5 Cara Biar Tetap Produktif Meski Lagi Nggak Mood Kerja

Norma Rini | Beautynesia
Selasa, 29 Sep 2026 07:15 WIB
4. Pilih Satu Pekerjaan yang Paling Penting untuk Diselesaikan Hari Itu
Perempuan memilih satu tugas dari daftar pekerjaan sebelum mulai mengerjakannya/Foto: pexels.com/Thirdman

Beauties, pernah nggak membuka laptop di pagi hari, melihat list pekerjaan yang panjang, lalu rasanya ingin menutup laptop lagi?

Padahal deadline sudah dekat. Ada email yang harus dibalas, laporan belum selesai, meeting masih menunggu, dan beberapa pekerjaan lain juga sudah masuk list harus dikerjakan hari ini. Masalahnya, kamu sedang nggak mood untuk mengerjakan semuanya.

Dalam kondisi seperti ini, sering muncul pikiran, "Nanti saja deh kalau sudah mood." Sayangnya, menunggu mood datang kembali tidak selalu membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Justru semakin lama ditunda, pekerjaan bisa terasa semakin berat karena waktu yang tersedia semakin sedikit.

Penelitian mengenai procrastination atau kebiasaan menunda pekerjaan menunjukkan bahwa task aversiveness, yaitu seberapa tidak menyenangkan atau berat sebuah tugas dirasakan, menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kecenderungan menunda. 

Artinya, rasa "malas" atau enggan mulai muncul karena tugas tersebut terasa terlalu berat, membosankan, atau membuat kita tidak nyaman. Untuk mengatasinya, daripada berpikir harus menyelesaikan seluruh laporan hari ini, kamu cukup membuka dokumennya dan mengerjakan bagian pertama. Daripada berusaha fokus selama berjam-jam, kamu bisa bekerja dalam satu sesi singkat lalu mengambil jeda.

Jadi, Beauties, produktif saat sedang tidak mood bukan berarti memaksakan diri menjadi superwoman. Terkadang, produktif berarti tetap menyelesaikan satu hal penting meskipun energi sedang tidak sebanyak biasanya.

Nah, kalau hari ini kamu sedang benar-benar nggak mood kerja, coba beberapa cara berikut.

1. Mulai dari Tugas yang Paling Kecil

Perempuan membuka laptop dan mulai bekerja/Foto: pexels.com/Alena Darmel

Beauties, kalau melihat satu pekerjaan besar terasa melelahkan, jangan langsung memikirkan semuanya sekaligus.

Misalnya kamu harus membuat sebuah artikel. Daripada berpikir, "Aku harus menyelesaikan artikel ini sekarang," ubah menjadi beberapa langkah kecil, mencari referensi, membuat judul, menulis intro, lalu mengembangkan poin pertama.

Kamu hanya perlu fokus pada satu langkah terlebih dahulu. Cara ini bisa membantu karena pekerjaan yang terasa sulit menjadi lebih mudah. 

Hal ini juga sejalan dengan teori goal setting dari psikolog Edwin Locke dan Gary Latham. Tujuan yang spesifik membantu mengarahkan aktivitas dan membuat seseorang lebih mudah melihat apa yang perlu dilakukan untuk mencapai target.

Jadi, ketika sedang tidak mood, jangan langsung memasang target terlalu besar seperti "Hari ini harus produktif banget." Coba ganti dengan, "Aku selesaikan satu bagian ini dulu." Sering kali, bagian tersulit memang bukan mengerjakan pekerjaan sampai selesai, tetapi memulainya.

2. Kerja dalam Waktu Singkat, Lalu Beri Jeda

Perempuan bekerja fokus di depan laptop dengan timer di samping meja/Foto: pexels.com/Mikhail Nilov

Kalau sedang nggak mood, membayangkan harus duduk di depan laptop selama delapan jam saja sudah terasa melelahkan, Beauties. Daripada melihat pekerjaan sebagai satu blok waktu yang panjang, kamu bisa membaginya menjadi beberapa sesi.

Misalnya, fokus bekerja selama 20 sampai 30 menit, kemudian berhenti sebentar untuk minum, berdiri dari kursi, atau melihat ke luar jendela. Setelah itu, kembali bekerja untuk sesi berikutnya.

Tidak ada jumlah waktu yang wajib digunakan. Kamu hanya perlu mengatur batas yang jelas antara periode fokus dan waktu istirahat.

Penelitian berupa meta analisis terhadap 22 sampel studi dengan total 2.335 partisipan menemukan bahwa micro breaks memberikan efek positif terhadap vigor atau rasa berenergi dan membantu mengurangi fatigue. Jadi, jangan merasa bersalah ketika mengambil jeda di tengah pekerjaan.

