh. Justru, batasan yang jelas bisa membuat hubungan makin dekat karena kamu dan orang tua sama-sama tahu kapan harus hadir dan kapan memberi ruang.

Dilansir dari Bolde, ini beberapa batasan yang justru bisa membuat hubunganmu dan orang tua makin dekat.

Tidak Harus Selalu Mengangkat Telepon

Tidak Selalu Mengangkat Telepon/Foto: Magnific

Orang tua menelepon pagi. Siang menelepon lagi. Sore muncul panggilan berikutnya karena ingin cerita hal-hal sederhana. Kamu memang menyayanginya, tapi kamu pasti punya kehidupan sendiri yang membuat kamu tidak selalu bisa mengangkat telepon.

Tidak apa-apa kok, Beauties. Kamu bisa membalas, “Aku lagi kerja, nanti malam aku telepon.” Peneliti Karen Fingerman dari University of Texas at Austin menyoroti pentingnya anak dewasa tetap memiliki kehidupan sendiri sambil mempertahankan hubungan dengan orang tua. Komunikasi yang teratur dan nyaman bisa terasa lebih bermakna daripada menjawab karena terpaksa.

Berani Menghentikan Topik yang Terus Diperdebatkan

Berani Menghentikan Perdebatan/Foto: Magnific

Soal pasangan, pekerjaan, cara mengasuh anak, atau keputusan hidup. Kalau topiknya sudah dibahas berkali-kali dan tidak ada yang berubah, kamu tidak harus terus menjelaskannya.

Kamu bisa mengatakan, “Aku tahu Ibu punya pandangan sendiri, tapi aku tidak mau membahas ini lagi.” Psikolog keluarga Jeffrey Bernstein menjelaskan bahwa jarak dalam hubungan orang tua dan anak dewasa sering terbentuk dari akumulasi masalah kecil yang terus berulang. Jadi, menutup satu topik bukan berarti menutup hubungan.

Membiarkan Orang Tua Mengambil Keputusan Sendiri

Membiarkan Orang Tua Mengambil Keputusan Sendiri/Foto: Magnific

Kadang kamu ingin sekali ikut mengatur. “Jangan beli itu", “Jangan pergi sendiri”, “Kenapa nggak pindah saja?”. Niatnya tentu karena khawatir.

Namun, selama keputusan tersebut tidak menyangkut risiko keselamatan yang serius, orang tua tetap punya hak menentukan hidupnya. Menurut riset Karen Fingerman, salah satu tantangan dalam merawat orang tua yang menua adalah menyeimbangkan keselamatan dengan otonomi mereka.

Membantu bukan berarti mengambil alih semua keputusan. Ada kalanya bentuk sayang justru dengan membiarkan mereka memilih.

Tidak Selalu Membatalkan Rencana demi Orang Tua

Tidak Selalu Ikut Rencana Orang Tua/Foto: Magnific

Ayah bilang sudah seminggu tidak keluar rumah, sementara ibu bilang sudah jarang ada yang datang. Tanpa diminta, kamu langsung merasa bersalah dan membatalkan rencana sendiri.

Padahal, kamu juga punya kehidupan. Kamu bisa berkata, “Minggu aku datang, ya, tapi Sabtu aku sudah ada acara.” Psikoterapis Niro Feliciano menjelaskan bahwa batasan dapat membantu orang tua membangun cara menghadapi kesepian yang lebih sehat. Dengan begitu, ketika akhirnya bertemu, kamu datang dengan energi yang lebih baik, bukan sambil menghitung kapan harus pulang.

Mengatakan Apa yang Kamu Butuhkan

Jujur dengan Kebutuhanmu/Foto: Magnific

Ini mungkin bagian yang paling sulit. Kamu ingin ibu berhenti membandingkanmu dengan saudara. Kamu ingin ayah bertanya dulu sebelum memberi nasihat. Atau kamu ingin kunjungan punya waktu mulai dan selesai yang jelas.

Daripada memendam sampai akhirnya malas bertemu, coba katakan dengan tenang. Memang mungkin terasa canggung pada awalnya. Namun, percakapan yang tidak nyaman sekali bisa lebih baik daripada rasa kesal yang dipendam bertahun-tahun.

Hubungan yang dekat bukan berarti harus selalu ada untuk mereka. Kamu tetap bisa menyayangi orang tua sambil punya waktu sendiri, keputusan sendiri, dan kebutuhan yang perlu dihargai.

Justru ketika batasan dibuat dengan jelas, hubungan bisa terasa lebih ringan. Kamu tidak lagi hadir karena rasa bersalah, dan orang tua pun tidak perlu menebak-nebak apa yang sebenarnya kamu rasakan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.