Kalau setelah 25 menit bekerja kamu berdiri sebentar, mengambil air minum, lalu kembali ke laptop dengan kepala yang terasa lebih segar, jeda tersebut bukan berarti kamu membuang waktu.

Justru, ketika mood sedang turun, bekerja sedikit demi sedikit bisa terasa lebih realistis daripada memaksa diri menyelesaikan semuanya sekaligus.

3. Jauhkan Distraksi yang Bikin Fokusmu Cepat Buyar

Perempuan bekerja di depan laptop dengan ponsel diletakkan jauh dari meja kerja/Foto: pexels.com/https://kaboompics.com/

Beauties, saat sedang nggak mood kerja, godaan untuk membuka Instagram, mengecek chat, atau sekadar melihat reels biasanya terasa semakin besar.

Awalnya cuma ingin membuka ponsel sebentar. Namun, tanpa terasa lima belas menit berlalu. Setelah kembali ke laptop, kamu malah harus mengingat lagi pekerjaan yang tadi sedang dikerjakan.

Ketika energi untuk fokus sedang rendah, coba buat lingkungan kerja sesederhana mungkin. Tutup tab yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, aktifkan mode do not disturb, atau letakkan ponsel sedikit lebih jauh dari jangkauan tangan.

Jadi, kalau sedang sulit berkonsentrasi, jangan hanya mengandalkan niat untuk "harus fokus". Coba bantu dirimu dengan membuat lingkungan yang memang lebih minim gangguan.

Misalnya, saat harus menyelesaikan proposal, cukup buka dokumen, browser untuk mencari referensi, dan tab yang memang diperlukan. Sisanya bisa ditutup dulu.

Kamu tidak harus punya konsentrasi sempurna sepanjang hari, Beauties. Saat sedang mengerjakan satu pekerjaan, beri otak kesempatan untuk benar-benar berada di pekerjaan tersebut.

4. Pilih Satu Pekerjaan yang Paling Penting untuk Diselesaikan Hari Itu

Perempuan memilih satu tugas dari daftar pekerjaan sebelum mulai mengerjakannya/Foto: pexels.com/Thirdman

Beauties, salah satu hal yang bikin nggak mood kerja adalah melihat terlalu banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan.

Ada laporan yang belum selesai, email yang belum dibalas, meeting siang nanti, dan pekerjaan baru yang sudah masuk list. Semuanya terlihat penting sehingga kamu justru bingung harus mulai dari mana. Daripada mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus, pilih satu pekerjaan yang paling penting terlebih dahulu.

Misalnya hari ini ada lima tugas, tetapi satu di antaranya memiliki deadline paling dekat. Fokuskan energi terbaikmu pada pekerjaan tersebut sebelum berpindah ke tugas berikutnya.

Cara ini juga bisa membuat pekerjaan terasa lebih ringan secara mental. Kamu tidak lagi berpikir, "Hari ini aku harus menyelesaikan semuanya," tetapi cukup, "Aku selesaikan yang ini dulu."

Setelah satu pekerjaan penting selesai, baru lihat kembali list pekerjaan berikutnya. Kalau ternyata energimu masih cukup, lanjutkan. Kalau belum, setidaknya ada satu pekerjaan penting yang sudah beres.

5. Berhenti Menuntut Diri Harus Selalu Produktif Maksimal

Perempuan tersenyum setelah mencentang satu pekerjaan yang sudah selesai dari daftar tugas/Foto: pexels.com/Vitaly Gariev

Beauties, ini mungkin justru bagian yang paling sulit dilakukan. Ketika sedang tidak mood, kita sering merasa bersalah karena tidak bisa bekerja secepat atau seproduktif biasanya. Akhirnya, bukannya mulai bekerja, kita malah sibuk menyalahkan diri sendiri.

Padahal, produktivitas tidak harus selalu berarti menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin dalam satu hari. Ada hari ketika kamu bisa menyelesaikan banyak hal. Ada juga hari ketika energimu hanya cukup untuk menyelesaikan satu atau dua pekerjaan penting. Keduanya tetap bagian dari ritme kerja yang normal.

Beauties, kamu tidak perlu memaksakan diri terus bekerja hanya karena merasa sedang tidak boleh berhenti. Coba bedakan antara "aku sedang malas" dan "aku memang sedang kelelahan". Kalau tubuh dan pikiran sudah benar-benar terasa terkuras, mengambil jeda mungkin lebih masuk akal daripada memaksa diri duduk berjam-jam tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Namun, kalau hanya sedang kehilangan mood, kamu tetap bisa mulai dari satu pekerjaan kecil, menjauhkan distraksi, menyelesaikan target yang paling penting dan beri dirimu ruang untuk beristirahat ketika memang membutuhkannya.

Karena produktif tidak selalu berarti bekerja sebanyak-banyaknya. Kadang, produktif berarti tahu apa yang perlu dilakukan dan tahu kapan harus berhenti sejenak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE